Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Laga Panas PSIM vs Persebaya 2026: Stadion Dijaga Ketat, Suporter Tamu Dilarang Hadir

Mahendra Aditya Restiawan • Minggu, 25 Januari 2026 | 14:53 WIB

 

Pemain Persebaya Francisco Cachis Rivera
Pemain Persebaya Francisco Cachis Rivera

RADAR KUDUS - Atmosfer panas Super League 2025/2026 kembali menghidupkan tensi sepak bola nasional. Salah satu laga paling menyita perhatian tersaji di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul, Minggu (25/1/2026) sore, saat PSIM Yogyakarta menjamu Persebaya Surabaya dalam pekan ke-18 kompetisi.

Pertandingan ini bukan sekadar duel tiga poin, melainkan pertemuan dua klub bersejarah dengan basis pendukung besar dan fanatisme tinggi. Karena potensi kerawanan yang menyertai laga besar semacam ini, aparat keamanan mengambil langkah ekstra guna memastikan pertandingan berlangsung aman, tertib, dan bebas dari insiden.

Pengamanan Diperketat, 342 Personel Diterjunkan

Polres Bantul mengerahkan sedikitnya 342 personel gabungan untuk mengamankan jalannya pertandingan. Skema pengamanan disusun secara menyeluruh, mulai dari area dalam stadion, pintu masuk penonton, hingga titik-titik rawan di sekitar kawasan SSA.

Kapolres Bantul AKBP Bayu Puji Hariyanto melalui Kasi Humas Iptu Rita Hidayanto menegaskan bahwa pengamanan tetap mengedepankan pendekatan humanis, namun tidak ragu bertindak tegas terhadap pelanggaran.

Aparat diminta untuk menjaga situasi tetap kondusif tanpa mengesampingkan ketertiban. Setiap tindakan provokatif, keributan, atau perilaku yang berpotensi mengganggu jalannya laga akan ditindak sesuai aturan.

Larangan Ketat: Flare, Sajam, hingga Knalpot Brong

Dalam upaya meminimalisir potensi gangguan, pihak kepolisian memberlakukan sejumlah larangan tegas bagi penonton. Suporter dilarang membawa flare, petasan, kembang api, minuman beralkohol, senjata tajam, serta benda berbahaya lainnya ke dalam stadion.

Selain itu, penggunaan knalpot brong di sekitar area pertandingan juga menjadi perhatian. Petugas di lapangan akan melakukan pemeriksaan ketat untuk memastikan tidak ada barang terlarang yang lolos masuk ke kawasan SSA.

Langkah ini diambil demi menjaga keselamatan semua pihak, baik pemain, ofisial tim, maupun penonton yang hadir.

Suporter Tamu Dilarang Hadir Demi Redam Gesekan

Berdasarkan hasil koordinasi antara Panitia Pelaksana PSIM, manajemen klub, serta aparat keamanan, laga ini diputuskan berlangsung tanpa kehadiran pendukung tim tamu Persebaya Surabaya.

Keputusan tersebut mengikuti regulasi kompetisi di masa transisi sepak bola nasional, yang bertujuan mengurangi risiko konflik antarpendukung. Aparat berharap kebijakan ini dapat menekan potensi gesekan dan menciptakan suasana pertandingan yang lebih aman.

Pihak kepolisian juga mengajak suporter tuan rumah untuk mendukung PSIM secara tertib, sportif, dan damai, tanpa tindakan provokatif yang merugikan semua pihak.

Rekayasa Lalu Lintas dan Imbauan Hindari Konvoi

Antisipasi tidak hanya dilakukan di dalam stadion, tetapi juga pada sektor lalu lintas. Polres Bantul menyiapkan skema rekayasa arus kendaraan secara situasional, terutama di jalur-jalur menuju dan dari Stadion Sultan Agung.

Masyarakat umum diimbau mencari rute alternatif untuk menghindari kemacetan pada Minggu sore. Lonjakan kendaraan diprediksi terjadi menjelang kickoff hingga selepas pertandingan berakhir.

Selain itu, aparat memberikan peringatan keras agar penonton tidak melakukan konvoi di jalan raya setelah laga selesai. Konvoi dinilai berpotensi mengganggu arus lalu lintas dan memicu kerawanan baru.

Duel Klasik yang Diharapkan Berjalan Bersih

Laga PSIM Yogyakarta kontra Persebaya Surabaya selalu sarat emosi, sejarah, dan gengsi. Duel klasik ini diharapkan menjadi tontonan berkualitas bagi pecinta sepak bola tanah air, bukan ajang unjuk emosi yang berujung ricuh.

Dengan pengamanan berlapis, koordinasi lintas pihak, serta kesadaran suporter, pertandingan ini diharapkan berjalan aman, sportif, dan meninggalkan kesan positif bagi citra sepak bola Indonesia.

Keamanan yang terjaga bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi juga seluruh elemen pendukung yang ingin melihat sepak bola nasional tumbuh lebih dewasa dan profesional.

Editor : Mahendra Aditya
#persebaya surabaya #PSIM vs Persebaya #bonek surabaya #psim jogja #Liga 2 #Super League #pengamanan #liga 1