Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Tendangan “Kungfu” Kiper PSIR Rembang Berujung Hukuman Seumur Hidup, Wasit Ikut Disanksi PSSI

Mahendra Aditya Restiawan • Kamis, 22 Januari 2026 | 12:56 WIB
Kiper PSIR Rembang melepaskan tendangan kungfu ke arah dada pemain Persikaba Blora.
Kiper PSIR Rembang melepaskan tendangan kungfu ke arah dada pemain Persikaba Blora.

RADAR KUDUS - Insiden mengerikan yang terjadi dalam laga lanjutan Liga 4 Jawa Tengah antara PSIR Rembang melawan Persikaba Blora kini berujung pada sanksi tegas.

Komisi Disiplin (Komdis) PSSI resmi menjatuhkan hukuman larangan bermain seumur hidup kepada kiper PSIR Rembang, Raihan Alfariq buntut dari aksi tendangan brutal yang mencederai pemain Persikaba Blora, Rizal Dimas.

Keputusan tersebut diambil setelah PSSI menilai insiden itu sebagai pelanggaran berat yang membahayakan keselamatan pemain.

Peristiwa tersebut terjadi saat pertandingan berlangsung dalam tensi tinggi.

Dalam sebuah duel perebutan bola, Raihan melakukan tendangan keras yang mengenai tubuh pemain Persikaba Blora, Rizal.

Kontak fisik itu dinilai di luar batas kewajaran dan tidak mencerminkan semangat fair play.

Akibat benturan tersebut, korban langsung terkapar di lapangan dan membutuhkan waktu lama sebelum akhirnya mendapatkan penanganan medis.

Tim medis segera masuk ke lapangan untuk memberikan pertolongan pertama.

Setelah pemeriksaan awal, pemain Persikaba Blora dinyatakan harus segera dirujuk ke rumah sakit terdekat.

Ia ditandu keluar lapangan dan menjalani pemeriksaan rontgen untuk memastikan tidak terjadi cedera serius, terutama pada bagian tulang.

Momen tersebut sempat membuat suasana stadion tegang dan memicu kekhawatiran dari pemain serta ofisial kedua tim.

Tak hanya kiper PSIR yang disanksi, Komdis PSSI juga menjatuhkan hukuman kepada wasit yang memimpin pertandingan.

Wasit tersebut dinilai lalai karena tidak memberikan hukuman tegas di lapangan saat insiden berlangsung.

Atas kelalaiannya, PSSI menjatuhkan sanksi larangan memimpin pertandingan selama satu tahun.

Keputusan ini diambil sebagai bentuk evaluasi keras terhadap kualitas kepemimpinan wasit di kompetisi level bawah.

PSSI menegaskan bahwa keselamatan pemain adalah prioritas utama dalam setiap kompetisi, termasuk Liga 4.

Aksi yang berpotensi mencederai atau mengancam nyawa pemain tidak akan ditoleransi.

Sanksi berat ini diharapkan menjadi peringatan keras bagi seluruh pemain dan perangkat pertandingan agar menjunjung tinggi sportivitas dan disiplin.

Insiden PSIR Rembang kontra Persikaba Blora ini sekaligus menjadi cermin bagi penyelenggaraan kompetisi di daerah.

Selain kualitas permainan, aspek pengawasan, kepemimpinan wasit, dan penegakan aturan harus diperkuat.

Tanpa ketegasan, sepak bola justru berubah menjadi arena berbahaya, bukan ruang kompetisi yang mendidik dan aman bagi para pemain.

Dengan putusan ini, PSSI berharap Liga 4 Jawa Tengah dan kompetisi lainnya dapat berjalan lebih tertib, adil, dan menjamin keselamatan seluruh insan sepak bola di Tanah Air.(*) 

Editor : Mahendra Aditya
#Liga 4 Jateng #psir rembang #sanksi disiplin #rembang #pssi #persikaba blora #blora #sepakbola #hukuman seumur hidup #liga 4