Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

PSIS Semarang di Zona Bahaya, Hukumnya Wajib Menang Atas Deltras FC

Mahendra Aditya Restiawan • Kamis, 15 Januari 2026 | 19:13 WIB

 

Krisna John pemain PSIS Semarang mencetak gol Saat lawan Persipal Palu
Krisna John pemain PSIS Semarang mencetak gol Saat lawan Persipal Palu

SIDOARJO – Deltras FC bersiap menghadapi ujian krusial saat melakoni laga tandang melawan PSIS Semarang pada pekan ke-16 kompetisi, Sabtu (17/1/2026), di Stadion Jatidiri.

Di balik persiapan teknis yang matang, pelatih Deltras Widodo Cahyono Putro menyoroti satu aspek utama yang menurutnya akan sangat menentukan hasil pertandingan: fokus dan konsentrasi pemain.

Widodo menilai pertandingan tandang kali ini memiliki tingkat kesulitan lebih tinggi dibandingkan pertemuan sebelumnya. Bukan semata karena bermain di kandang lawan, melainkan karena PSIS kini datang dengan kepercayaan diri baru setelah melakukan perombakan skuad secara signifikan.

“Main away itu selalu berat. Fokus dan konsentrasi harus dobel. Kalau lengah sedikit saja, bisa jadi masalah,” ujar Widodo usai sesi latihan tim di Stadion Gelora Delta, Kamis (15/1/2026).

Baca Juga: Jelang Duel PSIS Semarang vs Deltras Sidoarjo, Widodo C. Putro Waspadai Rafinha

PSIS Semarang memang bukan lawan yang sama seperti di putaran pertama. Tim berjuluk Laskar Mahesa Jenar itu kini tampil dengan wajah berbeda setelah mendatangkan sejumlah pemain anyar, termasuk enam pemain eks Persela Lamongan.

Tambahan amunisi tersebut membuat PSIS lebih solid dan agresif dalam membangun permainan.

Tak hanya itu, kehadiran Rafinha, penyerang asal Brasil yang menyabet gelar pemain terbaik Liga 2 musim 2024/2025, menjadi ancaman serius bagi lini belakang Deltras.

Rafinha dikenal memiliki insting gol tinggi dan kemampuan membaca ruang yang tajam—modal penting saat bermain di hadapan publik sendiri.

“PSIS sekarang lebih percaya diri. Itu yang harus kami antisipasi,” kata Widodo.

Baca Juga: Beto, Dutra dan Vizcarra: Tiga Veteran Ini Siap Selamatkan PSIS dari Jurang Degradasi

Meski demikian, Deltras tidak datang ke Semarang tanpa bekal. Pada pertemuan putaran pertama, Deltras sukses menundukkan PSIS dengan skor meyakinkan 2-0.

Hasil tersebut menjadi modal psikologis, namun Widodo mengingatkan anak asuhnya agar tidak terjebak pada romantisme masa lalu.

“Situasinya sudah berbeda. Jangan merasa di atas angin hanya karena pernah menang. Sepak bola selalu tentang kondisi saat ini,” tegasnya.

Dari sisi persiapan, Widodo memastikan timnya telah melakukan simulasi taktik untuk meredam kekuatan baru PSIS.

Para pemain disebut sudah memahami peran masing-masing, termasuk skema bertahan dan transisi cepat yang akan diterapkan selama laga.

“Kami sudah siapkan antisipasinya. Pemain juga sudah paham apa yang harus dilakukan di lapangan,” ujar mantan pelatih tim nasional itu.

Kabar baik datang dari kondisi fisik pemain. Widodo menyebut mayoritas skuad Deltras dalam kondisi bugar dan siap tempur. Hanya satu pemain, Rian, yang dipastikan belum bisa diturunkan karena masih dalam tahap pemulihan.

“Secara umum kondisi tim kondusif. Hampir semua pemain siap dimainkan,” ungkapnya.

Baca Juga: Peluang PSIS Semarang bertahan Liga 2, Wajib Sapu Bersih Tiga Laga Terakhir

Laga melawan PSIS ini bukan hanya soal perolehan poin, tetapi juga ujian karakter bagi Deltras FC. Bermain tandang di stadion yang dikenal memiliki atmosfer kuat menuntut kedewasaan bermain, disiplin posisi, dan ketahanan mental sepanjang 90 menit.

Pengamat sepak bola menilai pertandingan ini akan ditentukan oleh siapa yang lebih mampu mengelola emosi dan tekanan.

PSIS diuntungkan dukungan suporter dan momentum kebangkitan, sementara Deltras membawa kepercayaan diri dari hasil pertemuan sebelumnya.

“Ini duel momentum. PSIS sedang naik, Deltras punya memori kemenangan. Fokus akan jadi pembeda,” ujar salah satu analis Liga 2.

Widodo pun menegaskan bahwa laga ini harus dijalani dengan pendekatan realistis. Target utamanya bukan bermain indah, melainkan efektif dan disiplin. Setiap detail kecil, mulai dari bola mati hingga kesalahan individu, bisa menentukan arah pertandingan.

Baca Juga: Jadwal PSIS Semarang vs Deltras FC, 14 Pemain Baru Laskar Mahesa Jenar Wajib Buktikan Kualitas

“Di laga seperti ini, fokus itu segalanya. Kalau pemain lengah, lawan akan menghukum,” katanya.

Dengan persiapan yang matang dan kondisi tim yang relatif lengkap, Deltras berharap mampu mencuri poin dari Jatidiri.

Namun Widodo sadar, tantangan terbesar bukan hanya PSIS, melainkan kemampuan timnya sendiri untuk tetap tenang dan fokus di bawah tekanan.

Pertandingan PSIS Semarang vs Deltras FC diprediksi berlangsung ketat. Kedua tim membawa ambisi besar, dan satu kesalahan kecil bisa mengubah jalannya laga.

Di sinilah pesan Widodo menjadi relevan: fokus bukan sekadar instruksi, melainkan senjata utama Deltras di laga tandang.

Editor : Mahendra Aditya
#Jadwal PSIS Semarang #line up PSIS Semarang vs Deltras FC #PSIS Semarang vs Deltras FC #prediksi PSIS Semarang vs Deltras FC #prediksi skor PSIS Semarang vs Deltras FC #Jadwal PSIS #jadwal PSIS Semarang vs Deltras FC #PSIS Semarang #widodo cahyono putro #PSIS Semarang vs Deltras Sidoarjo #deltras fc #Liga 2 #kapan PSIS Semarang vs Deltras FC