KUDUS- Kejuaraan Klub Mitra PB Djarum 2026 kembali menjadi panggung pembinaan atlet muda dengan format pertandingan yang semakin berkembang.
Sebanyak 518 atlet dari 28 klub yang terdiri dari 25 klub mitra PB Djarum dan tiga klub undangan ambil bagian dalam ajang yang berlangsung di GOR Djarum, Jati, Kudus, Jawa Tengah.
Kompetisi yang diinisiasi Bakti Olahraga Djarum Foundation dan PB Djarum mempertandingkan kategori perorangan U-9 dan U-11 serta nomor beregu U-13 dan U-15.
Khusus sektor beregu, tahun ini format pertandingan mengadopsi sistem kejuaraan beregu dunia, yakni format Piala Thomas & Uber untuk U-13 serta format Piala Sudirman untuk U-15.
Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation sekaligus Ketua PB Djarum, Yoppy Rosimin mengatakan, Kejuaraan Klub Mitra yang digagas PB Djarum bersama Djarum Foundation sejak empat tahun lalu, menjadi wadah peningkatan kualitas atlet muda yang selama ini dibina oleh klub-klub mitra PB Djarum dari berbagai wilayah di Indonesia.
Beberapa klub mitra dan klub undangan yang ambil bagian dalam kompetisi ini ialah PB Talenta Manado (Sulawesi Utara), PB Champion Makassar (Sulawesi Selatan), PB Victory Bandung (Jawa Barat) dan Hevindo Balikpapan (Kalimantan Timur).
“Kejuaraan Klub Mitra merupakan salah satu upaya dari PB Djarum dan Djarum Foundation untuk terus menjaga nyala api semangat bulu tangkis di Indonesia. Dengan kejuaraan ini, tiap-tiap klub dapat mengukur kemampuan para atletnya dan bersama-sama meningkatkan kualitas serta pembinaan sehingga akhirnya kita memiliki banyak atlet-atlet muda mumpuni yang dapat melanjutkan tongkat estafet regenerasi pebulutangkis elit di Tanah Air,” ujar Yoppy.
Ia mencontohkan, upaya ini mulai membuahkan hasil dengan moncernya atlet-atlet klub mitra PB Djarum.
Bahkan, beberapa nama berhasil menembus Pelatnas PBSI. Salah satunya ialah Selsi Jovika yang semula bermain untuk PB Champion Madiun.
Hal serupa juga dialami oleh Moh Zaki Ubaidillah dan Richie Duta Richardo yang memulai karier di PB Champion Klaten sebelum akhirnya masuk PB Djarum.
Selain membantu meningkatkan kualitas atlet, Kejuaraan Klub Mitra itu penting sekali untuk klub dan pelatihnya.
Umumnya pelatih klub mitra adalah mantan atlet PB Djarum, jadi kejuaraan ini membantu ekosistemnya tetap hidup.
Untuk itu, tidak hanya menyelenggarakan kompetisi di berbagai nomor usia, Kejuaraan Klub Mitra juga senantiasa memasukkan coaching clinic dan sharing session bagi para pelatih.
Tahun ini, materi yang dipaparkan oleh Ari Subarkah selaku pelatih fisik PB Djarum ialah peningkatan endurance saat berlaga di gelanggang.
Sementara itu, peningkatan kualitas kompetisi juga terjadi dalam kejuaraan tahun ini dengan mengadopsi format tunggal putra dan putri, beregu putra dan putri hingga beregu campuran.
Sigit Budiarto selaku Ketua Panitia Pelaksana menjelaskan bahwa penerapan tiga sistem pertandingan berbeda dirancang sebagai bagian dari proses pembelajaran kompetitif bagi atlet-atlet muda yang harus terbiasa menghadapi tekanan pertandingan sejak usia dini.
“Tahun ini kami menggunakan sistem turnamen ada tiga kategori yang terdiri dari perorangan putra dan putri, kemudian di U-13 kami menggunakan sistem Thomas dan Uber, dan yang ketiga adalah sistem beregu campuran yang mengadopsi format Piala Sudirman untuk U-15,” jelasnya.
Alasannya, pihak penyelenggara membuat sistem pertandingan seperti ini supaya peserta usia muda semakin terbiasa dengan situasi dan tekanan di setiap pertandingan.
Sementara itu, di tengah lapangan, gengsi meraih gelar juara tersaji nyata di wajah para atlet yang berlaga. Teriakan para supporter menambah tensi perebutan podium tertinggi semakin membara.
Salah satunya terjadi di partai final U-11 tunggal putra yang mempertemukan Zayn Abdullah Rajendra dari PB Champion Klaten melawan Kentaro Javas Kaivan Tsaqib (PB Champion Kebumen).
Zayn yang pernah mengalami kekalahan melawan Kentaro di kejuaraan berbeda, tampil impresif saat memenangi gim pertama dengan skor 21-16. Namun, Kentaro yang juga memperlihatkan permainan tidak mau kalah berhasil unggul tipis di gim kedua (21-19) dan memaksa pertarungan berlanjut ke gim ketiga. Ambisi besar kedua pemain untuk menjadi juara menciptakan situasi saling mengejar skor. Zayn yang sempat tertinggal empat poin 11-15, mampu membalikkan keadaan dan mengunci titel juara dengan skor akhir 21-18.
“Senang banget semua usaha keras dalam latihan dan saat pertandingan membuahkan hasil maksimal dan menjadi juara di Kejuaraan Klub Mitra PB Djarum 2026. Ke depannya, saya ingin lebih sering menang supaya bisa mewujudkan mimpi bermain di kejuaraan tingkat dunia,” kata Zayn.
Pertarungan sengit juga terjadi di partai final U-15. Mengusung format Piala Sudirman, kedua tim yakni Champion Magelang dan Champion Gading Jaya atur strategi agar bisa memetik kemenangan sejak awal.
Di match pembuka, persaingan menegangkan terjadi tatkala ganda campuran Bariq Zhafran/Zahra Tinur Aripin (Champion Magelang) bersua dengan Jonathan Samuel Daloma/Karla Nelvina Telaumbanua. Sempat unggul di gim pertama 21-11, Bariq/Zahra tak kuasa membendung perlawanan Jonathan/Karla di dua gim selanjutnya, 21-23,16-21 dengan total waktu pertandingan 1 jam 31 menit.
Unggul 1-0, Champion Gading Jaya menggandakan kemenangan lewat tunggal putra Erlan Basiturrahman Mantow usai menundukkan Raynard Foster Taygen 21-7,21-14.
Gelar kampiun menjadi milik Champion Gading Jaya setelah memastikan keunggulan di match ketiga yang mempertemukan Allanna Campnou Djohan melawan pemain Champion Magelang, Natha Kayla Jazlyn Sugiono.
Di laga yang berlangsung selama 25 menit itu, Allanna tampil dominan dengan 21-8,21-6.
Jonathan dan Karla yang membuka jalur kemenangan bagi Champion Gading Jaya tak menyangka pesaingan merebut gelar juara di Kejuaraan Klub Mitra PB Djarum akan berjalan sengit.
Ia menilai, torehan prestasi di kategori beregu U-15 yang mengusung format Piala Sudirman ini tak lepas dari buah kerja keras seluruh tim.
”Semoga keberhasilan ini dapat menjadi motivasi buat saya dan teman-teman lain di klub untuk bisa meraih lebih banyak kesuksesan di masa depan,” ujar Jonathan. (gal)
Editor : Mahendra Aditya