Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Filosofi Dua Sayap Nilmaizar Antar Sumsel United Menanjak di Klasemen

Mahendra Aditya Restiawan • Jumat, 2 Januari 2026 | 13:41 WIB
Coach Nil Maizar, pelatih Sumsel United
Coach Nil Maizar, pelatih Sumsel United

Palembang — Kemenangan Sumsel United atas FC Bekasi City bukan sekadar soal strategi di papan taktik.

Skor 2-1 yang tercipta di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ), Senin sore (29/12/2025), menjadi cerminan kekuatan lain yang selama ini jarang disorot: budaya tim dan kepemimpinan kolektif.

Pelatih kepala Sumsel United, Nilmaizar, menyebut keberhasilan timnya menutup pekan ke-13 Pegadaian Championship 2025/26 dengan kemenangan bukan hasil kerja satu atau dua pemain.

Menurutnya, fondasi utama justru terletak pada kebersamaan dan rasa saling percaya di dalam skuad.

“Kami tidak membangun tim ini dari ego. Yang kami jaga adalah kebersamaan. Kalau ada yang salah, tidak ada saling menyalahkan,” ujar Nilmaizar dalam konferensi pers usai laga.

Baca Juga: Persipur Masuk Grup C Liga 4 Jateng, Berikut ini Pembagian Grupnya

Kebersamaan Sebagai Senjata Utama

Di tengah kompetisi yang semakin ketat, Nilmaizar memilih pendekatan yang berbeda. Ia tidak menjadikan disiplin sebagai alat menekan, melainkan sebagai nilai bersama yang tumbuh dari rasa saling menghargai.

Baginya, kekompakan bukan sekadar jargon ruang ganti. Itu dibangun dari rutinitas kecil: latihan harian yang konsisten, komunikasi terbuka, hingga silaturahmi di luar lapangan. Semua dirancang untuk menumbuhkan rasa memiliki.

“Kami ingin tim ini seperti keluarga. Tidak ada jarak antara pemain, pelatih, dan staf. Kalau ikatan ini putus, performa pasti ikut runtuh,” tuturnya.

Pendekatan tersebut membuat Sumsel United tampil lebih solid, terutama ketika menghadapi tekanan di pertandingan-pertandingan krusial.

Baca Juga: Rumor Transfer Pemain: Persiku Kudus Kian Dekat Datangkan Jaime Xavier

Filosofi Dua Sayap

Nilmaizar dikenal sebagai pelatih yang gemar menyampaikan pesan lewat analogi sederhana. Salah satu yang kembali ia tekankan kepada pemain adalah filosofi “dua sayap”.

“Saya selalu bilang, burung tidak mungkin terbang dengan satu sayap. Dalam sepak bola juga begitu. Tidak ada pemain yang bisa menang sendirian,” katanya.

Pesan itu tertanam kuat di benak para pemain. Hasilnya terlihat di lapangan: kerja sama antarlini, transisi yang rapi, dan kesediaan pemain untuk saling menutup ruang ketika ada rekan yang kehilangan posisi.

Disiplin Tanpa Kompromi

Meski mengedepankan pendekatan kekeluargaan, Nilmaizar bukan tipe pelatih yang permisif. Ia menegaskan bahwa kebersamaan harus berjalan seiring dengan disiplin tinggi, terutama saat latihan.

Setiap instruksi, baik taktik maupun strategi, wajib dijalankan dengan penuh konsentrasi. Pemain yang tidak fokus tak segan mendapat teguran langsung.

“Disiplin di latihan itu harga mati. Kalau latihan asal-asalan, jangan harap performa di pertandingan bisa maksimal,” tegasnya.

Kedisiplinan inilah yang menurut Nilmaizar menjadi pembeda Sumsel United dibanding tim lain. Sikap serius di sesi latihan terbawa hingga laga resmi, termasuk saat menghadapi FC Bekasi City.

Jalannya Pertandingan

Dalam laga pekan ke-13 tersebut, Sumsel United tampil lebih sabar dan terorganisir. Gol pembuka dicetak Juninho Cabral pada menit ke-56, memanfaatkan celah di pertahanan lawan. Keunggulan tuan rumah bertambah lewat gol Rachmad Hidayat di menit ke-69.

FC Bekasi City sempat memperkecil ketertinggalan melalui Farhan Fadillah pada menit ke-76, namun Sumsel United mampu menjaga stabilitas permainan hingga peluit akhir berbunyi.

Kemenangan ini terasa spesial karena sekaligus menjadi ajang pembalasan setelah Sumsel United kalah pada pertemuan putaran pertama.

Baca Juga: Persebaya Menang Setelah 4 Laga Imbang, Persijap Jadi Korban

Dampak di Klasemen

Tambahan tiga poin membuat Sumsel United menutup akhir tahun 2025 dengan catatan positif. Mereka kini mengoleksi 23 poin dari 13 pertandingan dan bertengger di peringkat ketiga klasemen sementara Grup 1 Wilayah Barat Pegadaian Championship 2025/26.

Sumsel United menyamai perolehan poin Adhyaksa FC Banten di posisi kedua, meski masih kalah dalam rekor head to head. Posisi ini membuka peluang besar bagi tim asal Palembang tersebut untuk terus bersaing di papan atas.

Sebaliknya, kekalahan ini berdampak langsung pada FC Bekasi City. Mereka harus turun ke peringkat kelima setelah Persiraja Banda Aceh naik ke posisi empat usai menahan imbang Garudayaksa FC dengan skor 1-1.

Ketiganya sama-sama mengoleksi 19 poin, namun selisih kecil di klasemen membuat persaingan semakin ketat.

Modal Mental Menuju Paruh Musim

Bagi Nilmaizar, posisi di klasemen bukan tujuan akhir. Ia menilai konsistensi mental dan karakter tim jauh lebih penting untuk menjaga performa di sisa musim.

“Klasemen bisa berubah setiap pekan. Tapi kalau karakter tim sudah kuat, kami bisa bertahan dalam situasi apa pun,” ujarnya.

Ia berharap suasana positif di dalam tim tetap terjaga hingga paruh kedua kompetisi. Dengan jadwal padat dan tekanan yang meningkat, kebersamaan disebut sebagai modal paling berharga Sumsel United.

Lebih dari Sekadar Kemenangan

Kemenangan atas FC Bekasi City menjadi simbol bahwa Sumsel United tidak hanya mengandalkan kemampuan teknis, tetapi juga kekuatan non-teknis yang sering luput dari sorotan: kepercayaan, disiplin, dan rasa saling memiliki.

Di tangan Nilmaizar, Sumsel United bukan sekadar tim sepak bola, melainkan proyek kolektif yang dibangun dari nilai-nilai sederhana namun konsisten.

Jika fondasi ini terus terjaga, Sumsel United berpotensi menjadi salah satu penantang serius di Pegadaian Championship musim ini.

Editor : Mahendra Aditya
#Sumsel United FC #sumsel united #Pegadaian Championship #Pegadaian championship 2025 #klasemen Pegadaian Championship #nilmaizar #Sumsel United vs FC Bekasi City #pelatih sumsel united