JAKARTA — Harapan Persijap Jepara untuk membuka tahun dengan hasil positif kembali tertahan.
Bertandang ke Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan pada Sabtu (3/1) sore, Persijap harus mengakui keunggulan Persija Jakarta. Skor berakhir 0-2.
Kekalahan ini memperpanjang catatan kurang menggembirakan Persijap di awal tahun.
Skuad Laskar Kalinyamat kembali gagal mencetak gol, meski sempat menunjukkan disiplin dan keberanian dalam meredam agresivitas tuan rumah.
Sejak peluit awal dibunyikan, Persijap tampil dengan pendekatan pragmatis.
Lini pertahanan dibentengi rapat, sementara serangan dibangun melalui transisi cepat dari kaki ke kaki.
Para pemain mencoba mengeksploitasi ruang di belakang garis pertahanan Persija.
Peluang emas justru lebih dulu hadir untuk Persijap pada menit ke-13.
Charlos Franca mendapatkan ruang tembak, namun sepakan kakinya masih melebar tipis di sisi kiri gawang Persija.
Kesempatan ini menjadi sinyal bahwa Persijap tidak sekadar bertahan.
Namun, Persija Jakarta kemudian mengambil alih penguasaan bola.
Tim Macan Kemayoran kerap menekan dari sisi kiri dan memaksa Persijap bekerja keras menjaga kedalaman pertahanan.
Beberapa angkatan bola mati khususnya sepak pojok tercipta, tetapi belum mampu dikonversi menjadi gol.
Di tengah tekanan, Persijap tetap disiplin. Kedua tim saling memotong alur serangan, dengan duel-duel ketat terjadi di lini tengah.
Upaya terobosan ke kotak penalti kerap mentah sebelum mencapai sentuhan akhir.
Hingga jeda turun minum, Persijap masih mampu menjaga gawangnya tetap perawan.
Skor kacamata 0-0 bertahan hingga wasit meniup peluit akhir babak pertama. Sempat, memberi harapan bagi Persijap Jepara untuk mencuri poin.
Memasuki babak kedua, Persijap terus berusaha keluar dari tekanan.
Serangan dibangun lebih berani, dengan dukungan gelandang yang naik membantu lini depan. Namun, celah justru terbuka di sektor pertahanan.
Persija memecah kebuntuan pada menit ke-60. Umpan cut back Hanif Sjahbandi dari sisi kanan disambut Arlyansyah Abdulmanan yang berdiri bebas tanpa pengawalan.
Sepakannya itu gagal diantisipasi kiper Persijap Sendri Johansyah dan mengubah skor menjadi 1-0.
Tertinggal satu gol, Persijap berusaha meningkatkan intensitas serangan.
Serangan terus dibangun. Beberapa kali bola diarahkan ke area berbahaya. Tetapi penyelesaian akhir masih menjadi pekerjaan rumah yang belum terpecahkan.
Alih-alih menyamakan kedudukan, Persijap kembali kebobolan pada menit ke-79.
Gustavo Franca mengirim umpan matang yang disambut Aditya Warman. Tembakan keras dari luar kotak penalti membuat bola meluncur deras. Tak terbendung. Menambah keunggulan Persija menjadi 2-0.
Di sisa waktu pertandingan, Persijap tidak berhenti mencoba.
Tekanan dilancarkan dengan memaksimalkan pergerakan sayap dan bola-bola terobosan ke jantung pertahanan Persija.
Peluang hadir di penghujung laga melalui kerja sama Sudi Abdallah dan Charlos Franca.
Namun, kombinasi keduanya masih terbaca lini belakang Persija. Bola, akhirnya berhasil diamankan kiper sang tuan rumah.
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 2-0 untuk kemenangan Persija Jakarta tak berubah.
Persijap Jepara pulang dengan tangan hampa. Meski menyisakan catatan tentang soliditas bertahan dan semangat juang yang masih terjaga. Terpaksa harus tertahan di papan bawah, masih ajeg, bertengger di peringkat ke-17.
Sementara itu, Persijap Jepara akan menjamu Dewa United pada Senin (12/1) di Stadion GBK Jepara. Kick off dimulai pukul 19.00.(fik)
Editor : Mahendra Aditya