Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

UPDATE SCORE Semifinal AFC Futsal Asian Cup 2026: Motoishi Blunder, Indonesia Unggul 2-0

Mahendra Aditya Restiawan • Kamis, 5 Februari 2026 | 20:21 WIB
Timnas futsal Indonesia akan menghadapi Jepang di semifinal AFC Futsal Asian Cup 2026
Timnas futsal Indonesia akan menghadapi Jepang di semifinal AFC Futsal Asian Cup 2026

 

RADAR KUDUS - Jakarta seolah berhenti bernapas pada Kamis malam itu. Di dalam arena, sorak penonton naik turun mengikuti alur permainan.

Di lapangan, Timnas Futsal Indonesia sedang menulis cerita yang tak biasa—cerita tentang keberanian, disiplin, dan mimpi menantang dominasi Asia.

Semifinal AFC Futsal Asian Cup 2026 mempertemukan Indonesia dengan Jepang, lawan yang selama bertahun-tahun berdiri di level yang terasa jauh di atas.

Namun malam ini, jarak itu perlahan menghilang. Garuda Futsal tidak datang untuk bertahan. Mereka datang untuk menyerang, melawan, dan memaksa Jepang keluar dari zona nyaman.


Kickoff: Indonesia Langsung Menggebrak

Begitu peluit awal dibunyikan, Indonesia langsung menunjukkan niatnya. Tekanan tinggi diterapkan sejak menit pertama. Tidak ada waktu bagi Jepang untuk membangun serangan dengan tenang.

Peluang awal langsung tercipta. Israr Megantara memanfaatkan situasi kick-in dan melepaskan sepakan kaki kiri. Arah bola belum menguji Hiroshi Tabuchi, tetapi cukup untuk memantik kepercayaan diri Garuda.

Tak lama berselang, Firman Adriansyah mencoba peruntungan lewat tembakan jarak jauh. Bola melebar, namun pesan sudah jelas: Indonesia tidak akan menunggu diserang.

Pressing ketat membuat Jepang sulit memainkan pola cepat mereka. Aliran bola Samurai Biru kerap terputus di tengah, dipaksa bermain lebih direct dari biasanya.


Jepang Mulai Menggeliat, Indonesia Sempat Ketar-ketir

Menit-menit awal tidak sepenuhnya milik Indonesia. Jepang perlahan menaikkan tempo. Shoto Yamanaka hampir membuka skor ketika sepakan kaki kirinya meluncur tipis di sisi gawang Ahmad Habiebie.

Momen itu membuat jantung publik tuan rumah berdegup lebih kencang. Brian Ick sempat kehilangan keseimbangan di sisi kanan dan nyaris memberi ruang bagi Jepang untuk melakukan serangan balik cepat. Namun respons cepat Brian dan posisi sigap Habiebie membuat situasi kembali aman.

Indonesia tetap berani keluar menyerang. Yogi Saputra menusuk dari sudut sempit, melewati satu pemain lawan, lalu menembak dengan kaki kiri. Tabuchi masih terlalu siap.


Jepang Frustrasi, Pilih Tembakan Jarak Jauh

Kesulitan menembus pertahanan rapat Indonesia membuat Jepang mulai frustrasi. Beberapa kali mereka mencoba peruntungan dari luar circle.

Kapten Kazuya Shimizu melepaskan sepakan keras setelah menerima bola dari lemparan Tabuchi. Pola ini menandai perubahan pendekatan Jepang yang mulai kehabisan ide di area berbahaya.

Indonesia tetap solid. Garis pertahanan rapat, jarak antarpemain terjaga. Setiap ruang tembak ditutup cepat.


Menit ke-12: Samuel Eko Pecah Kebuntuan

Tekanan Indonesia akhirnya berbuah manis. Menit ke-12 menjadi titik balik.

Serangan bertubi-tubi memaksa Jepang gagal membersihkan bola dengan sempurna. Si kulit bundar liar di depan area berbahaya. Samuel Eko muncul di waktu yang tepat.

Tanpa ragu, sepakan kaki kirinya dilepaskan dari luar circle. Bola meluncur deras menembus pertahanan Jepang dan bersarang di gawang Tabuchi.

