Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Borneo FC di Puncak Tanpa Euforia: Fabio Lefundes Pilih Stabilitas daripada Sensasi

Mahendra Aditya Restiawan • Selasa, 27 Januari 2026 | 18:29 WIB
Fabio Lefundes Borneo FC
Fabio Lefundes Borneo FC

RADAR KUDUS - Borneo FC kembali berdiri di puncak Super League, tetapi kali ini tanpa sorak berlebihan.

Kemenangan tipis atas Persis Solo bukan soal skor besar atau permainan spektakuler. Justru sebaliknya, hasil itu menegaskan satu hal: stabilitas lebih berharga daripada sensasi.

Di Samarinda, pelatih Fabio Lefundes berbicara dengan nada tenang. Tidak euforia. Tidak juga puas berlebihan. Ia paham betul, putaran kedua liga selalu menjadi fase paling berbahaya bagi tim yang sudah berada di atas.

“Kami kembali ke puncak, tapi tantangannya justru lebih besar sekarang,” ujar Fabio usai laga, Selasa (27/1/2026).

Baca Juga: Perjalanan Panjang Mutiara Hitam: 24 Pemain Dibawa, Persipura Siap Tempur Hadapi Persiku Kudus

Bukan Kebetulan, Tapi Pola

Fabio menolak menyebut posisi puncak sebagai hasil kebetulan. Menurutnya, performa Borneo FC sejak awal musim dibangun dari pola yang konsisten: ritme permainan, kedalaman skuad, dan peran pemain kunci yang saling mengunci satu sama lain.

Ia secara terbuka mengakui bahwa absennya Rivaldo Enero Pakpahan sempat mengganggu keseimbangan tim. Borneo FC memang tetap kompetitif, tetapi tidak setajam biasanya.

“Ini bukan rahasia. Ketika Rivaldo tidak bermain, keseimbangan tim sedikit terganggu. Sekarang dia kembali, permainan kami lebih stabil dan hasilnya langsung terlihat,” ungkap Fabio.

Kembalinya Rivaldo bukan sekadar menambah kualitas individu, melainkan memulihkan struktur permainan. Transisi lebih rapi, sirkulasi bola lebih tenang, dan tekanan ke lawan menjadi lebih terukur.

Baca Juga: Benteng Terakhir Persis Solo: Luka Dumancic dan Misi Bertahan Hidup di Super League

Putaran Kedua: Zona Rawan bagi Pemuncak

Fabio memahami betul bahwa putaran kedua adalah medan ranjau. Tim papan tengah dan bawah datang dengan energi baru, pemain anyar, serta motivasi dobel: menjatuhkan sang pemuncak.

“Putaran kedua selalu lebih berat. Semua tim sudah membaca permainan kita. Mereka datang dengan persiapan lebih matang,” katanya.

Karena itu, fokus Fabio bukan pada bagaimana Borneo FC menyerang lebih ganas, melainkan bagaimana tim tidak kehilangan kontrol di laga-laga ketat.

Dalam sepak bola modern, mempertahankan puncak sering kali lebih sulit daripada merebutnya.

Manajemen Skuad, Bukan Sekadar Transfer

Di balik kemenangan atas Persis, Fabio juga menyinggung dinamika skuad. Beberapa pemain telah meninggalkan tim, sementara wajah baru masih dalam proses negosiasi.

“Ada pemain pergi, ada pemain datang. Itu hal normal. Yang penting adalah menjaga keseimbangan tim,” jelasnya.

Borneo FC tidak terburu-buru. Fabio menolak menambal skuad hanya demi jumlah. Ia lebih memilih pemain yang sesuai kebutuhan sistem, bukan sekadar nama besar.

Pendekatan ini menunjukkan filosofi jangka panjang: menang sekarang, tapi tetap hidup sampai akhir musim.

Baca Juga: All-In Demi Bertahan: Persijap Jepara Bertaruh Mahal pada Bintang Indian Super League

Laga Penentu yang Dimenangkan Lewat Kesabaran

Pertandingan melawan Persis Solo menjadi cermin filosofi tersebut. Sejak awal laga, Borneo FC tampil agresif namun terkontrol.

Gol sundulan Dusan Mijic pada menit ke-9 sempat membuat stadion bergemuruh, sebelum akhirnya dianulir karena offside. Situasi itu bisa saja mematahkan mental tim. Namun Borneo FC memilih tetap tenang.

Tekanan dilanjutkan melalui kombinasi Joel Vinicius dan winger anyar asal Argentina, Marcos Emanuel Astina. Hasilnya datang pada menit ke-15.

Umpan Caxambu diterima Mariano Peralta, yang kemudian menusuk dari sisi kanan, melewati kawalan bek Persis, dan melepaskan tembakan tajam dari sudut sempit. Bola bersarang, stadion hening sejenak, lalu meledak.

Gol itu menjadi satu-satunya pembeda.

Baca Juga: Ditinggal Komisaris, Krisis Dana, Sriwijaya FC Kini Berjuang Sekadar Tidak WO

Disiplin Bertahan, Identitas Baru Borneo FC

Babak kedua berubah menjadi ujian mental. Persis Solo menekan, mencoba memaksa kesalahan. Namun organisasi pertahanan Borneo FC berdiri kokoh.

Fabio menyebut clean sheet di laga seperti ini jauh lebih berharga daripada kemenangan besar.

“Kami tahu pertandingan ini tidak mudah. Mendapat tiga poin dan clean sheet adalah hasil maksimal,” ujarnya.

Borneo FC tidak panik, tidak terpancing emosi, dan tidak kehilangan bentuk. Di sinilah perbedaan tim matang dan tim yang hanya mengandalkan momentum.

Rivaldo: Kembali, Bukan Sekadar Hadir

Bagi Rivaldo Enero Pakpahan, laga ini lebih dari sekadar comeback. Ia kembali menjadi bagian dari sistem yang membuat Borneo FC stabil.

“Puji Tuhan, kemenangan ini sangat berarti. Saya bangga bisa membantu tim kembali ke puncak,” kata Rivaldo.

Namun kontribusinya tidak selalu terlihat di statistik. Pergerakannya membuka ruang, komunikasinya menjaga tempo, dan kehadirannya memberi rasa aman bagi rekan setim.

Baca Juga: Tekanan Maksimal di Deli Serdang, PSMS Tak Punya Pilihan Selain Menang

Angle yang Jarang Dibahas: Puncak Klasemen Itu Sunyi

Satu hal yang jarang dibicarakan: berada di puncak klasemen adalah posisi paling sunyi. Tidak ada ruang untuk lengah, tidak ada simpati dari lawan.

Fabio Lefundes memahami kesunyian itu. Karena itu, ia memilih menurunkan ekspektasi publik, bukan meninggikannya.

Borneo FC tidak menjual mimpi. Mereka menjual proses.

Jika tren ini bertahan, Pesut Etam bukan hanya kandidat juara—mereka adalah tim yang tahu cara bertahan hidup di tengah tekanan.

Editor : Mahendra Aditya
#Super League Indonesia 2025 2026 #Hasil Borneo FC vs Persis #Fabio Lefundes Borneo FC #borneo fc #Fabio Lefundes #Rivaldo Enero Pakpahan #Liga 2 #liga 1 #Super League Indonesia 2025