Palembang – Posisi di papan atas tak selalu menjamin rasa aman. Itulah pesan utama yang ditegaskan Pelatih Kepala Sumsel United, Nilmaizar, menjelang laga tandang melawan Persekat Tegal pada pekan ke-13 Pegadaian Championship 2025–2026.
Pertandingan dijadwalkan berlangsung Sabtu, 3 Januari 2026 pukul 15.30 WIB di Stadion Trisanja, Tegal.
Bagi Nilmaizar, laga ini bukan sekadar perburuan tiga poin. Ini adalah ujian mental, terutama bagaimana timnya bertahan fokus hingga detik terakhir.
Persekat Tegal, meski berada di papan bawah, datang dengan kepercayaan diri tinggi usai menciptakan kejutan besar di laga sebelumnya.
Baca Juga: Filosofi Dua Sayap Nilmaizar Antar Sumsel United Menanjak di Klasemen
Momentum Persekat Jadi Alarm Serius
Persekat Tegal baru saja mengirim pesan tegas ke seluruh kontestan Grup A Wilayah Barat. Tim berjuluk Laskar Ki Gede Sebayu itu sukses menundukkan Adhyaksa FC Banten—penghuni peringkat dua klasemen—dengan skor tipis 1-0.
Gol penentu kemenangan tercipta pada menit ke-90, momen yang menjadi perhatian khusus Nilmaizar.
“Kemarin Persekat bisa menang lawan Adhyaksa dan golnya di menit akhir. Itu bukti mereka tidak pernah menyerah,” ujar Nilmaizar, Kamis (1/1/2026).
Bagi pelatih asal Sumatera Barat tersebut, kemenangan dramatis itu bukan kebetulan. Itu cerminan tim yang masih menyimpan daya juang tinggi, terutama saat terdesak.
Baca Juga: Rumor Transfer Pemain: Persiku Kudus Kian Dekat Datangkan Jaime Xavier
Klasemen Bisa Menipu
Di atas kertas, Sumsel United memang lebih diunggulkan. Saat ini mereka bercokol di peringkat ketiga klasemen sementara Grup A Wilayah Barat, mengoleksi 23 poin dari 13 laga.
Sementara Persekat Tegal masih tertahan di posisi sembilan dengan 13 poin dari jumlah pertandingan yang sama, dan berjuang menjauh dari zona play-off degradasi.
Namun Nilmaizar menolak menjadikan klasemen sebagai tolok ukur mutlak.
“Posisi di klasemen tidak bisa dijadikan patokan. Sepak bola tidak sesederhana itu,” tegasnya.
Angle ini menjadi penting karena banyak tim papan atas justru terpeleset saat menghadapi lawan yang sedang terjepit. Tekanan bertahan hidup sering kali melahirkan performa paling berbahaya.
Rekam Jejak Putaran Pertama Tak Berlaku
Sumsel United pernah mengalahkan Persekat Tegal dengan skor 2-0 pada putaran pertama. Namun hasil tersebut, menurut Nilmaizar, tidak bisa dijadikan jaminan apa pun untuk laga kali ini.
Situasi sudah berubah. Persekat kini bermain dengan urgensi yang berbeda. Ancaman degradasi membuat setiap pertandingan bernilai final bagi mereka.
“Mereka pasti ingin membalas kekalahan. Itu hal yang wajar dan harus kita antisipasi,” ujar mantan pelatih Dewa United tersebut.
Baca Juga: Persebaya Menang Setelah 4 Laga Imbang, Persijap Jadi Korban
Laga Tandang dan Faktor Psikologis
Bermain di Stadion Trisanja bukan perkara mudah. Dukungan suporter tuan rumah dan atmosfer laga sore hari kerap menjadi faktor tambahan yang memengaruhi jalannya pertandingan.
Nilmaizar menekankan bahwa tantangan terbesar bukan teknis, melainkan konsistensi fokus. Banyak pertandingan dimenangi atau justru lepas bukan karena kualitas, melainkan karena kelengahan di menit-menit krusial.
“Kita harus bekerja keras dari menit pertama sampai peluit akhir. Kalau lengah sedikit saja, bisa berbahaya,” katanya.
Target Menang, Tapi Tanpa Arogansi
Sumsel United tetap membawa target jelas: pulang dengan poin maksimal. Namun Nilmaizar mengingatkan agar ambisi itu tidak berubah menjadi rasa jumawa.
“Masa kita ke sana ingin kalah? Tidak mungkin. Tapi kita juga tidak boleh meremehkan lawan. Itu namanya takabur,” ucapnya tegas.
Pesan ini menjadi refleksi filosofi kepelatihannya: percaya diri tanpa kehilangan respek. Dalam kompetisi panjang seperti Pegadaian Championship, sikap inilah yang sering membedakan tim promosi dan tim yang kehabisan bensin di akhir musim.
Baca Juga: Tak Aktifkan MFA? ASN Kini Tak Bisa Masuk MyASN dan SIASN
Duel Dua Kepentingan Berbeda
Laga ini mempertemukan dua kepentingan yang sama-sama kuat. Sumsel United ingin menjaga posisi di papan atas dan merawat asa promosi. Persekat Tegal bertarung demi menjauh dari jurang degradasi.
Kondisi ini membuat pertandingan diprediksi berlangsung ketat. Persekat dipastikan tampil agresif, sementara Sumsel United dituntut cerdas mengelola tempo dan emosi.
Menit Akhir, Zona Rawan
Jika ada satu pesan utama dari Nilmaizar, itu adalah soal menit akhir. Gol Persekat ke gawang Adhyaksa di detik-detik penutup menjadi pengingat bahwa konsentrasi yang runtuh sesaat bisa menghancurkan kerja keras sepanjang laga.
Bagi Sumsel United, menjaga fokus hingga akhir bukan pilihan, melainkan keharusan.
“Kita harus siap sampai menit terakhir,” kata Nilmaizar.
Ujian Karakter Sumsel United
Lebih dari sekadar pertandingan liga, duel ini akan menguji karakter Sumsel United. Apakah mereka cukup dewasa mengelola tekanan? Apakah mereka mampu meredam ambisi tim yang sedang terluka?
Jawaban atas pertanyaan itu akan terlihat di Stadion Trisanja. Dan seperti yang diingatkan sang pelatih, pertandingan belum selesai sampai peluit panjang dibunyikan.
Editor : Mahendra Aditya