RADAR KUDUS - Cristiano Ronaldo kembali jadi pusat perhatian, kali ini bukan karena gol atau selebrasi ikoniknya.
Megabintang Portugal itu justru menghilang dari daftar pemain Al Nassr saat timnya menghadapi Al Riyadh pada lanjutan Liga Pro Saudi, Senin (2/2/2026).
Absennya Ronaldo memicu spekulasi besar: sang kapten Timnas Portugal disebut tengah kecewa berat dengan manajemen klub.
Menurut laporan Sky Sports News, Ronaldo sama sekali tidak mengalami masalah kebugaran. Ia juga tidak sedang diistirahatkan.
Fakta bahwa namanya tak masuk skuad memperkuat dugaan bahwa ada persoalan non-teknis di balik keputusannya menepi.
Isunya mengarah pada ketidakpuasan Ronaldo terhadap cara klub dikelola.
Al Nassr diketahui menjadi salah satu dari empat klub Liga Pro Saudi yang berada di bawah naungan Public Investment Fund (PIF) Arab Saudi. Tiga klub lainnya adalah Al Hilal, Al Ahli, dan Al Ittihad.
Namun, Ronaldo merasa Al Nassr tidak mendapatkan perlakuan yang sama, terutama dalam urusan transfer pemain.
Dalam pandangan Ronaldo, PIF dinilai lebih royal dan agresif dalam memperkuat Al Hilal, Al Ahli, serta Al Ittihad. Kondisi ini kontras dengan Al Nassr yang dianggap kurang mendapatkan dukungan maksimal, meski Ronaldo terus tampil produktif sejak mendarat di Arab Saudi.
Sebagai perbandingan, Al Hilal menjalani bursa transfer dengan cukup mewah.
Klub tersebut berhasil mendatangkan mantan bek Arsenal, Pablo Mari, serta santer dikaitkan dengan transfer bernilai besar untuk striker Rennes, Kader Meite.
Tak hanya itu, Al Hilal juga sukses mengamankan Karim Benzema dengan status bebas transfer.
Benzema sendiri menjadi sorotan tersendiri. Penyerang asal Prancis itu dikabarkan menerima gaji fantastis, mencapai sekitar 1,6 juta poundsterling per pekan.
Ia menandatangani kontrak berdurasi satu setengah tahun setelah kontraknya bersama Al Ittihad berakhir.
Bahkan sebelum pindah, Benzema disebut menolak tawaran perpanjangan kontrak dari klub lamanya karena merasa tidak dihargai, hingga memilih absen dalam laga terakhir Al Ittihad.
Situasi ini disebut-sebut membuat Ronaldo semakin geram.
Ia merasa kontribusinya di lapangan, termasuk banjir gol yang dicetaknya, belum berbuah gelar juara bagi Al Nassr.
Harapan Ronaldo agar klub bergerak lebih agresif di bursa transfer demi memperkuat skuad ternyata tidak terwujud.
Koresponden utama Sky Sports News, Kaveh Solhekol, menyebut kondisi ini sebagai bentuk “mogok halus” dari Ronaldo.
Meski mengantongi penghasilan fantastis hingga sekitar 500 ribu poundsterling per hari, Ronaldo dikabarkan sangat kecewa dengan arah kebijakan klub.
“Ronaldo merasa Al Nassr tidak mendapatkan investasi sebesar klub-klub PIF lainnya. Ia berharap ada suntikan besar untuk memperkuat tim dan bersaing merebut gelar, tetapi itu tidak terjadi. Karena itulah, ia memilih tidak bermain,” ujar Solhekol.
Di sisi lain, dinamika Liga Pro Saudi juga diwarnai keputusan Ivan Toney. Striker asal Inggris itu menolak peluang kembali ke Eropa bersama Juventus maupun dua klub Premier League.
Toney memilih bertahan di Al Ahli, klub yang membuatnya merasa nyaman dan tampil tajam dengan torehan 56 gol dari 72 pertandingan sejak didatangkan dari Brentford senilai 40 juta poundsterling.
Drama Ronaldo ini pun memunculkan tanda tanya besar: apakah hubungan CR7 dan Al Nassr masih bisa diselamatkan, atau justru menjadi awal dari babak baru konflik sang superstar di Timur Tengah?
Yang jelas, absennya Ronaldo kali ini bukan sekadar soal sepak bola, melainkan juga soal ego, ambisi, dan rasa keadilan.
Editor : Mahendra Aditya