RADAR KUDUS – Kekalahan telak 2-5 yang dialami Juventus saat bertandang ke markas Galatasaray dalam ajang UEFA Champions League menjadi pukulan berat bagi Bianconeri.
Pelatih Luciano Spalletti secara terbuka menyampaikan kekecewaannya dan menilai timnya menunjukkan kemunduran signifikan dalam performa.
Dalam konferensi pers usai pertandingan, Spalletti berbicara tegas mengenai penampilan anak asuhnya yang dinilai jauh dari ekspektasi, terutama dari segi mentalitas dan karakter permainan.
Ia menjelaskan bahwa Juventus sebenarnya sempat mencoba menjaga ritme permainan pada awal laga.
Namun, timnya kehilangan kendali menjelang akhir babak pertama sehingga momentum beralih kepada tuan rumah.
Menurut Spalletti, persoalan yang dihadapi bukan sekadar hasil akhir, tetapi juga kualitas permainan yang dinilai menurun.
Salah satu momen penting dalam pertandingan adalah kartu merah yang diterima pemain Juventus di babak kedua.
Spalletti mengakui insiden tersebut memberi dampak besar terhadap jalannya laga, meskipun ia menegaskan bahwa hal itu bukan satu-satunya penyebab kekalahan.
Menurutnya, Juventus juga melakukan sejumlah kesalahan yang seharusnya bisa dihindari, termasuk kurangnya kewaspadaan dalam membaca situasi di lapangan.
Pergantian pemain saat jeda turun minum turut menjadi perhatian.
Spalletti menarik Andrea Cambiaso yang telah mengantongi kartu kuning untuk menghindari risiko kartu kedua.
Namun keputusan itu justru berujung masalah karena pemain pengganti harus meninggalkan lapangan lebih cepat setelah melakukan pelanggaran.
Di luar aspek teknis, Spalletti juga menyoroti pendekatan taktik timnya.
Ia menilai Juventus tidak bisa hanya mengandalkan serangan balik tanpa penguasaan permainan yang jelas.
Menurutnya, fondasi tim saat ini belum cukup kuat untuk bertahan total tanpa kontrol bola yang baik.
Ia menekankan pentingnya kepercayaan diri serta kemampuan mengendalikan jalannya pertandingan agar tim tidak terus berada dalam tekanan.
Kekalahan dari Galatasaray menjadi peringatan serius bagi Juventus dalam persaingan di kompetisi Eropa.
Spalletti memberi sinyal akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tim dalam waktu dekat, mengingat besarnya ekspektasi publik terhadap klub.
Ia menegaskan bahwa tim memiliki tanggung jawab besar kepada para pendukung, sehingga langkah perbaikan akan segera diambil setelah proses analisis dilakukan.
Hasil tersebut membuat posisi Juventus semakin tertekan.
Jika ingin kembali bersaing di level tertinggi, pembenahan dari sisi mentalitas, disiplin, serta konsistensi permainan menjadi pekerjaan rumah yang mendesak.
Di sisi lain, pelatih Galatasaray Okan Buruk menilai kemenangan 5-2 atas Juventus sebagai momen bersejarah bagi timnya sekaligus kebanggaan bagi sepak bola Turki.
Ia memuji semangat juang para pemain serta dukungan luar biasa dari suporter yang dinilai berperan besar dalam keberhasilan tim mengalahkan klub raksasa Eropa tersebut.
Dalam laga itu, dua gol Noa Lang serta masing-masing satu gol dari Gabriel Sara, Davinson Sanchez, dan Sacha Boey memastikan kemenangan Galatasaray.
Sementara Juventus hanya mampu memperkecil ketertinggalan melalui dua gol Teun Koopmeiners dan harus bermain dengan 10 orang sejak menit ke-67 setelah Juan Cabal menerima kartu kuning kedua.
Buruk menegaskan motivasi tinggi menjadi faktor utama keberhasilan timnya saat menghadapi klub-klub besar Eropa.
Meski demikian, ia menilai timnya masih perlu meningkatkan performa, terutama pada pertandingan ketika mereka berstatus sebagai favorit.
Pertemuan kedua akan berlangsung di Allianz Stadium, Turin, Rabu pekan depan.
Galatasaray hanya perlu mempertahankan keunggulan agregat untuk memastikan tiket ke babak 16 besar Liga Champions.
Sementara itu, Juventus dituntut tampil maksimal untuk membalikkan keadaan dan menjaga peluang lolos.
Editor : Ali Mustofa