Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

57 Pemain Asing di Liga 2 Championship, Didominasi dari Brasil

Mahendra Aditya Restiawan • Selasa, 10 Februari 2026 | 16:19 WIB
BERI KEJUTAN: Striker Persiku Igor Costa (kanan) berseleberasi usai mencetak gol melawan PSIS Semarang waktu lalu
BERI KEJUTAN: Striker Persiku Igor Costa (kanan) berseleberasi usai mencetak gol melawan PSIS Semarang waktu lalu

JEPARA — Liga 2 Championship musim 2025/2026 memasuki fase paling menentukan. Putaran ketiga yang dimulai Sabtu (14/2/2026) bukan sekadar soal taktik di lapangan, melainkan juga cerminan arah kebijakan klub.

Di titik inilah, satu fakta mencuat tajam: 57 pemain asing tersebar di hampir seluruh kontestan, dengan satu pengecualian mencolok—Sriwijaya FC memilih jalan tanpa legiun impor.

Data ini menyingkap peta ketergantungan klub-klub Liga 2 terhadap tenaga asing.

Ada yang menumpuk pemain Brasil, ada yang meramu kombinasi Eropa-Afrika, dan ada pula yang sepenuhnya bersandar pada pemain lokal karena faktor non-teknis.

Liga 2 tak lagi sekadar kompetisi kasta kedua. Ia menjadi etalase strategi bertahan hidup.

Baca Juga: PSIS Semarang Susun Puzzle Pemain pada bursa transfer untuk Bertahan di Liga 2 Championship 2025–2026


Liga 2 Putaran Ketiga: Bukan Sekadar Transfer, Tapi Arah Klub

Putaran ketiga Championship adalah fase akhir yang brutal. Klub bukan hanya mengejar promosi ke kasta tertinggi, tetapi juga menghindari jurang degradasi.

Dalam situasi ini, pemain asing dianggap solusi instan—berpengalaman, adaptif, dan diyakini mampu mengubah hasil pertandingan.

Tak heran jika menjelang putaran penentuan, banyak klub melakukan bongkar-pasang pemain asing. Sebagian mempertahankan wajah lama, sebagian lagi melakukan reset total.

Namun di tengah arus globalisasi skuad, muncul kontras tajam.


Persiku Kudus: All Brasil, Identitas yang Dipertaruhkan

Persiku Kudus memilih jalur ekstrem. Klub ini mengisi seluruh slot pemain asing dengan nama-nama asal Brasil:

Keputusan ini bukan kebetulan. Brasil masih dianggap “pabrik insting menyerang” bagi klub-klub Indonesia. Teknik tinggi, improvisasi cepat, dan naluri gol menjadi alasan utama.

Namun strategi ini juga berisiko. Ketika semua asing berasal dari satu kultur sepak bola, kegagalan adaptasi bisa berdampak sistemik.


Sriwijaya FC: Full Lokal di Tengah Badai Finansial

Di antara 20 klub, Sriwijaya FC berdiri sendirian. Tidak satu pun pemain asing terdaftar di skuad mereka.

Bukan karena pilihan teknis murni, melainkan imbas polemik keuangan yang belum sepenuhnya reda. Klub legendaris asal Sumatra Selatan itu terpaksa bertahan dengan kekuatan lokal.

Ironisnya, di tengah derasnya arus impor pemain, Sriwijaya FC justru menjadi simbol perlawanan—atau keterpaksaan—terhadap tren tersebut.

Baca Juga: Persipura Tekuk Persiku, Puncaki Klasemen Grup Timur


Sebaran 57 Pemain Asing: Liga 2 Rasa Internasional

Jika ditarik lebih luas, 57 pemain asing Liga 2 Championship berasal dari lebih dari 15 negara, dengan dominasi:

Berikut gambaran ringkas distribusinya:

Klub dengan Dominasi Brasil

Klub dengan Campuran Asia

Klub Multinasional


Daftar Ringkas Pemain Asing per Klub (Putaran Ketiga)

Persiku Kudus
Jaime Xavier, Caique Souza, Igor Costa (Brasil)

PSS Sleman
Lucas Gama (Brasil), Frederic Injai (Prancis)

Persela Lamongan
John Mena (Kolombia), Luan Dias, Daniel G (Brasil)

Deltras FC
Neville Tengeg (Kamerun), Yuki Takatoku (Jepang), Rian Lopes (Brasil)

Persipura Jayapura
Artur Vieira (Brasil), Jose Lugo (Kolombia), Victor Mansaray (Amerika)

Persipal Palu
Alan Hancock (Australia), Kenzo Nambu, Riku Ichimura (Jepang)

Barito Putera
Alexsandri, Ranan Alves (Brasil), Cornelius Stewart (Saint Vincent)

Persiba Balikpapan
Kodai Nagashima, Takumu Nishihara (Jepang), Kholmatov (Uzbekistan)

FC Bekasi City
Renan Silva (Brasil), Ezechiel (Chad), Kalugin (Kirgistan)

PSPS Pekanbaru
Gamaroni, Douglas Cruz (Brasil), Francis Yaghr (Ghana)

Persiraja Banda Aceh
Omid Popalzay (Afganistan), Connor Flynn (Inggris), Juan Mera (Spanyol)

PSMS Medan
Kim Jeung-ho (Korea Selatan), Felipe Cadenazzi (Argentina), Clayton Silveira (Brasil)

Persikad Depok
Adriano Duarte (Portugal), Rosalvo Junior (Brasil), Riad Belhadj (Aljazair)

Garudayaksa FC
Everton Nascimento (Brasil), Vytas Gaspuitis (Lituania), Christian Frydek (Ceko)

Persekat Tegal
Iuri Barbosa (Brasil), Pedro Matos (Portugal), Justin Atieda (Prancis)

Sumsel United
Fernando, Cabral, Diego Dall’Oca (Brasil)

Adhyaksa
Ramiro Fergonzi (Italia), Adilson Silva (Portugal), Makan Konate (Mali)

Kendal Tornado
Patrick Cruz (Brasil), Juan Morales (Kolombia), Felipe Ryan (Portugal)

PSIS Semarang
Denilson, Rafael Rodrigues (Brasil), Aldair Simanca (Kolombia)

Sriwijaya FC
— (tanpa pemain asing)

Fenomena ini menimbulkan pertanyaan mendasar:
apakah Liga 2 sedang membangun fondasi, atau sekadar mengejar hasil cepat?

Ketergantungan pada pemain asing memang menjanjikan efek instan, namun berpotensi menggerus jam terbang pemain lokal—kecuali bagi klub yang terpaksa, seperti Sriwijaya FC.

Liga 2 Championship kini menjadi laboratorium ekstrem antara pragmatisme dan idealisme.

Editor : Mahendra Aditya
#Liga 2 Championship 2025 2026 #daftar pemain asing Liga 2 2026 #Transfer Pemain Liga 2 #pemain asing liga 2 #psis #persiku kudus #Sriwijaya FC tanpa pemain asing #PSIS Semarang #Liga 2 #Liga 2 Championship