RADAR KUDUS - Peta persaingan Liga Inggris musim 2025/2026 perlahan mulai mengerucut. Bukan lewat kemenangan besar, melainkan dari poin-poin yang hilang di saat krusial.
Manchester City kembali merasakan dampaknya setelah gagal mengamankan tiga angka saat menjamu Chelsea. Hasil imbang 1-1 di Etihad tak hanya menghentikan laju City, tetapi juga membuat jarak dengan Arsenal di puncak klasemen makin melebar.
Rangkaian pertandingan pekan ke-20 Premier League resmi berakhir pada Senin (5/1/2026) dini hari WIB. Laga City kontra Chelsea menjadi penutup, sekaligus salah satu momen paling menentukan pekan ini.
Gol Tijjani Reijnders sempat memberi harapan bagi tuan rumah, sebelum Enzo Fernandez memupusnya lewat gol telat yang terasa seperti kemenangan bagi tim tamu.
Baca Juga: Manchester City vs Chelsea: Gol Menit 94 Enzo Fernandez Ubah Peta Persaingan Gelar Liga Inggris
City Kehilangan Momentum, Arsenal Diuntungkan
Tambahan satu poin membuat Manchester City kini mengoleksi 42 poin dari 20 laga. Mereka tetap bertahan di posisi kedua, namun jarak dengan Arsenal kini membesar menjadi enam angka.
Dalam konteks perburuan gelar, selisih ini bukan sekadar angka di tabel, melainkan tekanan psikologis yang nyata.
Arsenal, yang tampil lebih konsisten, memimpin klasemen dengan 48 poin. Setiap kali rival terdekat gagal menang, The Gunners tak perlu berbuat banyak untuk tetap nyaman di puncak.
Situasi ini mengubah dinamika lomba juara: City kini bukan hanya mengejar, tetapi juga tak lagi boleh terpeleset.
Imbang yang Terasa Seperti Kekalahan
Secara statistik, City masih solid. Penguasaan bola, peluang, dan dominasi permainan tak banyak berubah dari standar mereka. Namun Liga Inggris tidak memberi nilai lebih pada dominasi tanpa hasil maksimal.
Gol Reijnders di babak pertama seharusnya cukup untuk mengamankan kemenangan. Tapi kegagalan mengunci pertandingan membuka ruang bagi Chelsea untuk bangkit.
Ketika Enzo Fernandez mencetak gol penyeimbang di masa injury time, atmosfer berubah drastis. Satu momen itu membuat dua poin City menguap dan memberi napas tambahan bagi Arsenal.
Chelsea Naik, Bukan Karena Taktik Semata
Bagi Chelsea, hasil ini bernilai lebih dari sekadar satu angka. Tambahan poin membawa The Blues kembali ke peringkat lima klasemen dengan 31 poin, menggeser Manchester United yang memiliki poin sama namun kalah selisih gol.
Menariknya, Chelsea meraih hasil ini di tengah situasi internal yang belum stabil. Namun justru di situlah letak kekuatannya.
Mereka bermain dengan mental bertahan hidup—bukan untuk tampil indah, tetapi untuk bertahan di papan atas. Hasil imbang melawan City menjadi bukti bahwa Chelsea belum sepenuhnya tersingkir dari persaingan.
Liverpool Ikut Tersendat, Empat Besar Tak Aman
Bukan hanya City yang gagal memaksimalkan laga pekan ini. Liverpool juga kehilangan peluang mendekat ke papan atas setelah ditahan Fulham dengan skor 2-2.
Tambahan satu poin membuat The Reds kini mengoleksi 34 poin dan tertahan di posisi keempat.
Situasi ini membuat zona empat besar semakin kompetitif. Arsenal relatif aman di puncak, City dan Aston Villa berbagi posisi dua dan tiga dengan poin sama, sementara Liverpool harus waspada terhadap kejaran tim-tim di bawahnya.
Aston Villa Mengintai dalam Diam
Di balik sorotan pada City dan Arsenal, Aston Villa diam-diam berdiri sejajar dengan City di angka 42 poin. Meski selisih gol mereka lebih rendah, posisi Villa menjadi ancaman nyata. Jika City kembali terpeleset, Villa berpotensi naik tanpa banyak sorotan.
Fenomena ini menunjukkan bahwa persaingan musim ini bukan hanya soal dua kuda terdepan. Liga Inggris berubah menjadi maraton kolektif, bukan duel tunggal.
Papan Tengah Makin Padat
Persaingan ketat juga terlihat di papan tengah. Brentford naik ke posisi tujuh usai menang 4-2 atas Everton dan kini mengoleksi 30 poin, sejajar dengan Sunderland yang turun satu tingkat setelah ditahan Tottenham.
Newcastle United kembali menembus 10 besar setelah menaklukkan Crystal Palace 2-0. The Magpies kini berada di peringkat sembilan dengan 29 poin, tepat di bawah Sunderland. Brighton melengkapi 10 besar usai kemenangan atas Burnley.
Jarak poin yang tipis di papan tengah membuat satu kemenangan atau satu hasil imbang bisa mengubah posisi secara drastis.
Zona Bawah Mulai Mengkhawatirkan
Di sisi lain klasemen, Wolverhampton Wanderers masih terpuruk di dasar tabel dengan 6 poin, disusul Burnley dan West Ham United. Dengan separuh musim sudah berjalan, tekanan mulai meningkat bagi tim-tim zona merah.
Setiap pekan kini terasa seperti final kecil—bukan hanya bagi tim papan atas, tetapi juga bagi mereka yang berjuang menghindari degradasi.
Liga Inggris Memasuki Fase Psikologis
Pekan ke-20 menjadi penanda penting. Bukan karena menentukan juara, tetapi karena mulai memisahkan tim yang siap konsisten dari mereka yang rawan terpeleset.
Manchester City masih kuat, namun jarak enam poin dengan Arsenal adalah sinyal bahaya. Chelsea kembali bernapas di lima besar. Liverpool tertahan. Dan Aston Villa menunggu kesempatan.
Di Liga Inggris, satu poin yang hilang hari ini bisa menjadi penyesalan besar di bulan Mei.
Editor : Mahendra Aditya