Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Ferrari Resmi Perkenalkan SF26, Awal Ambisi Akhiri Puasa Gelar F1

Redaksi Radar Kudus • Senin, 26 Januari 2026 | 11:15 WIB
Ferrari Resmi Luncurkan SF26, Tampilkan Arah Pengembangan Mobil Era Regulasi Baru F1
Ferrari Resmi Luncurkan SF26, Tampilkan Arah Pengembangan Mobil Era Regulasi Baru F1

RADAR KUDUS - Peluncuran mobil terbaru Ferrari selalu menjadi momen yang dinantikan, tidak hanya oleh tifosi (penggemar Ferrari), tetapi juga para penggemar Formula 1 di seluruh dunia.

Setelah 18 tahun mengusung harapan besar lewat slogan “Next Year Is Our Year”, tim asal Maranello akhirnya memperkenalkan mobil F1 terbarunya, Ferrari SF26.

Ferrari secara resmi meluncurkan SF26 pada Selasa, yang langsung diikuti dengan sesi shakedown di Sirkuit Fiorano.

Mobil tersebut masih mengusung warna merah khas Ferrari, namun dengan sentuhan cat yang lebih glossy dibanding musim sebelumnya sehingga tampak lebih menyala.

Perubahan mencolok terlihat dari penambahan warna putih yang membentang dari area kokpit hingga penutup airbox.

Ferrari menyebut sentuhan putih tersebut sebagai upaya menghadirkan nuansa retro, mengingatkan pada mobil Ferrari di era Niki Lauda.

Namun, desain ini memunculkan pro dan kontra karena dinilai menyerupai livery Ferrari musim 2016, periode di mana tim sempat puasa kemenangan sepanjang musim. Meski demikian, warna merah yang lebih terang tetap mendapat apresiasi.

SF26 yang diperlihatkan saat peluncuran dan shakedown merupakan versi spesifikasi awal atau Spec A.

Mobil ini direncanakan akan digunakan pada uji coba awal, termasuk di Catalunya, dengan fokus utama pada pengujian power unit.

Ferrari berencana menghadirkan dua spesifikasi mobil, di mana versi utama kemungkinan baru akan diturunkan saat pramusim di Bahrain atau bahkan seri pembuka di Australia.

Pihak tim menegaskan bahwa SF26 yang melaju di Fiorano belum merupakan versi final dan masih akan mengalami banyak evolusi seiring berjalannya musim.

Meski demikian, spesifikasi awal ini sudah memberikan gambaran arah pengembangan Ferrari untuk menghadapi regulasi baru Formula 1 2026.

Dari sisi aerodinamika, perubahan signifikan terlihat di bagian depan. Ferrari mengusung desain mounting moncong dengan pilar yang lebih tebal dibandingkan Mercedes dan Red Bull.

Desain ini berkaitan dengan bentuk hidung mobil yang memiliki undercut lebih konservatif, sehingga Ferrari harus mengarahkan aliran udara secara lebih presisi.

Ferrari juga kembali menggunakan konfigurasi suspensi depan push rod setelah eksperimen pull rod musim lalu dinilai kurang berhasil.

Pada SF26, tim menambahkan elemen anti-dive serta memperbesar efek downwash guna meningkatkan keseimbangan mekanikal di bagian depan.

Menariknya, Ferrari tampak mengadopsi konsep suspensi multilink yang menjadi salah satu kunci performa McLaren musim lalu.

Suspensi multilink ini memungkinkan pengaturan perilaku suspensi yang lebih dinamis, berdampak pada manajemen suhu ban dan pengurangan degradasi ban. Inovasi tersebut menjadi salah satu gebrakan berani Ferrari di SF26.

Di area tengah mobil, desain floor menunjukkan adanya separator untuk membagi aliran udara menuju underfloor. Ferrari juga menggunakan konsep wakeboard dengan elemen vertikal seperti Red Bull, yang dinilai lebih efektif dalam mengelola turbulensi udara dari ban depan.

Pada sektor sidepod, Ferrari mengadopsi desain besar ala Mercedes dengan inlet overbite. Detail tambahan berupa winglet kecil di bawah inlet berfungsi menjaga kualitas aliran udara ke area belakang dan diffuser.

Ferrari juga menghadirkan slot diffuser di bagian belakang floor, solusi yang serupa dengan Mercedes, untuk meningkatkan downforce sekaligus mengurangi gangguan turbulensi dari ban belakang.

Sementara itu, engine cover SF26 terlihat lebih besar dibandingkan rivalnya. Hal ini memperkuat dugaan bahwa mesin Ferrari 2026 membutuhkan pendinginan ekstra.

Ukuran airbox yang relatif minimalis membuat Ferrari harus mengompensasinya melalui desain engine cover yang lebih besar, lengkap dengan lubang pembuangan panas berukuran signifikan.

Secara keseluruhan, Ferrari SF26 masih tampil cukup sederhana karena berstatus mobil shakedown.

Namun, sejumlah solusi teknis seperti suspensi multilink dan slot diffuser menunjukkan pendekatan agresif Ferrari dalam menghadapi era regulasi baru.

Ferrari menjalani sesi shakedown tanpa kendala berarti. Lewis Hamilton dan Charles Leclerc sama-sama mendapat kesempatan menjajal SF26 di Fiorano.

Sempat muncul spekulasi di media sosial terkait mobil Hamilton yang berhenti di lintasan, namun Ferrari menegaskan hal tersebut merupakan bagian dari prosedur shakedown, bukan masalah teknis.

Dengan fondasi awal ini, SF26 diharapkan mampu menjadi titik balik Ferrari untuk mengakhiri puasa gelar juara dunia.

Jawaban sesungguhnya baru akan terlihat seiring cepatnya fase pengembangan mobil di musim perdana regulasi Formula 1 2026. (Ghina)

Editor : Mahendra Aditya
#f1 #balap formula 1 #formula 1 #ferrari #Juara F1