MALANG — Persijap Jepara harus pulang tanpa poin usai kalah tipis 0-1 dari Arema FC. Dalam laga lanjutan kompetisi yang digelar di Stadion Kanjuruhan, Malang, Senin (2/2) sore.
Duel berlangsung ketat, penuh tensi, dan diwarnai dua gol Persijap yang dianulir wasit.
Sejak awal laga, Persijap tampil agresif meski berstatus sebagai tim tamu.
Tekanan langsung dilancarkan demi mencuri gol cepat. Hasilnya, Borja Herrera sempat membobol gawang Arema pada menit ke-5, namun gol tersebut dianulir karena offside.
Usai gol dianulir, Persijap berusaha mengatur tempo permainan.
Tekanan terus dibangun melalui skema bola mati dan sepak pojok beruntun.
Kolektivitas lini pertahanan juga terlihat solid, dengan Charlos Franca turut aktif membantu sektor tengah, sementara Aly Ndom beberapa kali mencoba melepaskan passing jarak jauh, untuk membuka ruang serangan.
Peluang kembali didapat Persijap pada menit ke-24. Borja Herrera melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti, namun bola masih melenceng tipis di sisi kiri gawang Arema.
Laskar Kalinyamat juga mengandalkan transisi cepat, namun serangan-serangan tersebut kerap kandas oleh disiplin pertahanan Arema.
Penampilan impresif kiper Sendri Johansyah juga patut diacungi jempol. Sebab beberapa kali menggagalkan tandukan ataupun tendangan para pemain Singo Edan.
Petaka bagi Persijap datang pada menit ke-36. Rio Fahmi melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti, dan mengenai Hansamu Yama Pranata.
Membuat bola berbelok arah dan mengecoh Sendri Johansyah, hingga bersarang di gawang.
Arema unggul 1-0 hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Persijap kembali meningkatkan intensitas serangan. Tekanan demi tekanan dibangun melalui kombinasi cepat antarlini.
Pada menit ke-59, Charlos Franca sempat menjebol gawang Arema setelah menerima aliran bola dari Borja Herrera dan Iker Guarrotxena, namun gol tersebut kembali dianulir karena offside.
Keputusan tersebut sempat memicu ketegangan, baik di lapangan maupun di area bangku cadangan. Dengan protes dari pemain dan tim pelatih Persijap.
Tensi pertandingan pun meningkat dan permainan berlangsung dalam atmosfer panas.
Di sisa waktu laga, Iker Guarrotxena dan Borja Herrera menjadi motor utama transisi serangan Persijap. Termasuk Sudi yang turut dimainkan di 10 menit terakhir.
Meski terus menekan hingga tambahan waktu delapan menit di babak kedua, Persijap Jepara tetap gagal mencetak gol penyeimbang.
Skor 1-0 untuk kemenangan Arema FC bertahan hingga peluit panjang dibunyikan. Membuat Persijap masih tertahan di peringkat ke-16 BRI Super League.(fik)
Editor : Mahendra Aditya