Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Persinab Nabire Selamat dari Degradasi, Musim Berat Liga Nusantara Jadi Alarm Evaluasi

Mahendra Aditya Restiawan • Rabu, 28 Januari 2026 | 07:37 WIB
Tim Persinab Nabire
Tim Persinab Nabire

Nabire – Kegagalan melaju ke delapan besar Liga 3 Nusantara musim 2025/2026 bukan akhir dari segalanya bagi Persinab Nabire.

Di balik hasil yang terasa pahit, klub berjuluk Hiu Paus Kwatisore justru mengamankan satu hal paling krusial: tetap bertahan di Liga Nusantara dan terhindar dari jurang degradasi.

Bagi publik Nabire, kepastian ini menjadi kabar yang melegakan. Sebab, bertahan di kasta nasional bukan sekadar soal klasemen, tetapi menyangkut kelangsungan pembinaan, eksistensi klub, hingga harga diri sepak bola daerah.

Sekretaris Persinab Nabire, Benny Erari, menegaskan bahwa posisi akhir tim di peringkat keempat Grup C tidak termasuk zona merah. Regulasi kompetisi memastikan hanya tim peringkat kelima yang harus turun ke Liga 4.

“Secara aturan, Persinab Nabire aman. Yang terdegradasi dari Grup C adalah Kutim United,” ujar Benny saat dikonfirmasi.

Baca Juga: Ujian Mental Persela di Palu: Gagal di Gawalise, Mimpi Promosi Bisa Musnah

Grup Neraka dan Kompetisi Tanpa Ampun

Musim ini, Liga 3 Nusantara dikenal sebagai salah satu kompetisi paling kompetitif dalam beberapa tahun terakhir. Tidak ada tim yang benar-benar dominan. Setiap laga menjadi pertarungan hidup-mati, dan satu kesalahan kecil bisa berujung fatal.

Grup C bahkan dijuluki banyak pengamat sebagai grup neraka. Bukan tanpa alasan. Hampir seluruh peserta datang dengan persiapan serius, dukungan finansial memadai, serta komposisi pemain yang berpengalaman.

Menurut Benny, kualitas antartim nyaris setara. Perbedaan bukan lagi soal strategi atau stamina, melainkan detail kecil dan faktor keberuntungan.

“Semua tim siap. Manajemennya kuat, permainan di lapangan juga berimbang. Untuk lolos ke delapan besar dan promosi, selain kerja keras, faktor non-teknis ikut menentukan,” katanya.

Dalam konteks ini, kegagalan Persinab melangkah lebih jauh tidak bisa semata-mata dibaca sebagai kemunduran. Justru, bertahan di tengah persaingan ekstrem menjadi bukti bahwa Persinab masih relevan di level nasional.

Baca Juga: Bukan Liga 1, Bukan Liga 2: Gol-Gol Terbanyak Justru Lahir di Liga 3, Donald Bissa dan Daud Kararbo Memimpin Daftar Top Skor

Permintaan Maaf yang Sarat Makna

Di tengah euforia bertahan, manajemen Persinab tidak menutup mata terhadap ekspektasi besar publik. Dukungan yang mengalir sepanjang musim—baik dalam bentuk dana, doa, maupun kehadiran moral—belum sepenuhnya terbayar dengan prestasi.

Atas dasar itu, Benny Erari menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada seluruh pemangku kepentingan klub.

“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada Bupati Nabire Bapak Mesak Magai selaku pimpinan klub, juga kepada seluruh masyarakat dan pendukung Persinab. Dukungan yang luar biasa itu belum bisa kami balas dengan hasil maksimal,” ucapnya.

Permintaan maaf ini bukan sekadar formalitas. Ia mencerminkan kesadaran manajemen bahwa Persinab bukan hanya milik pengurus atau pemain, tetapi milik publik Nabire secara kolektif.

Bukan Akhir, Tapi Alarm Evaluasi

Manajemen menegaskan bahwa seluruh pemain dan tim pelatih telah mengerahkan kemampuan terbaik sepanjang musim. Tidak ada pertandingan yang dijalani setengah hati. Namun, sepak bola selalu menyisakan ruang bagi kegagalan.

“Hasil akhir memang belum sesuai harapan, tetapi perjuangan di lapangan nyata adanya,” kata Benny.

Musim ini pun dijadikan alarm evaluasi. Mulai dari konsistensi permainan, kedalaman skuad, hingga manajemen pertandingan krusial akan menjadi bahan pembenahan.

Target ke depan jelas: Persinab tidak hanya bertahan, tetapi naik level.

Baca Juga: 19 Ribu Lebih Datang ke Stadion Saat Persipura Jayapura vs PSS Sleman, Rekor Tercipta

Makna Bertahan bagi Sepak Bola Papua

Bagi klub-klub daerah, bertahan di kompetisi nasional sering kali lebih sulit daripada sekadar promosi. Faktor jarak, biaya operasional, dan minimnya eksposur menjadi tantangan klasik.

Karena itu, keberhasilan Persinab bertahan di Liga Nusantara membawa arti strategis. Klub tetap memiliki panggung untuk mengembangkan pemain lokal, menjaga denyut kompetisi di Papua, dan mempertahankan kepercayaan sponsor serta pemerintah daerah.

Lebih dari sekadar hasil musim ini, Persinab sedang menjaga fondasi masa depan sepak bola Nabire.

Editor : Mahendra Aditya
#PERSINAB #nabire #Persinab Nabire #liga 3 #Persinab bertahan Liga Nusantara #Liga 2 #nabire papua #liga 3 nusantara #liga 1 #liga nusantara