RADAR KUDUS – AS Roma kembali mengukir hasil penting di Liga Italia Serie A musim 2025/26.
Di Stadio Olimpico, Giallorossi menang meyakinkan 2-0 atas Cagliari, berkat dua gol gemilang dari penyerang asal Belanda, Donyell Malen.
Gol brace itu tak hanya memastikan kemenangan bagi Roma tetapi juga menjadikan Malen sebagai Player of the Match dan salah satu penyerang paling tajam di Serie A saat ini.
Dominasi Sejak Laga Dimulai
Roma tampil dominan sejak wasit meniup peluit kick-off.
Tim asuhan pelatih Gian Piero Gasperini menguasai tempo permainan, memperlihatkan struktur serangan yang rapih dan kombinasi yang mengalir di lini tengah.
Cagliari yang datang dengan taktik reaktif kesulitan dalam menahan gempuran tuan rumah.
Serangan demi serangan Aparat Giallorossi akhirnya membuahkan hasil di menit ke-25, ketika Malen membuka keunggulan dengan tembakan chip cantik dari sudut sempit yang menaklukkan kiper lawan — gol yang kemudian viral dan menjadi sorotan media sepak bola Eropa.
Malen Cetak Brace yang Menentukan
Gol kedua Malen tercipta pada pertengahan babak kedua. Penyerang Belanda itu memanfaatkan umpan matang dari rekan setim di area penalti, melepaskan tendangan akurat yang memastikan skor akhir menjadi 2-0.
Dua gol tersebut sekaligus merupakan brace keduanya di Serie A sejak bergabung bersama Roma, dan merupakan gol penting dalam posisi timnya di klasemen.
Penampilan Malen juga mendapatkan pujian langsung dari Gian Piero Gasperini usai laga. Pelatih Roma menyebut bahwa striker bernomor punggung 14 tersebut memiliki karakter menyerang yang mirip dengan legenda sepak bola Italia, serta akan menjadi kunci serangan bagi Roma di sisa musim ini.
Player of the Match dan Sorotan Media
Malen tak hanya sekadar mencetak gol pada laga itu — statistik tiga gol dalam empat pertandingan pertamanya bersama Roma menunjukkan jika ia sedang dalam performa terbaik sejak pindah ke Serie A.
Penampilan tajam dan konsistensi eksekusinya menjadi bahan pujian oleh media serta penggemar yang menyaksikan laga.
Komentar fans di forum daring maupun media sosial juga memberi apresiasi tinggi, menyebut Malen sebagai “motor serangan” dan secara luas dianggap sebagai pemain terbaik di lapangan pada pertandingan tersebut.
Kontribusi Taktik dan Kemenangan Strategis
Selain dua gol Malen, kemenangan ini menunjukkan bagaimana strategi Gasperini — dengan tekanan tinggi dan transisi cepat dari lini tengah — berjalan efektif.
Roma unggul jauh dari segi peluang dan penguasaan bola, menciptakan lebih banyak ancaman meski Cagliari mencoba bertahan dengan rapat.
Gelar kemenangan ini menjadi momentum penting bagi Roma, terutama setelah beberapa hasil kurang maksimal dalam beberapa laga sebelumnya di Serie A.
Dengan tiga poin penuh, Giallorossi kini kembali naik ke posisi papan atas klasemen liga, dan secara matematika kini setara poin dengan Juventus di peringkat ke-4, memperkuat harapan Roma untuk kembali ke kompetisi Eropa musim depan.
Dampak Kemenangan dan Tantangan Selanjutnya
Kemenangan ini menjadi suntikan moral bagi Roma menjelang laga-laga penting berikutnya.
Sementara Cagliari masih bergulat di papan tengah klasemen dan berusaha keluar dari tren inkonsistensi, Roma di sisi lain memanfaatkan momentum untuk mengokohkan posisi mereka di jalur perebutan tiket kompetisi Eropa elite.
Tak hanya itu, keberhasilan Malen mencetak dua gol — termasuk gol chip yang memukau — menandai bahwa pemain muda ini bukan sekadar pelengkap skuad, tetapi bisa menjadi penyerang utama yang menentukan nasib pertandingan krusial di Serie A musim ini.
Posisi AS Roma di Klasemen Serie A (Terkini)
Setelah kemenangan 2-0 atas Cagliari, AS Roma sementara berada di 5 besar klasemen Serie A dengan poin yang setara dengan tim di posisi 4 besar (dua tim teratas terus bersaing).
Kemenangan ini tidak hanya memberikan tiga poin berarti tetapi juga membawa Roma sejajar dengan kompetitor terdekatnya, memperkuat peluang untuk finis di zona kompetisi Eropa musim depan.
Editor : Mahendra Aditya