Sorak sorai langsung pecah—namun tertahan. Pemain Jepang melayangkan protes, mengklaim ada pelanggaran terhadap Tabuchi. Wasit Fahad Badir menghentikan laga sejenak dan melakukan komunikasi VAR.

Detik-detik terasa panjang. Hingga akhirnya keputusan diambil: gol disahkan.

Indonesia unggul 1-0. Arena meledak.

Gol ini bukan hanya soal skor. Ini adalah pernyataan.


Jepang Meningkatkan Intensitas, Habiebie Jadi Benteng

Tertinggal satu gol membuat Jepang tampil jauh lebih agresif. Sirkulasi bola dipercepat. Tekanan diarahkan dari berbagai sisi.

Tomoki Yoshikawa mendapat peluang emas dari dalam circle. Sepakan kaki kirinya mengarah ke gawang, namun Ahmad Habiebie tampil luar biasa dengan refleks cepat. Penyelamatan itu memancing protes Yoshikawa yang berujung kartu kuning.

Habiebie kembali jadi pusat perhatian. Bahkan ia sempat membantu serangan dengan naik ke area Jepang dan melepaskan tembakan dari sisi kanan, meski belum menemui sasaran.

Jepang semakin nekat. Tabuchi tak ragu naik jauh dari gawangnya, berperan sebagai pemain tambahan. Ia bahkan sempat melepaskan tembakan dari tengah lapangan, meski bola melayang di atas mistar.


Tiang Gawang Selamatkan Indonesia

Ancaman paling serius datang dari sepakan Harada. Bola menghantam tiang kiri gawang Habiebie. Stadion seketika terdiam.

Itu menjadi alarm keras. Keunggulan Indonesia masih sangat rapuh.

Namun hingga peluit babak pertama dibunyikan, Garuda Futsal tetap fokus. Skor 1-0 bertahan hingga jeda.


Babak Kedua Dimulai: Indonesia Tak Mengendur

Indonesia membuka babak kedua dengan penuh percaya diri. Penguasaan bola langsung dipegang.

Peluang emas datang di menit ke-21. Israr Megantara mengirim umpan silang mendatar dari sisi kiri. Mochammad Iqbal menyambutnya dengan sepakan cepat. Sayang, Tabuchi kembali sigap dengan kaki.

Indonesia tetap agresif. Brian Ick dan rekan-rekan terus menekan, memaksa Jepang bermain dengan tempo tinggi yang melelahkan.


Menit ke-23: Gol Bunuh Diri, Indonesia Menjauh

Kejutan kembali terjadi. Indonesia menggandakan keunggulan di menit ke-23.

Berawal dari operan Ardiansyah Nur yang diarahkan ke Brian Ick. Dalam upaya menghalau, Takehiro Motoishi justru salah mengantisipasi. Bola berbelok arah dan masuk ke gawang sendiri.

Skor berubah 2-0 untuk Indonesia.

Jepang terpukul. Mereka kini tertinggal dua gol dan waktu mulai menjadi musuh.


Jepang Main Total, Tabuchi Terus Naik

Tertinggal 0-2 memaksa Jepang bermain habis-habisan. Tabuchi semakin sering meninggalkan gawang, ikut membangun serangan dari belakang.

Namun Indonesia tak goyah. Setiap tembakan Jepang diblok, setiap ruang ditutup. Habiebie kembali menepis tembakan Uchida dengan kaki kanan—penyelamatan yang mempertegas statusnya sebagai bintang laga.

Brian Ick, meski sempat terkapar memegangi betis kanan, tetap memaksakan diri bertahan. Semangat juangnya menjadi simbol malam itu.


Indonesia Tak Lagi Inferior

Lebih dari sekadar skor, pertandingan ini memperlihatkan perubahan mental.

Indonesia tidak lagi sekadar bertahan dari tekanan Jepang. Mereka berani memegang bola, berani menekan, dan berani bermimpi lebih jauh.

Semifinal ini belum berakhir. Namun satu hal sudah jelas: Garuda Futsal sedang menulis bab baru dalam sejarahnya.

Mereka tidak sedang menunggu keajaiban.
Mereka sedang menciptakannya.

Editor : Mahendra Aditya
#Indonesia vs Jepang #semifinal AFC Futsal Asian Cup 2026 #afc futsal asian cup 2026