RADAR KUDUS - Akhirnya resmi juga. PSIS Semarang ngumumin pelatih baru mereka pada Sabtu (14/2/2026).
Sosok yang dipercaya buat jadi juru taktik anyar adalah Andri Ramawi.
Pengumuman ini dirilis lewat akun Instagram resmi klub dan langsung bikin timeline bola Indonesia rame.
“Sugeng rawuh coach Andri Ramawi,” tulis manajemen PSIS. Simpel, tapi maknanya dalem banget: ini awal era baru.
Dari berbagai sumber terkini, penunjukan Andri bukan keputusan dadakan. Situasi PSIS lagi nggak baik-baik aja.
Di klasemen sementara Pegadaian Championship 2025/2026, Mahesa Jenar masih berkutat di papan bawah dan belum sepenuhnya aman dari ancaman degradasi.
Manajemen jelas nggak mau ambil risiko terlalu lama.
Dari Dipecat di Liga 3, Kini Dapat Panggung Besar
Sebelum mendarat di Semarang, Andri dikenal sebagai eks pelatih Persiba Bantul yang tampil di kompetisi Liga Nusantara (Liga 3).
Namun perjalanannya di sana nggak mulus. Ia sempat diberhentikan di awal musim karena hasil tim yang kurang memuaskan.
Plot twist-nya? Justru dari situ namanya direkomendasikan langsung oleh Direktur Teknik PSIS, Alfredo Vera.
Yes, ini bukan sekadar coba-coba. Alfredo Vera disebut melihat potensi dan karakter kepelatihan Andri yang dinilai cocok dengan kebutuhan PSIS saat ini: tim yang butuh mental baja, bukan cuma taktik.
Kenapa PSIS Butuh Sosok Seperti Andri?
Kalau lihat statistik putaran kedua, PSIS sempat terseok.
Bersama pelatih sebelumnya, mereka mencatat tiga kemenangan dan empat kekalahan sebelum akhirnya ditutup dengan hasil minor yang bikin posisi makin rawan.
Dari berbagai laporan media olahraga, salah satu masalah utama PSIS musim ini adalah inkonsistensi performa dan kurangnya efektivitas di lini depan.
Meski sudah melakukan perombakan skuad, termasuk mendatangkan beberapa pemain baru, chemistry tim belum stabil.
Di sinilah Andri masuk. Dia datang bukan cuma bawa papan taktik, tapi juga misi penyelamatan.
Fokus Utama: Selamatkan dari Zona Merah
Targetnya jelas dan nggak neko-neko: bertahan di Liga 2 tanpa drama play-off degradasi.
Dalam beberapa sesi latihan awal, Andri langsung tancap gas.
Intensitas latihan ditingkatkan, komunikasi antar lini diperbaiki, dan evaluasi pertandingan sebelumnya dibedah detail.
Ia ingin PSIS tampil lebih disiplin dan agresif, terutama saat main di kandang.
Menurut berbagai sumber internal tim, Andri menekankan pentingnya mentalitas bertarung. Buat dia, tim sebesar PSIS nggak boleh main setengah hati.
“PSIS itu klub besar. Harusnya nggak ada di posisi sekarang. Kita harus bangkit,” kira-kira itu vibe yang ingin ia bangun di ruang ganti.
Kolaborasi dengan Alfredo Vera
Menariknya, Andri nggak kerja sendirian. Ia bakal kolaborasi bareng Alfredo Vera dan jajaran pelatih lain untuk meracik formula terbaik.
Kombinasi pengalaman internasional Vera dan energi baru Andri diharapkan bisa jadi paket komplet.
Banyak yang bilang ini perjudian. Tapi di sepak bola, kadang keputusan berani justru jadi titik balik.
Tekanan Besar, Tapi Momentum Masih Ada
Kompetisi Pegadaian Championship musim ini super ketat. Selisih poin antar tim papan bawah tipis banget.
Artinya, satu kemenangan bisa langsung ngangkat posisi beberapa tingkat.
PSIS masih punya peluang. Apalagi dukungan suporter di Stadion Jatidiri dikenal luar biasa.
Atmosfer kandang bisa jadi senjata utama dalam misi bertahan hidup ini.
Buat Andri Ramawi, ini kesempatan pembuktian. Dari pelatih yang sempat dipecat di Liga 3, kini ia memegang nasib salah satu klub besar Indonesia.
Apakah ini bakal jadi kisah redemption story paling epic musim ini? Atau justru tekanan terlalu berat?
Yang jelas, satu hal pasti: era baru PSIS sudah dimulai. Dan semua mata sekarang tertuju pada Andri Ramawi dan misinya menyelamatkan Mahesa Jenar dari jurang degradasi.
Editor : Mahendra Aditya