Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Jelang PSM Makassar vs Bali United: Serdadu Tridatu Fokus pada Diri Sendiri

Mahendra Aditya Restiawan • Jumat, 9 Januari 2026 | 15:56 WIB
PSM Makasar vs Bali United
PSM Makasar vs Bali United

RADAR KUDUS - Parepare bukan sekadar kota persinggahan bagi tim tamu. Stadion B.J. Habibie telah lama dikenal sebagai ruang ujian mental bagi siapa pun yang berani menantang PSM Makassar.

Namun pada Jumat malam, 9 Januari 2026, Bali United memilih datang dengan pendekatan yang tak lazim: tanpa taktik khusus, tanpa skenario rahasia.

Keputusan itu bukan tanpa risiko. PSM Makassar dikenal sebagai salah satu tim paling solid saat bermain di kandang.

Baca Juga: Prediksi Skor PSM Makasar vs Bali United: Malam Penentuan Mental Juku Eja di Parepare

Dukungan publik, intensitas permainan, serta postur pemain yang dominan sering membuat lawan kehilangan arah.

Namun pelatih Bali United, Johnny Jansen, justru memutuskan untuk tidak terjebak pada keunggulan khas Juku Eja.

Laga pekan ke-17 Super League 2025/2026 ini akan dimulai pukul 19.00 WIB dan disiarkan langsung melalui Indosiar serta Vidio.

Meski terlihat sebagai pertandingan rutin, duel ini menyimpan makna lebih dalam bagi kedua tim.

Baca Juga: Prediksi PSM Makasar vs Bali United: Ujian Harga Diri Juku Eja di Tengah Tren Gelap


Keberanian Bali United: Fokus pada Diri Sendiri

Alih-alih menyiapkan formula khusus untuk meredam keunggulan fisik PSM, Johnny Jansen menegaskan Bali United hanya akan memainkan sepak bola mereka sendiri.

Tidak ada penyesuaian ekstrem, tidak ada pendekatan defensif berlebihan.

Menurut Jansen, terlalu fokus pada karakter lawan justru bisa mengaburkan identitas tim.

Ia menilai yang terpenting adalah memastikan pemain Bali United siap secara mental, mampu mengalirkan bola dengan baik, dan berani mengambil inisiatif sejak menit awal.

Dalam pandangannya, pertandingan besar bukan dimenangkan lewat trik dadakan, melainkan konsistensi menjalankan rencana dasar.

Pendekatan ini mengirim pesan tegas: Bali United tidak datang ke Parepare untuk bertahan hidup, tetapi untuk mengendalikan permainan.


PSM Makassar: Kandang Angker, Tekanan Berlipat

Bagi PSM Makassar, laga ini datang di saat yang sensitif. Juku Eja sedang berada dalam fase sulit setelah menelan beberapa hasil negatif.

Bermain di kandang sendiri memang menjadi keunggulan, tetapi juga bisa berubah menjadi beban.

Parepare memberi energi, namun juga menuntut pembuktian.

Dalam situasi seperti ini, PSM dituntut tampil agresif tanpa kehilangan keseimbangan. Mereka harus menyerang, tetapi tidak boleh membuka ruang terlalu lebar.

Bali United yang datang dengan kepercayaan diri tinggi berpotensi memanfaatkan celah sekecil apa pun.

Baca Juga: Update Skor Persita vs Borneo FC: Ujian Mental Juara di Indomilk Arena


Modal Kuat Serdadu Tridatu: Lima Laga Tanpa Kebobolan

Bali United tidak datang dengan tangan kosong. Lima pertandingan terakhir tanpa kebobolan menjadi fondasi kepercayaan diri yang sangat kuat.

Catatan itu bukan sekadar statistik, melainkan cerminan dari disiplin kolektif yang terbangun.

Pertahanan Bali United tampil rapi, jarak antar lini terjaga, dan transisi bertahan berjalan efektif. Lebih dari itu, tim ini menunjukkan kedewasaan dalam membaca situasi pertandingan.

Ketika ditekan, mereka tidak panik. Saat peluang datang, mereka tidak terburu-buru.

Mentalitas inilah yang membuat Johnny Jansen yakin tidak perlu merombak pendekatan hanya demi menghadapi atmosfer Parepare.

Baca Juga: Susunan Pemain Persita vs Borneo FC: Pemain Asing Siap Berlaga


Dominasi sebagai Cara Meredam Tekanan

Alih-alih menunggu dan bereaksi, Bali United justru ingin mengurangi tekanan dengan menguasai bola.

Filosofinya sederhana: jika bola berada di kaki sendiri, tekanan dari tribun akan berkurang dengan sendirinya.

Instruksi Jansen kepada para pemain jelas—berani memainkan bola, aktif membuka ruang, dan menciptakan peluang.

Pendekatan ini menuntut konsentrasi tinggi, terutama saat kehilangan bola, karena PSM dikenal cepat dalam transisi.

Namun bagi Bali United, risiko itu sepadan. Bermain pasif di Parepare hanya akan mengundang masalah.

Baca Juga: Prediksi Persita vs Borneo FC: Menang dan Kunci Puncak, atau Kehilangan Momentum


Pertarungan Filosofi: Emosi vs Kontrol

Laga ini pada akhirnya menjadi benturan dua pendekatan berbeda:

Siapa yang menang bukan hanya ditentukan oleh kualitas individu, tetapi oleh siapa yang paling mampu menjaga rencana permainan tetap utuh ketika tekanan meningkat.

Jika Bali United berhasil mematikan tempo di awal laga, beban justru bisa berbalik ke PSM. Sebaliknya, jika PSM mampu mencetak gol cepat, rencana dominasi Bali United akan diuji habis-habisan.

Baca Juga: Jadwal Pekan 15 Liga 2: Persipura Tantang Persiba di Batakan, Promosi Jadi Taruhan


Lebih dari Sekadar Tiga Poin

Bagi Bali United, pertandingan ini adalah ujian konsistensi. Tren positif yang mereka bangun harus dibuktikan di stadion paling menantang.

Kemenangan di Parepare akan menjadi pernyataan serius bahwa mereka siap bersaing di papan atas.

Bagi PSM Makassar, laga ini adalah soal menjaga martabat dan menghentikan penurunan. Hasil positif akan mengembalikan kepercayaan diri tim dan publik.

Inilah pertandingan di mana kesederhanaan rencana bisa menjadi senjata paling berbahaya.

Editor : Mahendra Aditya
#prediksi psm makassar vs bali united #head to head psm makassar vs bali united #susunan pemain psm makassar vs bali united #PSM Makasar #jadwal liga 1 #Bali United #klasemen liga 1 #update skor psm makassar vs bali united #PSM Makassar vs Bali United #psm makassar #Jadwal Liga 2 #kapan PSM Makassar vs Bali United #live streaming PSM Makassar vs Bali United #Liga 2 #liga 1