Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

5 Pertemuan Terakhir Persija Jakarta vs Persijap Jepara, Lengkap Jadwal, Statistik dan Nonton Dimana

Mahendra Aditya Restiawan • Sabtu, 3 Januari 2026 | 09:41 WIB

 

Allano - Pemain Persija Jakarta
Allano - Pemain Persija Jakarta

RADAR KUDUS - Pertemuan Persija Jakarta kontra Persijap Jepara di pekan ke-16 Super League bukan sekadar pertandingan biasa.

Ada sejarah panjang, jarak 12 tahun tanpa pertemuan, serta catatan lima duel terakhir yang terus menghantui tim tamu.

Stadion Utama Gelora Bung Karno akan menjadi saksi apakah dominasi Persija kembali berlanjut atau justru Persijap mampu menulis kisah kebangkitan yang tak terduga.

Bagi Persija, laga ini menjadi peluang emas menjaga napas persaingan di papan atas klasemen. Sementara bagi Persijap, pertandingan ini lebih mirip ujian mental—melawan lawan yang secara statistik dan momentum jauh lebih unggul.

Baca Juga: Persija vs Persijap Jepara Hari Ini: Jadwal Kick-Off, Live Streaming, dan Cara Nontonnya


Rekor 5 Pertemuan Terakhir: Angka yang Bicara

Jika menilik catatan lima pertemuan terakhir kedua tim, Persija jelas berada di atas angin. Dari lima laga tersebut, Macan Kemayoran mengantongi tiga kemenangan, sementara Persijap hanya mampu menang dua kali.

Namun yang paling mencolok bukan sekadar hasil, melainkan bagaimana Persija kerap tampil dominan, terutama saat bermain di Jakarta.

Pertemuan terakhir pada Mei 2014 menjadi pengingat pahit bagi Persijap. Saat itu, Persija tampil agresif dan menutup laga dengan kemenangan meyakinkan 4-1 di kandang sendiri.

Bahkan dalam dua laga kandang terakhir melawan Persijap, Persija selalu menang dengan selisih gol cukup telak.

Statistik ini bukan sekadar angka, melainkan tekanan psikologis yang ikut terbawa ke laga kali ini. Persijap datang dengan beban sejarah yang belum terhapus.

Baca Juga: Jadwal Panas Pekan ke-16 Super League: Ujian Mental Persija dan Persib Jelang Duel Klasik


Momentum Berbeda, Target Sama

Persija Jakarta memasuki laga ini dengan kepercayaan diri yang kembali pulih. Kekalahan tipis dari Semen Padang sempat mengganggu ritme, namun kemenangan 3-0 atas Bhayangkara Presisi Lampung FC menjadi titik balik penting.

Hasil tersebut menjaga Persija tetap berada di tiga besar, sekaligus menempel ketat Persib Bandung dan Borneo FC.

Sebaliknya, Persijap Jepara sedang berada dalam fase sulit. Sepuluh pertandingan terakhir tanpa kemenangan—sembilan kekalahan dan satu hasil imbang—menjadi cermin betapa beratnya musim ini bagi Laskar Kalinyamat.

Namun justru dari situ, mereka datang tanpa beban besar. Dalam sepak bola, kondisi seperti ini kerap melahirkan kejutan.


Persija: Kuat di Depan, Rapuh oleh Absensi

Macan Kemayoran harus menghadapi laga ini tanpa tiga nama penting. Dennis Figo dan Fabio Da Silva absen akibat sanksi kartu merah, sementara Ryo Matsumura harus menepi karena hukuman Komite Disiplin. Absennya ketiga pemain ini memaksa pelatih Persija melakukan penyesuaian komposisi.

Meski begitu, Persija masih punya senjata utama. Maxwell dan Allano Lima tetap menjadi tumpuan di lini depan.

Duet ini telah menyumbang total 16 gol dan menjadi alasan utama Persija konsisten mencetak gol dalam lima laga terakhir.

Kekuatan Persija juga terletak pada kedalaman skuad dan pengalaman bermain di laga besar. Faktor kandang di GBK memberi tambahan energi yang kerap membuat lawan kehilangan keberanian sejak menit awal.

Baca Juga: Prediksi Persija vs Persijap Jepara di GBK, Laskar Kalinyamat Main Di Bawah Tekanan Degradasi


Persijap dan Misi Memutus Rantai Kekalahan

Di kubu tamu, Persijap datang dengan kondisi pincang. Bek andalan Najeeb Yakubu dipastikan absen karena sanksi, memaksa lini belakang mengalami perombakan. Douglas Cruz diprediksi mengisi posisi tersebut, dengan harapan mampu meredam tekanan agresif Persija.

Sektor tengah menjadi tumpuan utama Persijap. Sakyi Elvis dan Franca Carlos diharapkan mampu menjaga aliran bola sekaligus memberi dukungan kepada Sudi Abdallah di lini depan. Jika Persijap ingin mencuri poin, mereka harus tampil disiplin dan efisien—dua hal yang kerap hilang dalam beberapa pekan terakhir.


Statistik Bicara: Ancaman Gol dan Pola Laga

Dari lima laga terakhir Persija, mereka mencetak 10 gol dan hanya kebobolan tiga kali. Sebaliknya, Persijap hanya mencetak lima gol dan kebobolan 12 kali dalam periode yang sama. Data ini mempertegas perbedaan tajam kualitas kedua tim saat ini.

Namun menariknya, empat dari lima laga terakhir Persijap berakhir dengan kedua tim sama-sama mencetak gol. Artinya, Persijap tetap memiliki potensi menyerang, meski pertahanan mereka kerap rapuh.


Jadwal, Lokasi, dan Cara Menonton

Laga Persija Jakarta vs Persijap Jepara akan digelar pada Sabtu, 3 Januari 2026, pukul 15.30 WIB di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Pertandingan ini tidak disiarkan langsung di televisi nasional, namun dapat disaksikan melalui layanan live streaming Vidio.

Baca Juga:  Jadwal Indonesia Super League Sabtu, 3 Januari 2026: Ada Persija vs Persijap dan Borneo FC vs PSM Makassar


Taruhan Besar di Awal Tahun

Bagi Persija, kemenangan berarti menjaga tekanan di jalur juara dan mempertahankan dominasi historis atas Persijap. Bagi Persijap, satu hasil positif saja sudah cukup untuk mengubah narasi musim mereka.

Rekor lima pertemuan terakhir memang memihak Persija, tetapi sepak bola selalu menyisakan ruang untuk kejutan.

Pertanyaannya kini sederhana namun krusial: apakah sejarah akan kembali terulang, atau justru runtuh di awal 2026?

Editor : Mahendra Aditya
#sugbk #persijap #jepara #Persija Jakarta #susunan pemain Persija vs Persijap #jadwal liga 1 #Live streaming Persija vs Persijap #klasemen liga 1 #prediksi Persija vs Persijap #Gelora Bung Karno (GBK) #prediksi skor Persija vs Persijap #Persija vs Persijap tayang #Jadwal Persija hari ini #Rekor pertemuan Persija vs Persijap #persijap jepara #liga 1 #Super League Indonesia 2025