RADAR KUDUS - Liga 4 Sumatera Barat musim 2025/2026 baru memasuki pekan awal, tetapi getarnya sudah terasa kuat.
Match day kedua langsung melahirkan kejutan besar. Tim yang datang tanpa sorotan berlebihan, PSLA Sicincin, justru mencuri panggung dengan menumbangkan juara bertahan Josal FC Piaman secara meyakinkan.
Bertanding di Stadion Utama Sumbar, Lubuk Alung, Selasa (27/1/2026), PSLA Sicincin tampil efektif, disiplin, dan tanpa beban. Hasil akhirnya mencolok: kemenangan 2-0 atas tim yang musim lalu paling ditakuti di kompetisi ini.
Ini bukan sekadar tiga poin. Ini adalah pesan keras bahwa peta kekuatan Liga 4 Sumbar mulai bergeser.
Baca Juga: Hari Kedua Liga 4 Zona Sulsel: Mangiwang FC Hadapi Ancaman MRC Bulukumba
Gol Cepat yang Mengubah Segalanya
Pertandingan belum genap berjalan lima menit ketika stadion dibuat terdiam. Ariswan Hanif, striker senior PSLA Sicincin, membuka keunggulan lewat eksekusi bola mati yang dieksekusi nyaris sempurna. Tendangan bebasnya meluncur mulus tanpa mampu diantisipasi barisan belakang Josal FC.
Gol cepat itu bukan hanya membuka skor, tetapi mengoyak rencana permainan Josal FC sejak awal. Tim juara bertahan dipaksa keluar dari zona nyaman, sementara PSLA semakin percaya diri memainkan tempo yang mereka inginkan.
Josal FC mencoba merespons. Kombinasi lini tengah yang diisi pemain berpengalaman seperti Zeer Azuma, La Ode Muhammad Harun, dan Ikhsan Saifullah mulai bekerja. Aliran bola diarahkan untuk membuka ruang bagi Ahmad Afrizal dan Fajar Ginting di lini depan.
Namun, pertahanan PSLA Sicincin tampil dingin dan rapi.
Baca Juga: Hidup-Mati di Solo: PSGC Ciamis Taruhkan Segalanya Demi Tiket Liga 2
Benteng Tenang, Serangan Efisien
Nama-nama seperti Faiq Deopra, Teguh Aljanu, dan Alfiano Ramadhan menjadi tembok kokoh yang sulit ditembus. Mereka tidak bermain keras berlebihan, tapi membaca permainan dengan presisi. Setiap upaya Josal FC dipatahkan sebelum benar-benar berbahaya.
Ketika Josal mulai meningkatkan intensitas di babak kedua, PSLA justru menambah luka. Menit ke-65, Ariswan Hanif kembali menjadi mimpi buruk. Lewat aksi solo run dari sisi kiri, ia melewati satu bek, mengecoh penjaga terakhir, lalu menuntaskan peluang dengan penyelesaian tenang.
Skor 2-0. Stadion bergemuruh. Juara bertahan mulai kehilangan arah.
PSLA: Datang Tanpa Beban, Pulang dengan Pernyataan
Menariknya, kemenangan PSLA Sicincin bukan hasil persiapan mewah. Pelatih Dodi Hirwan ‘Leo’ secara terbuka mengakui timnya datang ke Liga 4 dengan kondisi yang jauh dari ideal.
Namun justru di situlah kekuatan mereka.
PSLA bermain tanpa tekanan target berlebihan. Mayoritas pemain telah lama bersama, memahami karakter satu sama lain, dan tampil dengan komunikasi yang cair. Chemistry menjadi senjata utama.
“Kami tidak datang membawa beban besar. Anak-anak bermain lepas, menikmati pertandingan, dan itu justru membuat mereka berani,” ungkap Dodi Leo usai laga.
Pendekatan ini terbukti ampuh. Dua kemenangan dari dua laga membuat PSLA Sicincin mengoleksi enam poin penuh dan langsung menempel papan atas klasemen, bersaing ketat dengan PSP dan PSPP.
Baca Juga: Garudayaksa FC Bidik Bek Eks Timnas Lithuania, Nama Vytas Gašpuitis Menggema di Pakansari
Josal FC: Alarm Dini untuk Sang Juara
Bagi Josal FC Piaman, kekalahan ini menjadi peringatan keras yang datang terlalu cepat. Status juara bertahan tak lagi memberi jaminan di Liga 4 Sumbar musim ini.
Masalah utama terlihat jelas: kerapuhan di menit awal dan transisi bertahan yang lambat. Gol cepat PSLA menjadi bukti bahwa konsentrasi Josal masih belum stabil.
Pelatih dan manajemen Josal FC kini dihadapkan pada pekerjaan rumah besar. Evaluasi lini belakang menjadi prioritas jika ingin tetap bersaing di jalur juara.
Liga masih panjang, tetapi di kompetisi singkat seperti ini, setiap kesalahan bisa berdampak panjang.
Laga Lain: GMR FC Menang, Rambatan Menekan
Selain duel PSLA kontra Josal, laga lain di hari yang sama juga menyuguhkan tensi tinggi. GMR FC sukses mengamankan kemenangan tipis 1-0 atas PS Rambatan.
Gol cepat Zidan Maulana pada menit ke-8 cukup untuk memastikan poin penuh bagi GMR FC. Meski unggul, pertandingan berlangsung keras. Rambatan mencoba bangkit di babak kedua dengan sejumlah pergantian pemain, namun gagal membongkar pertahanan lawan.
Wasit Firman Saputra harus mengeluarkan beberapa kartu kuning untuk meredam tensi. Skor 1-0 bertahan hingga laga usai.
Baca Juga: Persiba Bantul Lolos 8 Besar dan Langsung Hadapi Persika, Masuk Fase Hidup-Mati
Atmosfer Kompetisi Mulai Terasa
Rangkaian pertandingan di Padang Pariaman menunjukkan satu hal penting: Liga 4 Sumbar musim ini jauh lebih kompetitif. Tidak ada lagi lawan mudah. Tim-tim datang dengan persiapan mental dan fisik yang relatif seimbang.
Match Commissioner Suez Hengki Leonardo bersama Muhammad Arif Fadillah memastikan jalannya pertandingan sesuai regulasi. Meski jumlah penonton dibatasi, atmosfer kompetisi tetap terasa hidup.
Sorak-sorai, tekanan, dan drama lapangan menjadi bumbu yang membuat Liga 4 Sumbar layak disimak sejak pekan awal.
PSLA Mengancam, Liga Berubah Arah
Kemenangan atas Josal FC membuat PSLA Sicincin tak lagi bisa dianggap sekadar kuda hitam. Mereka kini menjelma menjadi penantang serius, setidaknya di fase awal kompetisi.
Ketajaman Ariswan Hanif, kedewasaan lini belakang, dan pendekatan bermain tanpa beban menjadi kombinasi yang berbahaya.
Jika konsistensi ini terjaga, PSLA bisa menjadi cerita besar Liga 4 Sumbar musim ini.
Editor : Mahendra Aditya