Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

FULL TIME! PSS Sleman vs PSIS Semarang berakhir 2-1 untuk Kemanangan Super Elja

Mahendra Aditya Restiawan • Sabtu, 10 Januari 2026 | 17:45 WIB
PSS Sleman vs PSIS Semarang
PSS Sleman vs PSIS Semarang

RADAR KUDUS - Stadion Maguwoharjo kembali menjadi panggung yang tak ramah bagi tim tamu. Sabtu sore (10/1/2026), PSS Sleman menuntaskan misi kandang dengan kemenangan 2-1 atas PSIS Semarang dalam lanjutan Pegadaian Championship 2025/2026.

Namun laga ini jauh dari sekadar cerita tiga poin. Ia memotret dua realitas berbeda: konsistensi PSS yang makin matang, dan PSIS yang masih terjebak dalam siklus bangkit lalu runtuh.

Kick-off pukul 15.30 WIB langsung menghadirkan tempo tinggi. PSS tidak memberi ruang adaptasi. PSIS dipaksa bertahan sejak peluit pertama dibunyikan.

Gol Kilat yang Mengubah Arah Laga

Belum genap empat menit, Maguwoharjo sudah bergemuruh. M Junior Haqi membuka keunggulan PSS lewat penyelesaian dingin yang diawali pergerakan cepat dari lini tengah.

Gol ini lahir bukan dari keberuntungan, melainkan skema terencana. PSS memancing garis pertahanan PSIS naik, lalu memukul lewat ruang kosong di belakang bek. Haqi membaca situasi dengan sempurna, lolos dari kawalan, dan menaklukkan kiper tanpa ragu.

Keunggulan cepat itu langsung mengubah dinamika pertandingan.

PSS bermain dengan kepercayaan diri tinggi, sementara PSIS dipaksa keluar dari rencana awal yang cenderung defensif.

Babak Pertama: Dominasi Tanpa Banyak Risiko

Setelah unggul, PSS tidak gegabah. Mereka tetap menekan, tetapi dengan kontrol. Aliran bola lebih sabar, transisi dijaga rapi, dan pressing dilakukan selektif.

PSIS mencoba merespons, namun kesulitan keluar dari tekanan. Distribusi bola kerap terputus di lini tengah, sementara serangan yang dibangun terlalu mudah dibaca oleh pertahanan tuan rumah.

Beberapa peluang tambahan sempat tercipta bagi PSS, namun skor 1-0 bertahan hingga jeda. Keunggulan tipis ini menjadi gambaran akurat jalannya babak pertama: PSS memimpin permainan, PSIS bertahan sambil menunggu celah.

PSIS Bangkit, Tapi Tak Bertahan Lama

Paruh kedua dimulai dengan wajah PSIS yang berbeda. Tim tamu tampil lebih berani, garis pertahanan naik, dan intensitas pressing meningkat.

Hasilnya datang cepat. Pada menit ke-48, Beto Goncalves memanfaatkan situasi chaos di kotak penalti PSS. Bola yang gagal diamankan sempurna oleh kiper Ega Rizky disambar Beto dengan insting predator yang belum pudar.

Skor imbang 1-1 membuat laga kembali terbuka. Untuk sesaat, PSIS terlihat menemukan momentum. Mereka lebih percaya diri menguasai bola dan berani menekan lebih tinggi.

Namun di titik inilah perbedaan kualitas dan kedewasaan bermain terlihat jelas.

Tocantins Menjawab Tekanan

Saat PSIS mulai merasa nyaman, PSS justru menunjukkan ketenangan. Mereka tidak panik, tidak terburu-buru mengejar gol kedua.

Menit ke-60 menjadi titik balik. Umpan silang Ichsan Pratama meluncur presisi ke kotak penalti. Gustavo Tocantins menyambutnya dengan sundulan tajam yang tak mampu dijangkau kiper PSIS.

Gol ini bukan hanya mengembalikan keunggulan, tetapi juga memukul mental PSIS. Dari tim yang baru saja bangkit, mereka kembali harus mengejar—dan kali ini tanpa banyak waktu.

Menit Akhir: Tekanan Tinggi, Hasil Tetap Sama

Setelah gol kedua PSS, pertandingan berjalan lebih keras. PSIS mencoba segala cara untuk kembali menyamakan kedudukan, sementara PSS bermain lebih pragmatis.

Riko Simanjuntak nyaris menambah keunggulan lewat sepakan keras yang ditepis kiper PSIS. Bola muntah gagal dimanfaatkan, tetapi ancaman itu cukup untuk menahan PSIS agar tak terlalu agresif.

Enam menit injury time berlangsung dengan tensi tinggi. PSIS menekan, PSS bertahan disiplin. Hingga peluit panjang berbunyi, skor 2-1 tak berubah.

Makna Kemenangan bagi PSS

Bagi PSS Sleman, kemenangan ini adalah bukti kedewasaan. Mereka tidak hanya menang karena dominasi, tetapi karena mampu merespons momentum lawan dengan efektif.

Dua gol dari skema berbeda—transisi cepat dan bola silang—menunjukkan variasi serangan yang makin matang. Ini modal penting dalam persaingan papan atas.

Dengan tambahan tiga poin, PSS tetap berada di peringkat kedua klasemen Grup Timur dengan 33 poin, menjaga tekanan kepada pesaing di atasnya.

PSIS Masih Terjebak Pola Lama

Bagi PSIS Semarang, hasil ini kembali menegaskan masalah klasik: konsistensi. Mereka mampu bangkit, tetapi gagal mempertahankan momentum.

Gol Beto Goncalves menunjukkan bahwa kualitas individu masih ada. Namun sepak bola modern menuntut lebih dari sekadar momen. PSIS masih rapuh saat harus bertahan setelah mencetak gol.

Dengan delapan poin dan posisi kesembilan, PSIS harus segera berbenah jika tak ingin musim ini berubah menjadi perjalanan bertahan yang melelahkan.

Editor : Mahendra Aditya
#Rekrutan pemain PSIS semarang #Skuad PSIS Semarang #Prediksi PSS Sleman vs PSIS Semarang #susunan pemain PSS Sleman vs PSIS Semarang #Prediksi skor PSS Sleman vs PSIS Semarang #klasemen liga 2 #pemain asing PSIS semarang #Hasil PSS Sleman #PSS Sleman vs PSIS Semarang #Hasil liga 2 #Gustavo Tocantins #PSIS Semarang #rekrutan baru PSIS semarang #jadwal PSS Sleman vs PSIS Semarang #link live streaming PSS Sleman vs PSIS Semarang #Liga 2