RADAR KUDUS - Kompetisi Liga 2 musim 2025/2026 kian mendekati titik didih. Memasuki pekan ke-16, peta persaingan tak lagi sekadar soal promosi, tetapi juga tentang bertahan hidup.
Dari papan atas hingga zona merah, setiap hasil pertandingan kini bernilai nasib.
Sorotan tertuju pada Grup Timur dan Grup B, di mana perubahan posisi terjadi hampir setiap pekan.
Kemenangan besar, kekalahan telak, hingga selisih gol menjadi faktor penentu yang bisa mengubah arah musim dalam sekejap.
Baca Juga: Prediksi PSPS Pekanbaru vs Persekat Tegal, Keduanya Butuh Menang untuk Bertahan di Liga 2
Papan Atas Grup Timur: The Lobster Menggeliat, Barito Putera Waspada
Hasil kemenangan meyakinkan 3-0 pada pekan ke-16 membawa The Lobster melonjak ke posisi empat besar klasemen Grup Timur dengan koleksi 27 poin.
Tambahan tiga angka tersebut menjadi bukti bahwa persaingan menuju fase aman championship belum selesai.
Namun, di puncak klasemen, PS Barito Putera masih bercokol nyaman dengan raihan 36 poin. Meski demikian, posisi mereka belum sepenuhnya aman.
PSS Sleman yang berada di peringkat kedua dengan 33 poin mengintai dengan ancaman nyata.
Dengan satu laga sisa di tangan, Super Elja berpeluang menyalip Barito Putera dan merebut posisi teratas jika mampu meraih kemenangan, terlebih dengan keunggulan selisih gol yang menguntungkan.
Situasi ini membuat laga-laga sisa menjadi krusial. Satu kesalahan kecil bisa berujung pada tergesernya status pemuncak klasemen.
Baca Juga: Klasemen Liga 2 Terbaru Setelah Sriwijaya Kalah 7-0 Dari Bekasi City
Papan Bawah Membara: Empat Tim Berjibaku Keluar Zona Merah
Jika persaingan di papan atas penuh ambisi, maka pertarungan di papan bawah sarat kepanikan. Persiba Balikpapan, Persiku Kudus, PSIS Semarang, dan Persipal BU kini terjebak dalam pusaran zona degradasi.
Persipal BU menjadi tim paling terjepit dengan koleksi enam poin. PSIS Semarang sedikit di atasnya dengan delapan poin, sementara Persiku dan Persiba sama-sama mengoleksi 11 poin.
Margin poin yang tipis membuat setiap laga berikutnya terasa seperti final.
Bagi PSIS Semarang, tekanan semakin berat. Selisih gol minus dan minimnya kemenangan membuat Laskar Mahesa Jenar harus segera menemukan momentum jika tak ingin terlempar ke kasta lebih rendah.
Sriwijaya FC Terpuruk: Kekalahan 0-7 Jadi Alarm Bahaya
Dari Grup A, kabar buruk datang dari Sriwijaya FC. Tim berjuluk Laskar Wong Kito tersebut menelan kekalahan telak 0-7 pada pekan ke-16.
Hasil memalukan ini tak hanya mencoreng reputasi, tetapi juga menempatkan Sriwijaya FC di posisi paling kritis klasemen.
Dengan hanya mengoleksi dua poin dari 16 pertandingan dan selisih gol minus 36, Sriwijaya FC kini berada di dasar klasemen Grup A. Ancaman degradasi kian nyata dan peluang bertahan semakin menipis.
Kekalahan besar ini menjadi simbol rapuhnya lini pertahanan sekaligus minimnya daya gedor. Jika tak ada perubahan signifikan, musim ini bisa menjadi salah satu periode terkelam dalam sejarah klub asal Sumatera Selatan tersebut.
Baca Juga: Peluang PSIS Semarang bertahan Liga 2, Wajib Sapu Bersih Tiga Laga Terakhir
Grup Neraka Liga 2: Setiap Poin Penentu Nasib
Julukan “grup neraka” bukan tanpa alasan. Baik di Grup A maupun Grup B, jarak poin antar tim relatif ketat.
Setiap kemenangan mampu mengangkat posisi secara drastis, sementara satu kekalahan bisa menyeret klub ke zona berbahaya.
Memasuki fase akhir penyisihan, intensitas pertandingan meningkat. Strategi pelatih, mental pemain, dan kedalaman skuad diuji secara bersamaan. Tak ada lagi ruang untuk eksperimen.
Championship dan Laga Penentuan
Liga 2 2026 juga telah memasuki babak championship, di mana sejumlah pertandingan krusial disiarkan melalui layanan streaming resmi.
Laga-laga ini bukan hanya menentukan siapa yang berpeluang promosi, tetapi juga siapa yang harus rela turun kasta.
Bagi klub-klub papan bawah, setiap pertandingan kini bernilai hidup dan mati. Sementara bagi tim papan atas, konsistensi menjadi kunci untuk menjaga asa menuju Liga 1.
Klasemen Bukan Sekadar Angka
Di tahap ini, klasemen bukan lagi sekadar deretan angka. Ia mencerminkan kerja keras, kegagalan, dan harapan.
PSIS Semarang, Sriwijaya FC, hingga PSS Sleman berada di persimpangan jalan yang berbeda, tetapi dengan taruhan yang sama: masa depan klub.
Dengan beberapa pekan tersisa, Liga 2 2026 menjanjikan drama yang belum selesai. Satu gol bisa mengubah segalanya. Satu kemenangan bisa menyelamatkan musim.
Editor : Mahendra Aditya