Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

PSIS Semarang All-In di Bursa Transfer, 14 Pemain Baru, Tujuannya Bertahan di Liga 2

Mahendra Aditya Restiawan • Kamis, 8 Januari 2026 | 17:38 WIB
Raffinha, Denilson dan Simanca, Legiun asing PSIS Semarang terbaru
Raffinha, Denilson dan Simanca, Legiun asing PSIS Semarang terbaru

SEMARANG - PSIS Semarang memilih jalan ekstrem di bursa transfer Januari. Bukan sekadar tambal sulam, Laskar Mahesa Jenar melakukan manuver besar-besaran—mengganti hampir separuh wajah tim—demi satu misi krusial: bertahan di Liga Championship.

Di saat klub lain cenderung berhitung, PSIS justru tampil sebagai tim paling agresif dalam perekrutan pemain.

Belasan nama baru masuk, empat pemain dilepas, dan perubahan struktural dilakukan secara simultan.

Ini bukan reaksi panik, melainkan sinyal bahwa manajemen baru ingin mengubah nasib klub secara menyeluruh.

Baca Juga: 14 Pemain Baru, Proyek Ambisius PSIS Semarang Demi Bertahan di Liga 2

Revolusi di Jatidiri

Datangnya CEO baru, Datu Nova Fatmawati, menjadi titik balik PSIS. Tidak banyak pidato bombastis, tetapi langkah-langkah konkret langsung terasa.

Di bawah kendalinya, PSIS bergerak cepat memanfaatkan jendela transfer untuk membangun ulang fondasi tim.

Langkah awalnya tegas: merampingkan skuad, lalu mendatangkan pemain berpengalaman yang siap pakai.

Uniknya, sebagian besar rekrutan berasal dari satu jalur yang sama—eks Persela Lamongan—menciptakan chemistry instan yang jarang disadari publik.

Nama-nama seperti Otavio Dutra, Beto Goncalves, Esteban Vizcarra, Wawan Febrianto, Ocvian Chanigio, hingga kiper Mario Londok menjadi tulang punggung baru PSIS.

Mereka bukan pemain muda yang butuh adaptasi panjang, melainkan figur matang yang paham tekanan kompetisi.

Baca Juga: Update Klasemen Liga 2 6 Januari 2026: Barito Putera Menjauh, Persaingan PSIS, Persiku dan Persipal di Zona Degradasi Kian Panas

Kiper baru PSIS Semarang, Mario Londok yang ditransfer dari Persela Lamongan
Kiper baru PSIS Semarang, Mario Londok yang ditransfer dari Persela Lamongan

Bukan Sekadar Banyak, Tapi Tepat

Yang menarik, PSIS tidak hanya berburu kuantitas. Perekrutan pemain asing juga dilakukan dengan perhitungan spesifik.

Aldair Simanca, bek asal Kolombia yang dipinjam dari Borneo FC, diharapkan menambah stabilitas lini belakang.

Lalu ada Rafinha, top skor Liga 2 musim lalu, yang diplot sebagai solusi instan krisis gol. Sementara Denilson Rodrigues, eks Timnas Brasil U-20, disiapkan sebagai motor permainan di lini tengah.

Perpaduan pengalaman lokal dan sentuhan internasional ini menjadi pendekatan baru PSIS—membangun keseimbangan, bukan sekadar nama besar.

Baca Juga: Liga 2 Pekan ke-15: Nasib Barito, PSS, PSIS, hingga PSMS di Titik Balik

Regenerasi Tetap Jalan

Di tengah kebutuhan hasil instan, PSIS tak sepenuhnya melupakan masa depan. Dua pemain muda, Alwi Fadillah dan Rangga Sumarna, ikut diperkenalkan.

Keduanya digadang-gadang sebagai aset jangka panjang yang bisa berkembang di bawah tekanan kompetisi.

Langkah ini menunjukkan bahwa PSIS tidak hanya berpikir soal lolos dari degradasi, tetapi juga menata ulang identitas tim pasca-gejolak internal.

Krisna John pemain PSIS Semarang mencetak gol Saat lawan Persipal Palu
Krisna John pemain PSIS Semarang mencetak gol Saat lawan Persipal Palu

Target Jelas: Bertahan, Lalu Bangkit

Asisten Manajer PSIS, Reza Andhika, menegaskan bahwa perekrutan ini dirancang untuk mempertebal kedalaman skuad di fase krusial kompetisi.

Seluruh pemain—baik kontrak permanen maupun pinjaman—diproyeksikan memberi dampak langsung.

Ambisi itu sejalan dengan pernyataan Datu Nova Fatmawati yang secara terbuka menyebut target utama musim ini hanyalah satu: bertahan di Liga Championship. Tidak muluk, tapi realistis.

Namun di balik target sederhana itu, tersimpan perubahan besar. PSIS kini juga memperbaiki relasi dengan suporter, mengakhiri boikot, serta melakukan penyegaran tim pelatih. Kombinasi faktor teknis dan nonteknis ini menjadi senjata utama Laskar Mahesa Jenar.

Baca Juga: Daftar 12 Rekrutan Anyar PSIS Semarang, All In di Bursa Transfer Demi Mentas dari Zona Degradasi

Taruhan Berani yang Bisa Mengubah Sejarah

Jarang ada klub yang berani melakukan revolusi total di tengah musim. Risiko jelas besar: adaptasi, tekanan hasil instan, dan ekspektasi publik.

Namun jika berhasil, PSIS bisa menciptakan kisah bertahan hidup paling dramatis musim ini.

Bursa transfer Januari bagi PSIS bukan sekadar pasar pemain—melainkan arena pertaruhan masa depan klub.

Editor : Mahendra Aditya
#Jadwal PSIS Semarang #Rekrutan pemain PSIS semarang #snex #semarang #Transfer Pemain Liga 2 #klasemen liga 2 #pemain asing PSIS semarang #pemain asing liga 2 #psis #Jadwal Liga 2 #jatidiri #PSIS Semarang #Bursa Transfer Liga 2 #pemain baru psis semarang #Liga 2 #panser biru