Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Lini Depan Persib Bandung Jadi Sorotan, Finishing Akan Dimaksimalkan saat Bertandang ke Persis Solo

Mahendra Aditya Restiawan • Rabu, 28 Januari 2026 | 17:17 WIB
Layvin Kurzawa Persib Bandung
Layvin Kurzawa Persib Bandung

RADAR KUDUS - Persib Bandung memang datang ke Solo dengan status pemuncak klasemen Super League 2025–2026. Namun bagi Bojan Hodak, posisi itu justru alarm, bukan alasan untuk berpuas diri.

Menjelang laga tandang melawan Persis Solo di Stadion Manahan, Sabtu (31/1/2026), sorotan pelatih asal Kroasia itu mengarah ke satu sektor krusial yang belum beres: lini depan.

Di balik dominasi penguasaan bola dan kontrol permainan dalam beberapa laga terakhir, Persib menyimpan problem laten—penyelesaian akhir yang belum klinis.

Masalah ini kembali muncul saat Maung Bandung menghadapi PSBS Biak. Permainan mengalir, peluang tercipta, tapi gol datang dengan susah payah.

Hodak tak menutup mata. Ia justru menjadikan kegagalan itu sebagai bahan bakar evaluasi.

Baca Juga: Alasan Bojan Hodak Menunda Debut Kurzawa Bersama Persib, Ternyata Karena Ini

Video Bicara Lebih Jujur dari Statistik

Alih-alih sekadar sesi latihan biasa, persiapan Persib diawali dengan pemutaran rekaman pertandingan. Hodak mengajak para pemain melihat ulang momen-momen krusial: ruang yang tercipta, peluang yang terbuang, dan keputusan yang terlambat.

“Kami meninjau ulang pertandingan, menganalisis detail, lalu mulai mengasah aspek taktik,” ujar Hodak.

Baginya, masalah Persib bukan pada skema besar. Struktur permainan dinilai sudah berjalan. Yang belum optimal adalah eksekusi di sepertiga akhir—fase paling menentukan dalam pertandingan.

Striker Kembali, Tapi Belum Sepenuhnya Lepas

Andrew Jung dan Ramon Tanque kembali menjadi pusat perhatian. Dua penyerang ini baru pulih dari cedera dan belum sepenuhnya menemukan ketajaman terbaiknya. Hodak paham situasinya. Cedera bukan hanya soal fisik, tapi juga mental dan ritme.

“Dua striker kami baru kembali dari cedera. Sekarang mereka sudah lebih baik,” kata Hodak, singkat tapi penuh makna.

Persib membutuhkan mereka bukan sekadar hadir, tetapi efektif. Di laga-laga ketat, satu peluang bisa menentukan nasib tiga poin.

Ancaman Lawan Papan Bawah yang Selalu Sama

Ada satu pola yang terus berulang: Persib kerap kesulitan saat menghadapi tim yang berada di zona bawah. Bukan karena kalah kualitas, melainkan karena lawan bermain disiplin dengan blok rendah—menumpuk pemain di area sendiri dan menutup ruang.

Strategi “parkir bus” kembali menyulitkan Maung Bandung. Dominasi bola tak otomatis berbanding lurus dengan jumlah gol. Melawan PSBS, Persib harus menunggu satu momen efektif untuk mencetak gol semata wayang lewat Berguinho.

Skenario serupa sangat mungkin terulang saat menghadapi Persis.

Persis Solo Bukan Tim Lemah

Meski berada di papan bawah, Persis Solo bukan lawan yang bisa dipandang sebelah mata. Pergantian pelatih ke tangan Milomir Seslija membawa perubahan pendekatan permainan. Hodak menilai Persis tampil lebih terstruktur dan berani.

Bahkan dalam laga terakhir kontra Borneo FC, Hodak menyebut Persis tak layak kalah.

“Mereka bermain sistematis. Di laga terakhir, mereka sebenarnya tidak pantas kalah,” ujarnya.

Ini peringatan terbuka: posisi klasemen bisa menipu. Di Manahan, Persib akan menghadapi tim yang sedang mencari momentum dan tak punya beban besar.

Manahan, Ujian Konsentrasi dan Kesabaran

Bermain di Stadion Manahan selalu menuntut kesabaran ekstra. Tekanan suporter, cuaca, dan tempo pertandingan bisa memancing emosi. Hodak ingin Persib tetap dingin—mengontrol ritme tanpa tergesa.

Ia menekankan satu hal: bermain 100 persen sejak menit awal. Setengah hati bisa berakibat fatal.

“Ini akan jadi laga sulit seperti biasanya. Semua tim akan bermain maksimal. Kami berharap bisa membawa pulang hasil positif,” kata Hodak.

Puncak Klasemen Tak Menjamin Apa-Apa

Di fase ini, Persib berada di persimpangan penting. Menang berarti menjaga jarak dari pesaing. Gagal memaksimalkan peluang bisa membuka celah bagi tim di bawah untuk mengejar.

Evaluasi sektor depan bukan sekadar koreksi teknis, melainkan peringatan strategis. Persib harus belajar mematikan laga lebih cepat, bukan membiarkannya hidup hingga menit akhir.

Hodak memahami satu hal yang sering dilupakan: juara bukan tim yang paling dominan, tapi yang paling efisien.

Editor : Mahendra Aditya
#Layvin Kurzawa Persib #indonesia super league #persis vs persib #persib bandung #layvin kurzawa #Kurzawa ke Persib Bandung #stadion manahan #marc klok #bojan hodak