Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Perjalanan Panjang Mutiara Hitam: 24 Pemain Dibawa, Persipura Siap Tempur Hadapi Persiku Kudus

Mahendra Aditya Restiawan • Selasa, 27 Januari 2026 | 18:26 WIB
Matheus Silva - Persipura Jayapura
Matheus Silva - Persipura Jayapura

RADAR KUDUS - Persipura Jayapura tidak hanya membawa koper dan perlengkapan latihan saat bertolak ke Kudus. Mereka membawa misi, ekspektasi, dan beban perjalanan panjang yang sering kali luput dari sorotan klasemen.

Selasa pagi, 27 Januari 2026, skuad Mutiara Hitam resmi meninggalkan Jayapura untuk menghadapi Persiku Kudus dalam lanjutan kompetisi Liga 2. Laga dijadwalkan berlangsung Jumat (30/1/2026), namun bagi Persipura, pertandingan sejatinya sudah dimulai sejak langkah pertama meninggalkan Papua.

Sebanyak 24 pemain diboyong pelatih Rahmad Darmawan dalam lawatan ini. Jumlah yang mencerminkan kehati-hatian sekaligus kesiapan. Tidak ada istilah setengah-setengah. Persipura datang dengan komposisi lengkap, termasuk pemain-pemain senior yang sarat pengalaman.

Baca Juga: Benteng Terakhir Persis Solo: Luka Dumancic dan Misi Bertahan Hidup di Super League

Rute Panjang, Energi Teruji

Perjalanan Persipura menuju Kudus bukan perjalanan singkat. Dari Jayapura, rombongan harus lebih dulu terbang ke Makassar. Dari sana, perjalanan dilanjutkan ke Jakarta, lalu kembali terbang menuju Semarang. Belum selesai, mereka masih harus menempuh perjalanan darat sekitar dua jam menggunakan bus menuju Kudus.

Rute berlapis ini bukan hanya soal jarak, tetapi soal manajemen energi dan fokus. Dalam sepak bola modern, perjalanan tandang panjang sering kali menjadi variabel tersembunyi yang memengaruhi performa tim.

Persipura paham betul tantangan ini. Karena itu, keberangkatan lebih awal dipilih agar tim punya waktu cukup untuk beradaptasi dengan kondisi lingkungan, cuaca, dan ritme latihan di Kudus.

Rahmad Darmawan: Disiplin Lebih Penting dari Nama Besar

Pelatih kepala Persipura, Rahmad Darmawan—atau akrab disapa RD—menegaskan bahwa seluruh pemain yang dibawa berada dalam kondisi siap bertanding. Menurutnya, persiapan tim tidak hanya menyentuh aspek fisik, tetapi juga taktik dan mental.

“Kami sudah mempersiapkan tim dengan baik. Semua pemain siap bermain. Target kami adalah tampil disiplin dan fokus,” ujar RD sebelum keberangkatan.

Pernyataan ini terdengar sederhana, tetapi mengandung pesan penting. Dalam laga tandang, terutama setelah perjalanan panjang, disiplin sering kali menjadi pembeda antara pulang dengan poin atau tangan hampa.

RD tidak menutup mata terhadap potensi tekanan di kandang lawan. Namun ia memilih pendekatan rasional: mengontrol apa yang bisa dikontrol.

Baca Juga: All-In Demi Bertahan: Persijap Jepara Bertaruh Mahal pada Bintang Indian Super League

24 Pemain, Banyak Opsi

Membawa 24 pemain bukan sekadar formalitas. Bagi RD, jumlah ini memberi fleksibilitas dalam menyusun strategi. Ia bisa menyesuaikan komposisi tim dengan kondisi lapangan, intensitas permainan Persiku Kudus, hingga faktor kelelahan pascaperjalanan.

Kehadiran pemain-pemain berpengalaman seperti Boaz Solossa juga menjadi nilai tambah. Dalam laga-laga krusial, pengalaman sering kali berbicara lebih lantang daripada skema di papan taktik.

Dengan skuad yang relatif lengkap, Persipura memiliki keleluasaan untuk melakukan rotasi tanpa harus mengorbankan kualitas permainan.

Laga Penting di Fase Penentuan

Pertandingan melawan Persiku Kudus bukan sekadar laga biasa. Di fase kompetisi yang semakin ketat, setiap poin memiliki dampak langsung terhadap posisi klasemen.

RD menyebut laga ini penting untuk menjaga konsistensi Persipura dalam persaingan. Tidak ada ruang untuk terpeleset, apalagi menghadapi tim yang tampil di hadapan pendukung sendiri.

“Ini pertandingan penting. Kami ingin terus bersaing dan menjaga posisi di papan klasemen,” tegasnya.

Dalam konteks ini, Persipura tidak hanya dituntut menang, tetapi juga menunjukkan kematangan sebagai tim yang siap bersaing hingga akhir musim.

Baca Juga: VAR, Kartu Merah, dan Gol Maradona: Pekan 18 BRI Super League Penuh Luka dan Gol Ikonik

Waktu Adaptasi Jadi Kunci

Setibanya di Kudus, Persipura masih memiliki waktu sekitar tiga hari sebelum pertandingan. Waktu ini akan dimanfaatkan untuk pemulihan fisik, adaptasi lapangan, dan pemantapan strategi.

RD menilai fase ini krusial. Setelah perjalanan panjang, tubuh pemain membutuhkan ritme ulang agar tidak kehilangan sentuhan saat hari pertandingan tiba.

“Kami masih punya waktu beberapa hari untuk persiapan di sana. Semoga perjalanan lancar dan tim bisa memaksimalkan waktu yang ada,” ucap RD.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa Persipura tidak ingin bertaruh pada kebiasaan lama. Detail kecil diperhatikan, karena di Liga 2, kesalahan kecil bisa berakibat besar.

Baca Juga: Tekanan Maksimal di Deli Serdang, PSMS Tak Punya Pilihan Selain Menang

Angle yang Jarang Dibahas: Tandang Jauh sebagai Tes Profesionalisme

Selama ini, pembahasan laga sering terjebak pada statistik dan susunan pemain. Namun laga Persipura ke Kudus menghadirkan dimensi lain: sejauh mana sebuah tim mampu menjaga profesionalisme di tengah keterbatasan perjalanan.

Tidak semua tim terbiasa dengan rute sejauh ini. Bagi Persipura, kondisi geografis Papua membuat perjalanan panjang menjadi bagian dari identitas mereka.

Namun itu bukan alasan, melainkan tantangan yang harus dihadapi dengan manajemen yang matang.

Jika Persipura mampu tampil solid di Kudus, itu akan menjadi pesan kuat: mereka bukan hanya siap secara teknis, tetapi juga matang secara mental.

Doa dan Harapan

Menutup pernyataannya, RD meminta doa agar perjalanan tim berjalan lancar. Sebuah permintaan sederhana, namun sarat makna. Di balik jadwal padat dan target kompetisi, keselamatan dan kebugaran pemain tetap menjadi prioritas.

Persipura tidak sekadar datang untuk bertanding. Mereka datang untuk menunjukkan bahwa Mutiara Hitam masih punya kilau—bahkan di tanah lawan.

Editor : Mahendra Aditya
#Persipura Jayapura vs Persiku Kudus #rahmad darmawan #Jadwal Liga 2 #persipura #persiku #persipura jayapura #Liga 2 #liga 1