Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Hasil Shakedown F1 2026 Barcelona: Ferrari dan Mercedes Paling Meyakinkan

Redaksi Radar Kudus • Senin, 2 Februari 2026 | 10:41 WIB
ilustrasi Ferrari dan Mercedes (foto:Motor Sport Magazine)
ilustrasi Ferrari dan Mercedes (foto:Motor Sport Magazine)

RADAR KUDUS - Fase pertama rangkaian tes awal musim Formula 1 2026 telah resmi berakhir.

Selama lima hari pelaksanaan shakedown di Sirkuit Barcelona, para pembalap dan tim menjalani uji coba awal untuk pertama kalinya di era regulasi baru 2026, yang disebut-sebut sebagai salah satu perubahan regulasi paling besar dalam tiga dekade terakhir.

Tes pramusim ini berlangsung tertutup dari sorotan media. Informasi yang tersedia pun sangat terbatas karena setiap tim menjaga kerahasiaan data teknis mereka.

Meski demikian, sejumlah gambaran awal mengenai kekuatan dan tantangan masing-masing tim mulai terlihat dari catatan waktu, jumlah putaran, serta laporan reliabilitas mesin.

Ferrari dan Mercedes menjadi dua tim yang tampil paling solid sepanjang shakedown Barcelona.

Ferrari menutup tes dengan manis setelah Lewis Hamilton mencatatkan waktu tercepat pada hari terakhir, yang langsung membangkitkan optimisme besar di kalangan tifosi.

Secara keseluruhan, tim asal Maranello menjalani tes tanpa kendala berarti dengan mengumpulkan sekitar 430 putaran selama tiga hari.

Baik Charles Leclerc maupun Lewis Hamilton belum banyak memberikan komentar terkait performa mobil, namun keduanya menyampaikan kesan positif dan tidak melaporkan masalah besar.

Meski catatan waktu tes kerap tidak mencerminkan kekuatan sesungguhnya saat musim berjalan, Ferrari setidaknya menunjukkan fondasi yang jauh lebih meyakinkan dibandingkan awal era regulasi mesin 2014, ketika mereka sempat mengalami banyak kendala teknis.

Dari sisi reliabilitas, mesin Ferrari mencatatkan total sekitar 900 putaran selama tes gabungan.

Sementara itu, Mercedes justru dianggap publik sebagai kandidat terkuat di regulasi baru 2026. Keunggulan utama pabrikan Jerman tersebut terlihat pada aspek reliabilitas mesin.

George Russell dan Kimi Antonelli berhasil mencatatkan sekitar 500 putaran, dan jika digabung dengan seluruh tim pelanggan Mercedes, total jarak tempuh mereka melampaui 1.000 putaran.

Mercedes juga tampil kompetitif dari sisi kecepatan dengan memimpin dua dari lima hari tes.

Seluruh program berjalan lancar tanpa hambatan berarti, mencerminkan progres pengembangan yang sangat cepat. Meski demikian, tim memilih bersikap hati-hati dan berupaya meredam ekspektasi publik.

Dua tim besar lainnya, Red Bull dan McLaren, juga menunjukkan performa yang cukup solid meski tidak tampil agresif seperti Ferrari dan Mercedes.

McLaren baru memulai tes pada hari ketiga dan lebih fokus mengumpulkan data. Mereka sempat mengalami masalah sistem bahan bakar pada hari Kamis, yang membuat Oscar Piastri hanya mencatatkan 48 putaran.

Total jarak tempuh McLaren tercatat sekitar 280 putaran, relatif lebih sedikit dibanding tim papan atas lainnya. McLaren disebut akan membawa spesifikasi mobil berbeda pada tes Bahrain mendatang.

Red Bull memberikan impresi positif lewat mesin RBPT-Ford yang menunjukkan reliabilitas baik dengan total lebih dari 600 putaran.

Meski Liam Lawson sempat memicu red flag di hari pertama akibat masalah sistem anti-stall, insiden tersebut tidak berkaitan dengan mesin.

Namun, sesi Red Bull sempat terganggu setelah Isack Hadjar mengalami insiden di hari kedua, memaksa tim menunggu kedatangan suku cadang hingga hari terakhir.

Max Verstappen menilai mesin RBPT cukup solid, meski masih kompleks dan membutuhkan pengembangan lebih lanjut.

Di papan tengah, Haas dan Alpine tampil menjanjikan. Haas mencatatkan sekitar 390 putaran, meski sempat terganggu masalah sensor di hari kedua.

Performa konsisten di hari pertama dan terakhir membuat mereka disebut-sebut memiliki paket mobil yang kompetitif untuk bersaing di lini tengah.

Alpine juga menunjukkan progres positif di era barunya bersama mesin Mercedes.

Setelah kendala kecil di hari pembuka, mereka mampu mengumpulkan 340 putaran dan menunjukkan reliabilitas yang baik, membuka peluang kebangkitan usai musim lalu finis di posisi terbawah.

Audi menjalani tes Barcelona sebagai ujian awal mereka sebagai pabrikan baru. Hari pertama berjalan sulit dengan Gabriel Bortoleto hanya mencatatkan 27 putaran akibat masalah teknis.

Nico Hulkenberg juga sempat mengalami kendala, namun tim berhasil melakukan perbaikan cepat.

Di hari terakhir, Audi akhirnya menjalani sesi paling produktif dengan 144 putaran, dan total keseluruhan mencapai 240 putaran, memberikan data berharga untuk pengembangan lanjutan.

Sementara itu, tim debutan Cadillac mengakui mengalami banyak masalah, mulai dari integrasi mesin hingga sistem elektronik.

Sergio Perez menyebut berbagai kendala membuat timnya hanya mampu mencatatkan sekitar 160 putaran sepanjang tes.

Meski demikian, tes ini dianggap penting sebagai sarana pembelajaran awal di tengah kompleksitas regulasi baru.

Aston Martin juga menyisakan tanda tanya besar setelah hanya menjalani dua hari tes.

Lance Stroll sempat terhenti setelah mobil AMR26 mengalami gangguan, sementara sesi terakhir Fernando Alonso berjalan lebih positif.

Fokus utama Aston Martin adalah pengumpulan data bagi Honda, yang untuk pertama kalinya menguji mesin barunya di lintasan.

Demi keamanan, Honda masih membatasi output tenaga sehingga kecepatan maksimum mobil dibatasi sekitar 250 km/jam.

Secara umum, para pembalap memberikan kesan positif terhadap mobil 2026 saat diuji langsung di sirkuit.

Meski membutuhkan adaptasi, regulasi baru dinilai memberi ruang lebih besar bagi pembalap untuk mengeksplorasi gaya balap, terutama pada akselerasi dan lintasan lurus, meski kecepatan di tikungan sedikit menurun.

Catatan waktu terbaik Hamilton masih terpaut sekitar empat detik dari pole position Barcelona musim lalu.

FIA memprediksi mobil 2026 akan sekitar dua detik lebih lambat, namun berpotensi kembali menyamai performa sebelumnya dalam satu hingga dua tahun pengembangan.

Dengan banyaknya dinamika yang terjadi, tes pramusim di Bahrain bulan depan akan menjadi momen krusial untuk melihat peta kekuatan sebenarnya menjelang musim Formula 1 2026. (Ghina)

Editor : Ali Mustofa
#mercedes #ferrari