RADAR KUDUS - Palembang kembali bersiap menyambut laga sarat tensi. Bukan sekadar pertandingan pekan ke-15 Pegadaian Championship 2025/2026, duel antara Sumsel United vs PSPS Pekanbaru di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ), Sabtu (10/1/2026) pukul 15.30 WIB, menjelma menjadi ujian mental dan kecermatan membaca momentum.
Pelatih Kepala Sumsel United, Nilmaizar, memilih bersikap tegas. Ia mengingatkan anak asuhnya untuk tidak terjebak ilusi klasemen.
Meski PSPS Pekanbaru masih tertahan di papan tengah Grup A Wilayah Barat, sang juru taktik menilai Askar Bertuah sedang menyimpan bara kebangkitan yang berbahaya.
“Posisi di tabel tidak selalu jujur menggambarkan kekuatan tim,” ujar Nilmaizar dengan nada serius.
Baca Juga: Persib Bandung Mengincar Eks AC Milan Samuel Castillejo, Bukan Sekadar Gimmick Transfer
PSPS Tak Lagi Sama: Statistik Menipu, Daya Ledak Nyata
Secara angka, PSPS Pekanbaru berada di peringkat delapan dengan 17 poin dari 14 laga. Namun dua pertandingan terakhir mengubah peta kekuatan. Tanpa pemain asing, tim besutan Aji Santoso justru tampil lepas dan agresif.
Mereka mencetak tujuh gol dalam dua laga. Kekalahan tipis 2-3 dari Persikad Depok dan kemenangan telak 5-2 atas Sriwijaya FC menjadi bukti bahwa PSPS menemukan ritme baru.
Pola bermain lebih vertikal, transisi cepat, dan keberanian menekan sejak menit awal menjadi ciri kebangkitan itu.
Nilmaizar membaca tren tersebut sebagai sinyal bahaya. Ia menilai PSPS kini bermain tanpa beban, justru kondisi yang sering menjebak tim tuan rumah.
Baca Juga: Jadwal Persita vs Borneo FC: Persita Menanjak, Borneo Mengincar Takhta: Siapa Bertahan di Puncak?
Sumsel United Stabil, Tapi Belum Tajam
Di sisi lain, Sumsel United datang dengan performa yang relatif stabil. Dua kemenangan kandang atas PSMS Medan dan FC Bekasi City, serta satu hasil imbang tandang kontra Persekat Tegal, menjaga Laskar Juaro tetap kompetitif.
Namun, catatan produktivitas menjadi sorotan. Hanya lima gol dari tiga laga terakhir dinilai belum mencerminkan potensi lini serang yang dimiliki.
“Finishing harus lebih klinis. Kita tidak bisa membuang banyak peluang,” menjadi pesan utama Nilmaizar dalam sesi evaluasi internal.
Masalah ini menjadi krusial karena PSPS dikenal efisien memanfaatkan celah sekecil apa pun, terutama saat lawan kehilangan fokus.
Kekuatan Baru PSPS: Bukan Sekadar Tambalan
Ancaman PSPS tidak berhenti pada tren performa. Manajemen klub bergerak agresif dengan mendatangkan lima pemain baru jelang laga di Palembang.
Dua nama dari kasta tertinggi mencuri perhatian:
-
Muhammad Reza Kusuma (eks Bhayangkara Presisi Lampung FC)
-
Brandon Marcel Scheunemann (Arema FC)
Sementara tiga lainnya, Rendy Juliansyah, Vieri Donny Ariyanto, dan Misbakus Solihin, menambah kedalaman skuad, terutama di sektor transisi dan duel lini tengah.
Tak berhenti di situ, PSPS juga dikabarkan akan segera merilis tiga pemain asing baru, sebuah langkah yang berpotensi mengubah wajah permainan mereka secara signifikan.
Baca Juga: PSMS Tambal Lini Depan dengan Pinjam Wadil Aryadi dari Malut United FC
Luka Lama yang Belum Sembuh
Pertemuan putaran pertama masih membekas di ingatan Sumsel United. Saat itu, mereka gagal memanfaatkan keunggulan jumlah pemain dan hanya bermain imbang 1-1.
PSPS bahkan unggul lebih dulu melalui gol Asir di masa injury time babak pertama, meski bermain dengan 10 orang sejak menit ke-33. Sumsel United baru menyamakan skor lewat Kahar Kalu di menit ke-81.
Laga tersebut menjadi pelajaran mahal: dominasi tanpa efektivitas hanya menghasilkan frustrasi.
Baca Juga: PSMS Medan Tak Banyak Bicara, Diam-Diam Rekrut Empat Pemain Muda Demi Bersaing di Liga 2
Jakabaring Bukan Jaminan, Fokus Jadi Kunci
Bermain di kandang dengan dukungan publik Palembang memang memberi energi tambahan. Namun Nilmaizar menegaskan, atmosfer stadion tidak akan berarti jika tim kehilangan disiplin taktik.
Ia meminta pemain menjaga konsentrasi sejak menit awal, menghindari duel emosional, dan tidak terpancing permainan cepat PSPS.
“Pertandingan ini lebih soal ketenangan dan keputusan di momen krusial,” tegasnya.
Pertarungan Momentum, Bukan Sekadar Tiga Poin
Laga ini bukan hanya soal poin. Bagi Sumsel United, kemenangan akan memperkuat posisi dan kepercayaan diri menuju fase krusial kompetisi.
Sebaliknya, bagi PSPS Pekanbaru, mencuri poin di Jakabaring bisa menjadi deklarasi kebangkitan resmi.
Duel ini adalah pertarungan momentum: siapa yang lebih siap secara mental, dialah yang akan mengendalikan jalannya laga.
Editor : Mahendra Aditya