RADAR KUDUS - Laga panas antara PSIS Semarang dan Persela Lamongan dalam lanjutan Liga 2 Indonesia musim 2025/2026 harus ditutup tanpa pemenang.
Duel yang digelar di Stadion Jatidiri, Minggu (15 Februari 2026), berakhir dengan skor 1-1 setelah drama tercipta di menit-menit akhir pertandingan.
Sejak awal laga, kedua tim tampil agresif. PSIS mencoba mengambil inisiatif serangan di depan pendukungnya sendiri, namun justru tim tamu yang lebih dulu memecah kebuntuan.
Persela berhasil mencuri gol melalui aksi Hambali Tolib pada babak pertama. Memanfaatkan celah di lini belakang Mahesa Jenar, Hambali sukses membawa Laskar Joko Tingkir unggul 1-0.
Tekanan Tanpa Henti dan Gol Penyelamat di Injury Time
Memasuki babak kedua, PSIS meningkatkan intensitas permainan.
Serangan demi serangan dibangun melalui kedua sisi lapangan, memaksa Persela lebih banyak bertahan.
Meski peluang tercipta, kokohnya pertahanan tim tamu membuat skor tak berubah cukup lama.
Ketika pertandingan tampak akan dimenangkan Persela, momen krusial hadir di masa tambahan waktu.
Pada menit 90+1, Rafinha muncul sebagai pahlawan tuan rumah.
Penyerang asal Brasil itu sukses memaksimalkan bola di dalam kotak penalti dan menggetarkan jala Persela.
Skor berubah menjadi 1-1 dan bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Gol tersebut menjadi penutup dramatis dalam laga yang berlangsung ketat sejak menit pertama.
Ringkasan Pertandingan
- Gol pertama dicetak Hambali Tolib untuk Persela Lamongan.
- Rafinha mencetak gol balasan bagi PSIS di menit 90+1.
- Skor akhir: PSIS Semarang 1-1 Persela Lamongan.
Secara permainan, PSIS lebih dominan dalam penguasaan bola pada babak kedua, sementara Persela tampil disiplin menjaga keunggulan hingga detik-detik akhir sebelum akhirnya kebobolan.
Dampak ke Klasemen
Hasil imbang ini membuat kedua tim harus puas berbagi satu poin.
PSIS masih berjuang memperbaiki posisi di papan bawah klasemen sementara, sedangkan Persela mempertahankan jarak aman di papan tengah.
Meski tak ada pemenang, laga ini memperlihatkan mental bertarung tinggi dari kedua tim.
PSIS menunjukkan karakter pantang menyerah, sementara Persela membuktikan kemampuan bertahan yang solid sepanjang laga.
Editor : Mahendra Aditya