Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Insiden Mengerikan di Liga 4 Jateng, Pemain Persikaba Blora Jadi Korban Tendangan Kungfu Kiper PSIR Rembang

Ali Mustofa • Kamis, 22 Januari 2026 | 11:45 WIB
Kiper PSIR Rembang melepaskan tendangan kungfu ke arah dada pemain Persikaba Blora.
Kiper PSIR Rembang melepaskan tendangan kungfu ke arah dada pemain Persikaba Blora.

RADAR KUDUS – Jagat sepak bola nasional kembali dihebohkan oleh insiden keras yang terjadi di kompetisi Liga 4.

Kali ini, sorotan tertuju pada laga Persikaba Blora kontra PSIR Rembang yang berlangsung di Stadion Krida Rembang, Rabu (21/1).

Aksi tak terpuji berupa tendangan brutal yang dilakukan penjaga gawang PSIR Rembang, Raihan Alfariq, viral di media sosial dan menuai kecaman luas.

Baca Juga: Trump Kembali Ingin Kuasai Greenland, Denmark: Kedaulatan Bukan untuk Ditawar

Usai rekaman kejadian tersebut beredar luas, Raihan Alfariq akhirnya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.

Kiper PSIR Rembang itu mengakui adanya insiden yang melibatkan dirinya dengan pemain Persikaba Blora, Rizal Dimas Agesta.

Namun, ia menegaskan bahwa tindakan tersebut sama sekali tidak dilakukan dengan unsur kesengajaan.

Insiden bermula ketika Persikaba Blora mendapat kesempatan tendangan bebas dari jarak yang cukup ideal.

Dalam situasi itu, Raihan Alfariq berusaha memotong bola di dalam kotak penalti. Sayangnya, upaya tersebut gagal.

Bola luput dari tangkapannya, sementara refleks tubuhnya membuat kaki kanan terangkat ke depan.

Alih-alih mengenai bola, gerakan kaki Raihan justru mengarah langsung ke dada Rizal Dimas.

Baca Juga: Harga Bawang, Cabai, dan Ayam Ras Kompak Turun pada Kamis Pagi, Konsumen Dapat Sedikit Bernapas Lega

Benturan keras tersebut membuat pemain Persikaba Blora itu terkapar di lapangan dan mengalami cedera hingga harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

Yang semakin memicu reaksi publik, wasit yang memimpin pertandingan justru tidak meniup peluit atau memberikan sanksi atas kejadian tersebut.

Insiden itu pun berlalu begitu saja di lapangan, meski dampaknya begitu serius bagi pemain yang menjadi korban.

Rekaman video tendangan keras yang kerap disebut sebagai “tendangan kungfu” itu kemudian menyebar luas di media sosial.

Warganet ramai-ramai meluapkan kemarahan dan keprihatinan, menilai insiden tersebut sebagai bentuk kekerasan yang mencederai sportivitas sepak bola.

Baca Juga: Tendangan Brutal Kiper PSIR Rembang di Liga 4 Jateng, Pemain Persikaba Blora Dilarikan ke RS

Menanggapi viralnya kejadian itu, manajemen PSIR Rembang melalui akun Instagram resmi klub mengunggah video permohonan maaf dari Raihan Alfariq.

Dalam video tersebut, Raihan menyampaikan penyesalan mendalam atas insiden yang terjadi dalam pertandingan melawan Persikaba Blora.

Ia menyatakan bahwa dirinya dalam kondisi sadar penuh saat kejadian berlangsung dan secara pribadi meminta maaf kepada Rizal Dimas Agesta yang menjadi korban.

Raihan juga menegaskan bahwa gerakan tersebut murni terjadi karena refleks dan sama sekali tidak disertai niat untuk mencederai lawan.

Tak hanya kepada Rizal, Raihan turut menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh jajaran tim Persikaba Blora, mulai dari pemain, ofisial, hingga manajemen.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada manajemen dan ofisial PSIR Rembang atas insiden yang mencoreng nama klub.

Sementara itu, unggahan video insiden tersebut di media sosial, salah satunya oleh akun Instagram pemain.keduabelass, memantik gelombang kecaman dari warganet.

Banyak yang menyayangkan keputusan wasit yang tidak memberikan pelanggaran, meski tendangan tersebut dinilai membahayakan keselamatan pemain.

Baca Juga: Mengurai Hakikat Tidur, dari Kesehatan Tubuh hingga Ketenangan Batin

Peristiwa ini kembali menambah daftar panjang insiden kekerasan di kompetisi Liga 4.

Sebelumnya, kejadian serupa juga sempat terjadi di Liga 4 wilayah Jawa Timur dan Daerah Istimewa Yogyakarta, termasuk insiden pemain yang dijegal saat melakukan selebrasi.

Berulangnya kasus tendangan keras dan minimnya penegakan disiplin di lapangan membuat kompetisi Liga 4 kembali menjadi sorotan.

Publik pun berharap adanya evaluasi serius dari pihak penyelenggara dan perangkat pertandingan agar insiden serupa tidak kembali terulang dan keselamatan pemain dapat lebih terjamin.

 
Editor : Ali Mustofa
#Liga 4 Jateng #psir rembang #Tendangan Kung Fu #persikaba blora