Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

PSPS vs Adhyaksa FC: Misi Balas Luka dan Ujian Mental Askar Bertuah

Mahendra Aditya Restiawan • Jumat, 23 Januari 2026 | 09:53 WIB
jadwal Liga 2 Championship 2025/2026
jadwal Liga 2 Championship 2025/2026

RADAR KUDUS - PSPS Pekanbaru memasuki pekan krusial Liga 2 musim 2025/2026 dengan beban yang tak ringan.

Bukan hanya karena posisi klasemen yang belum aman, tetapi juga karena bayang-bayang kekalahan telak di pertemuan sebelumnya.

Menjamu Adhyaksa FC Banten di Stadion Kaharuddin Nasution, Jumat malam (23/1/2026), laga ini menjadi lebih dari sekadar perebutan tiga poin—ini adalah soal pembuktian karakter.

Bagi pelatih PSPS, Aji Santoso, pertandingan ini adalah momentum menentukan. Ia tak menampik bahwa Adhyaksa FC datang sebagai tim yang lebih stabil dan konsisten.

Namun, di balik segala tekanan, Aji menyimpan harapan sederhana namun bermakna: menutup musim dengan cerita yang berakhir manis bagi Askar Bertuah.

Baca Juga: Matchday Penentu di Liga 2: Jadwal 23–25 Januari 2026, Panggung Perebutan Puncak dan Zona Aman

Tekanan Klasemen dan Luka Lama yang Belum Sembuh

PSPS Pekanbaru saat ini masih berkutat di papan tengah bawah Grup Barat Pegadaian Championship 2025/2026.

Posisi tersebut belum sepenuhnya aman, terutama dengan format kompetisi yang keras—peringkat terbawah langsung terdegradasi, sementara satu tingkat di atasnya harus melalui laga hidup-mati play-off.

Di sisi lain, Adhyaksa FC Banten tampil sebagai salah satu kekuatan utama Grup Barat. Dengan koleksi poin yang menempatkan mereka di posisi dua besar, The Prosecutors datang ke Pekanbaru dengan rasa percaya diri tinggi.

Terlebih, mereka punya modal psikologis besar: kemenangan 7-3 atas PSPS di pertemuan pertama musim ini.

Skor tersebut masih membekas. Bagi PSPS, laga ini bukan hanya soal menghentikan laju Adhyaksa, tetapi juga soal menebus luka lama yang sempat mencoreng harga diri tim.

Baca Juga: Tiga Rekrutan Baru PSPS, Tambah Amunisi di Tengah Musim, Serius ke Jalur Promosi

Aji Santoso dan Fokus pada Detail Kecil

Menjelang laga, Aji Santoso memaksimalkan sesi latihan dengan pendekatan yang lebih detail.

Bukan sekadar meningkatkan fisik, tetapi membaca ulang pola permainan lawan yang kini semakin komplet usai mendatangkan sejumlah pemain anyar.

Menurut Aji, kekuatan utama Adhyaksa terletak pada lini depan yang agresif dan transisi cepat. Karena itu, PSPS tak ingin terjebak dalam permainan terbuka yang bisa berujung petaka seperti pertemuan sebelumnya.

Ia menekankan pentingnya disiplin dan kepatuhan terhadap instruksi. Bagi Aji, satu kesalahan kecil di laga ini bisa berakibat fatal, mengingat kualitas lawan yang mampu menghukum kelengahan sekecil apa pun.

Baca Juga: Deltras FC Tak Gegabah di Bursa Transfer: Antara Evaluasi Tim dan Kebutuhan Skuad

Tambahan Amunisi dan Perombakan Lini Belakang

Menyadari rapuhnya pertahanan di laga-laga krusial, manajemen PSPS bergerak cepat di bursa transfer. Tiga pemain baru didatangkan untuk menambah kedalaman skuad, dengan fokus utama memperbaiki sektor belakang.

Masuknya Dendi Agustian Maulana di posisi bek kanan serta Achmad Riyadi sebagai palang pintu di jantung pertahanan diharapkan memberi stabilitas.

Sementara Hendika Pratama diproyeksikan menambah variasi serangan, terutama saat PSPS membutuhkan opsi berbeda di lini depan.

Langkah ini sekaligus menjadi respons atas kepergian Achmad Faris, bek yang dilepas ke Garudayaksa FC.

Meski kepindahan tersebut meninggalkan lubang, PSPS memilih untuk menatap ke depan, membangun ulang fondasi tim di saat kompetisi memasuki fase genting.

Kandang, Dukungan Publik, dan Harapan Imbang Realistis

Bermain di Stadion Kaharuddin Nasution memberi PSPS sedikit keuntungan. Dukungan publik Pekanbaru diyakini mampu mengangkat mental pemain, terutama saat menghadapi tekanan dari tim papan atas.

Namun, PSPS juga realistis. Target minimal adalah tidak kalah. Satu poin di kandang melawan Adhyaksa FC dinilai sudah cukup berharga untuk menjaga jarak dari zona merah, sembari menunggu hasil laga lain di Grup Barat.

Meski begitu, Aji tak menutup pintu untuk kejutan. Jika celah muncul dan momentum berpihak, PSPS siap memaksimalkan peluang sekecil apa pun.

Baca Juga: Persis Solo Mainkan Strategi Survival: Eks Persebaya Jadi Jalan Keluar dari Jurang Degradasi

Liga 2 yang Tak Ramah: Semua Masih Bisa Berubah

Format Pegadaian Championship musim ini membuat setiap pertandingan terasa seperti final. Hanya pemuncak grup yang otomatis promosi, sementara runner-up harus bertarung lagi demi satu tiket tersisa. Di sisi bawah, ancaman degradasi menghantui hampir separuh peserta.

Di Grup Barat, persaingan berlangsung sengit. Garudayaksa memimpin, Adhyaksa menguntit, sementara tim-tim seperti PSPS, Persikad, dan Persekat masih berjuang mencari kepastian nasib.

Laga PSPS vs Adhyaksa bukan hanya tentang dua tim, tetapi tentang bagaimana Liga 2 menyajikan drama dari pekan ke pekan—penuh kejutan, tekanan, dan cerita kebangkitan.

Harapan Akan Akhir Cerita yang Berbeda

Bagi Aji Santoso, sepak bola bukan sekadar angka di papan klasemen. Ia percaya bahwa kerja keras, disiplin, dan kesabaran suatu hari akan menemukan jalannya sendiri.

Laga melawan Adhyaksa FC adalah ujian besar. Apakah PSPS mampu keluar dari bayang-bayang masa lalu, atau kembali terperangkap dalam pola yang sama? Jawabannya akan ditentukan selama 90 menit yang penuh tensi di Pekanbaru.

Satu hal pasti, Askar Bertuah tak ingin musim ini berakhir tanpa perlawanan.

Editor : Mahendra Aditya
#PSPS Pekanbaru vs Adhyaksa FC #klasemen liga 2 #Liga 2