RADAR KUDUS - Persela Lamongan tak punya banyak waktu untuk berleha-leha. Menjelang pekan ke-15 Liga 2 Championship, Laskar Joko Tingkir sudah mulai mengencangkan ritme latihan demi satu laga krusial: menjamu Barito Putera di Stadion Surajaya, Minggu (11/1/2026).
Pertandingan ini bukan sekadar duel biasa, melainkan tes karakter bagi skuad asuhan Bima Sakti.
Di atas kertas, Barito Putera datang dengan status superior. Tim berjuluk Laskar Antasari itu kini nyaman bertengger di puncak klasemen dengan koleksi 34 poin.
Sementara Persela masih berada di jalur pengejaran, menempati posisi kelima dengan 24 poin. Selisih tersebut membuat laga ini bernilai lebih dari tiga angka—ia menentukan arah persaingan Persela di paruh kompetisi.
Persiapan Dimulai dari Hal Paling Mendasar
Alih-alih langsung fokus ke taktik, Persela memulai persiapan dari aspek yang sering luput disorot: kondisi fisik pemain. Program latihan diawali dengan sesi gym dan penguatan otot.
Langkah ini diambil sebagai respons atas cuaca yang tidak stabil serta padatnya jadwal kompetisi.
Asisten pelatih Persela, Ragil Sudirman, menyebut kebugaran sebagai fondasi utama sebelum masuk ke skema permainan.
Menurutnya, fisik yang prima akan sangat menentukan daya tahan pemain menghadapi intensitas tinggi Barito Putera.
“Program fisik sudah disiapkan tim pelatih. Harapannya, saat hari pertandingan tiba, kondisi pemain berada di titik terbaik,” ujar Ragil.
Krisis Pemain, Tantangan Nyata
Persela tidak menatap laga ini dalam kondisi ideal. Beberapa posisi vital tengah mengalami kekurangan pemain, membuat kedalaman skuad menjadi sorotan. Situasi ini memaksa tim pelatih berpikir ekstra keras dalam menyusun komposisi terbaik.
Namun, ada secercah harapan. Bursa transfer dibuka satu hari sebelum pertandingan, membuka peluang bagi Persela untuk menambal lubang yang ada. Kehadiran pemain anyar, jika terealisasi tepat waktu, diharapkan bisa memberi energi baru, meski adaptasi cepat tetap menjadi tantangan tersendiri.
Baca Juga: Jadwal Padat Super League 2025–2026, Klasemen Ketat, Setiap Tim Tak Boleh Setengah-Setengah
Barito Kuat, Tapi Bukan Tanpa Celah
Ragil menegaskan bahwa pemain diminta tidak terintimidasi reputasi Barito Putera. Meski memuncaki klasemen, setiap tim punya titik lemah—dan laga tandang di Surajaya bukan medan yang mudah bagi tim mana pun.
“Nama besar tidak boleh membuat kita kehilangan fokus. Yang terpenting adalah bagaimana pemain menjalankan rencana permainan,” tegasnya.
Pendekatan ini menunjukkan perubahan sudut pandang Persela. Alih-alih bertahan, mereka ingin mengambil inisiatif, memanfaatkan dukungan suporter dan kondisi kandang sebagai kekuatan utama.
Baca Juga: Kas Hartadi Lengser, PSMS Medan Bertaruh pada Eko Purdjianto untuk Bertahan di Liga 2
Modal Mental dari Laga Sebelumnya
Kepercayaan diri Persela juga ditopang hasil positif pada laga sebelumnya saat menghadapi Persiba. Kemenangan tersebut menjadi suntikan moral penting, terutama bagi pemain muda yang mulai menemukan ritme permainan.
Ragil memastikan kondisi psikologis tim berada dalam tren positif. Ia optimistis performa kandang kembali menjadi senjata utama untuk meredam agresivitas Barito Putera.
“Kami berharap tren positif ini berlanjut. Kemenangan kandang sangat penting agar Persela tetap bersaing di papan atas,” katanya.
Baca Juga: Bukan Striker Mahal, Tapi Efektif: Ryo Watanabe Masuk Radar Kabau Sirah
Keuntungan Jadwal Kandang
Faktor lain yang menguntungkan Persela adalah jadwal pertandingan. Dalam dua pekan ke depan, Persela lebih sering bermain di kandang.
Situasi ini memberi waktu persiapan lebih panjang, sekaligus meminimalkan kelelahan akibat perjalanan jauh.
“Dengan jeda sekitar satu minggu antar laga, kami bisa mengatur intensitas latihan lebih baik. Bermain di kandang jelas memberi keuntungan,” tambah Ragil.
Baca Juga: 14 Pemain Baru, Proyek Ambisius PSIS Semarang Demi Bertahan di Liga 2
Lebih dari Sekadar Pertandingan
Laga melawan Barito Putera bukan hanya tentang poin, tetapi juga pembuktian arah tim. Jika Persela mampu menaklukkan pemuncak klasemen, pesan yang dikirim ke pesaing lain akan sangat jelas: Persela belum selesai.
Di tengah keterbatasan pemain dan tekanan klasemen, pertandingan ini menjadi momentum krusial.
Menang berarti membuka jalan ke papan atas, kalah bisa memperlebar jarak dan menambah beban di laga-laga berikutnya.
Surajaya pun diprediksi bergemuruh. Bagi Persela, dukungan suporter dan disiplin menjaga kebugaran bisa menjadi pembeda—bahkan melampaui statistik dan posisi klasemen.
Editor : Mahendra Aditya