Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Injury Time 8 Menit, Gol Kedua PSIS Semarang ke Gawang Persipal palu Tercipta pada Menit 91

Mahendra Aditya Restiawan • Sabtu, 3 Januari 2026 | 20:54 WIB
Logo PSIS
Logo PSIS

SEMARANG — Malam itu Stadion Jatidiri tidak hanya menjadi arena pertandingan. Ia menjelma panggung pembuktian, tempat kesabaran diuji dan nasib dipertaruhkan hingga detik terakhir.

PSIS Semarang akhirnya menutup laga dengan kemenangan 2-0 atas Persipal Palu, lewat gol penentu yang lahir di menit ke-91, saat waktu nyaris habis dan napas penonton tertahan.

Kemenangan ini bukan sekadar tambahan tiga poin. Ia terasa seperti pernyataan keras bahwa Mahesa Jenar belum habis.

Bahwa tim yang lama terjebak di papan bawah masih punya nyali, tenaga, dan keyakinan untuk melawan keadaan.

Babak Pertama: Tekanan, Kesabaran, dan Gol Pembuka

Sejak peluit awal, PSIS tampil dengan pendekatan yang lebih rapi. Tidak tergesa, tetapi juga tidak pasif. Aliran bola dibangun dari lini tengah, mencoba menarik Persipal keluar dari blok rendah mereka.

Persipal Palu datang dengan satu rencana jelas: bertahan rapat dan mencuri kesempatan lewat serangan balik. Sepanjang babak pertama, mereka lebih banyak bertahan di wilayah sendiri, membiarkan PSIS mendominasi penguasaan bola.

Kebuntuan akhirnya pecah di menit ke-29. Sulistia Krisna muncul sebagai pembeda. Menerima umpan matang dari sisi kanan, ia menyelesaikan peluang dengan tenang. Bola meluncur ke gawang, Jatidiri bergemuruh, dan PSIS unggul 1-0.

Gol itu mengubah atmosfer. Bukan hanya di lapangan, tetapi juga di tribun. Kepercayaan diri pemain PSIS meningkat drastis. Operan menjadi lebih berani, tekanan semakin konsisten, sementara Persipal terlihat makin terkurung.

Babak Kedua: Dominasi Tanpa Ampun

Memasuki paruh kedua, Persipal mencoba keluar dari tekanan. Beberapa kali mereka mengandalkan bola panjang untuk mengejutkan lini belakang PSIS. Namun upaya itu jarang berkembang menjadi ancaman serius.

PSIS justru semakin nyaman mengontrol permainan. Lini tengah bekerja disiplin, memotong alur serangan lawan sebelum berkembang. Setiap kali Persipal mencoba naik, mereka segera dipaksa mundur.

Meski dominan, PSIS sempat frustrasi. Peluang demi peluang tercipta, tetapi penyelesaian akhir belum sepenuhnya klinis. Sepakan melenceng, peluang terbuang, dan waktu terus berjalan.

Di sinilah ketegangan terasa nyata. Skor 1-0 selalu berbahaya. Satu kesalahan kecil bisa menghapus semua kerja keras.

Tambahan Waktu 8 Menit dan Gol Penentu

Wasit memberikan tambahan waktu delapan menit di babak kedua. Bagi PSIS, ini adalah ujian mental. Bagi Persipal, ini kesempatan terakhir.

Alih-alih bertahan total, PSIS memilih tetap menekan. Keputusan itu berbuah manis. Di menit ke-91, sebuah serangan cepat memecah pertahanan Persipal yang mulai kelelahan.

Sulistia Krisna kembali berada di momen penting. Dengan ketenangan yang jarang terlihat di laga penuh tekanan, PSIS akhirnya mencetak gol kedua. Skor berubah menjadi 2-0. Jatidiri meledak untuk kedua kalinya.

Gol telat ini seperti palu godam. Persipal kehilangan semangat. Sisa waktu tak cukup untuk bangkit. Peluit panjang berbunyi, dan PSIS memastikan kemenangan yang terasa sangat mahal.

Persipal Palu: Tertekan dan Kehabisan Ruang

Statistik berbicara jelas. Sepanjang laga, Persipal lebih banyak bertahan. Serangan mereka hanya sesekali muncul dan mudah dipatahkan. Tekanan tanpa henti membuat lini mereka kehilangan kedalaman dan koordinasi.

Bukan berarti Persipal tanpa usaha. Namun menghadapi PSIS yang tampil disiplin dan agresif, peluang mereka nyaris tertutup. Gol kedua PSIS menjadi simbol betapa sulitnya mereka keluar dari kepungan.

Sulistia Krisna, Pembeda di Malam Penentuan

Nama Sulistia Krisna layak disorot. Satu gol pembuka, satu kontribusi penting di momen akhir. Dalam laga penuh tekanan, ia tampil dewasa dan efektif.

Bagi PSIS, kehadiran pemain seperti Sulistia menjadi angin segar. Di tengah krisis produktivitas, sosok yang mampu hadir di saat genting sangat dibutuhkan.

Dampak Besar bagi Klasemen Championship

Kemenangan ini membawa napas lega. PSIS yang sebelumnya terseok di papan bawah kini mendapat suntikan moral besar. Tambahan tiga poin membuka peluang untuk keluar dari zona degradasi, atau setidaknya memperkecil jarak dengan pesaing terdekat.

Dalam kompetisi seketat Championship, satu kemenangan bisa mengubah peta persaingan. Terlebih jika diraih dengan cara meyakinkan seperti ini.

Jatidiri Kembali Menjadi Rumah

Musim ini, Stadion Jatidiri sempat kehilangan magisnya. Namun malam itu, stadion kembali menjadi rumah yang memberi energi. Dukungan suporter terasa nyata, mengalir ke setiap sprint dan tekel pemain.

Kemenangan ini bukan hanya milik sebelas pemain di lapangan. Ia milik seluruh elemen PSIS yang terus bertahan di tengah tekanan.

Awal Kebangkitan atau Sekadar Euforia

Pertanyaan besar kini menunggu jawaban. Apakah ini awal kebangkitan PSIS, atau hanya satu malam indah di tengah musim berat?

Jawabannya ada pada konsistensi. Namun satu hal pasti, gol di menit 91 ini telah menyalakan kembali keyakinan. Bahwa PSIS masih punya cerita untuk ditulis.

Editor : Mahendra Aditya
#PSIS vs Persipal #klasemen liga 2 #psis #PSIS Semarang vs persipal palu #PSIS Semarang #Liga 2