RADAR KUDUS - Balikpapan tidak menyambut dengan gegap gempita. Stadion Batakan akan sunyi, tanpa sorak suporter. Namun justru dalam keheningan itulah Persipura Jayapura merasa paling siap. Dan di garis depan kesiapan itu, berdiri satu nama: Reno Salampessy.
Penyerang bernomor punggung 7 Persipura itu mengirim pesan jelas jelang duel melawan Persiba Balikpapan pada pekan ke-15 Pegadaian Championship 2025/2026, Senin malam (12/1). Persiapan, kata Reno, bukan sekadar cukup—tetapi matang.
“Puji Tuhan, kondisi tim sangat baik. Saya pribadi juga mempersiapkan diri sebaik mungkin,” ujar Reno dalam konferensi pers sehari sebelum laga.
Kalimatnya terdengar sederhana. Namun dalam konteks klasemen dan tekanan kompetisi, itu adalah pernyataan serius.
Baca Juga: Jadwal & Live Streaming Persiba Balikpapan vs Persipura Jayapura, Digelar Tanpa Penonton
Laga Sunyi, Tekanan Nyata
Tanpa penonton akibat sanksi, laga di Batakan bukan soal atmosfer. Ini soal mental. Dan Persipura datang dengan satu tujuan: memanfaatkan tekanan yang kini sepenuhnya berada di pundak tuan rumah.
Persiba Balikpapan tengah terseok. Berada di peringkat ketujuh dengan 11 poin, Beruang Madu belum menemukan stabilitas. Sebaliknya, Persipura justru berada di fase kebangkitan—menempel ketat papan atas dan tak ingin kehilangan momentum.
Dalam kondisi seperti ini, laga tandang justru bisa menjadi keuntungan.
“Perjalanan memang panjang, tapi itu bukan alasan. Kami sudah siap sepenuhnya,” tegas Reno.
Kalimat ini menegaskan satu hal: Persipura datang bukan untuk bertahan, melainkan mengambil alih permainan sejak menit awal.
Reno Salampessy: Lebih dari Sekadar Penyerang
Di ruang ganti Persipura, Reno bukan hanya penyerang. Ia adalah figur senior yang paham betul bagaimana membaca situasi pertandingan besar—terutama laga tandang tanpa dukungan publik.
Perannya krusial dalam dua hal:
-
Menjaga fokus lini depan
-
Menjadi jangkar emosi tim di momen kritis
Dalam laga-laga seperti ini, pengalaman sering kali lebih menentukan dibanding taktik di papan strategi. Reno tahu, satu gol awal bisa mematikan mental tuan rumah.
Persipura diprediksi tak akan terburu-buru. Mereka akan menunggu celah—dan di situlah nama Reno Salampessy kembali relevan.
Target Tersembunyi: Menekan Barito dan PSS
Tiga poin di Batakan bukan hanya soal mengalahkan Persiba. Lebih besar dari itu, kemenangan akan membuat Persipura menempel ketat dua tim teratas Grup 2.
Saat ini, Persipura hanya terpaut:
-
4 poin dari PSS Sleman
-
6 poin dari pemuncak klasemen PS Barito Putera
Dengan kompetisi yang kian padat dan margin kesalahan semakin tipis, satu kemenangan bisa mengubah peta persaingan.
Anak asuh Rahmad Darmawan paham betul konteks ini. Setiap laga kini bukan hanya pertandingan, tetapi batu loncatan menuju papan atas.
Baca Juga: FULL TIME Persipal 1 vs 4 Persiku: Igor Costa Hattrick, Semakin Tak Terkejar jadi Top Skor Liga 2
Persiba dalam Posisi Paling Rentan
Bermain di kandang tanpa penonton bukan keuntungan mutlak. Justru sebaliknya. Persiba kehilangan “energi tambahan” yang selama ini menjadi penopang mental.
Dalam situasi seperti ini, tekanan sepenuhnya bersumber dari dalam:
-
tuntutan manajemen
-
beban klasemen
-
ekspektasi untuk bangkit
Persipura datang dengan modal sebaliknya: kepercayaan diri dan tren positif.
Jika Persiba gagal mengontrol emosi di 20 menit awal, laga berpotensi bergerak ke arah yang sangat berbahaya bagi tuan rumah.
Pertarungan Bukan di Taktik, tapi di Kepala
Laga ini bukan adu formasi. Ini adu ketenangan.
Persipura akan mencoba menguras kesabaran Persiba. Mengalirkan bola, mematikan tempo, lalu memukul di saat tepat. Dalam skema seperti ini, pemain seperti Reno Salampessy menjadi senjata utama.
Ia tahu kapan harus menusuk, kapan harus menahan bola, dan kapan harus memancing pelanggaran.
Sunyi Stadion Batakan justru memperjelas satu hal: siapa yang paling siap secara mental, dialah yang akan menang.
Pernyataan Diam-diam dari Persipura
Tak ada sesumbar. Tak ada provokasi. Namun pesan Persipura jelas:
mereka datang ke Balikpapan dengan persiapan matang, tujuan spesifik, dan keyakinan penuh.
Dan Reno Salampessy berdiri di garis depan pesan itu.
Jika Persiba lengah, satu momen saja bisa menjadi awal malapetaka.
Editor : Mahendra Aditya