Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Kiper Muda Jepara Lolos Beasiswa Levante UD Spanyol, Fabyan Jaga Asa Berkarier di Eropa

M. Khoirul Anwar • Selasa, 30 Desember 2025 | 18:55 WIB
Kiper Muda asal Jepara, Muhammad Fabyan Zafran Athaillah
Kiper Muda asal Jepara, Muhammad Fabyan Zafran Athaillah

SARUNG tangan kiper menjadi saksi bisu perjalanan mimpi Muhammad Fabyan Zafran Athaillah.

Dari lapangan latihan di Jepara, penjaga gawang muda ini kini berada di persimpangan penting kariernya. 

Itu setelah ia meraih kesempatan langka mengikuti program beasiswa latihan klub Spanyol, Levante UD.

Siswa Kelas IX SMPN 2 Jepara tersebut menembus seleksi berlapis dari tingkat regional hingga nasional. 

Fabyan menjadi salah satu dari tiga wakil Jawa Tengah yang lolos, membuka jalan menuju pengalaman berlatih di Eropa sekaligus menyalakan harapan besar bagi masa depan sepak bolanya.

Muhammad Fabyan Zafran Athaillah berdiri tepat di tengah gawang, lutut sedikit ditekuk, pandangan tajam mengikuti arah bola. 

Sarung tangan kipernya tampak kontras dengan jersey yang mulai lembap oleh keringat dan terik matahari.

Ketika bola dilepaskan keras ke sudut kanan, tubuhnya melayang spontan. Telapak tangan menepis, suara benturan menggema singkat. Fabyan segera bangkit, mengatur napas, lalu kembali ke posisi siap.

Posturnya yang menjulang 179 sentimeter membuatnya kokoh di bawah mistar, sementara ketenangan wajahnya mencerminkan jam terbang yang tak sebentar.

Di usia remaja, Fabyan menunjukkan naluri penjaga gawang yang matang.

Fabyan lahir di Jepara, 12 Mei 2011. Ia tumbuh di lingkungan sederhana di Desa Mindahan RT 2 RW 2, Kecamatan Batealit.

Kini, kesehariannya diisi dengan rutinitas sekolah di SMPN 2 Jepara dan latihan sepak bola.

Perjalanan menuju kesempatan berlatih di Eropa dimulai pada 5 Oktober 2025 saat Fabyan mengikuti seleksi regional di Sukoharjo. 

Dari tahap itu, ia dinyatakan lolos dan melaju ke seleksi nasional pada 17–25 November 2025 di Bali. Persaingan berlangsung ketat dengan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Latihan dijalani dengan intensitas tinggi. Dalam tekanan fisik dan mental, Fabyan tetap menunjukkan konsistensi di bawah mistar. 

Ketajaman refleks dan ketenangannya membaca arah bola membuat namanya kembali masuk daftar pemain terpilih. Dari Jawa Tengah, hanya tiga pemain yang berhasil lolos seleksi nasional tersebut.

Fabyan tergabung dalam Laskar Jepara FA, akademi sepak bola yang dibina legenda Persijap Jepara, Anam Syahrul, mantan bek andalan Persijap. 

Dari sosok yang dikenal tangguh di lini pertahanan itu, Fabyan banyak menyerap pelajaran tentang disiplin, membaca permainan, dan kepemimpinan di lapangan.

Rekam jejak prestasi Fabyan terbilang konsisten. Ia pernah menorehkan Juara I POPDA, Juara III Piala Disdikpora, Juara I Piala Askab, Juara I GSI Jepara, serta Juara IV Liga Top Skor Nasional.

Deretan capaian itu menjadi fondasi yang mengantarnya ke panggilan klub Eropa.

Undangan dari Levante UD menawarkan program latihan senilai 1.400 Euro dengan skema beasiswa 20 persen. 

Klub Spanyol tersebut memberikan tiga pilihan periode, mulai Desember 2025 hingga Mei 2026.

Setelah mempertimbangkan kesiapan fisik dan akademik, Fabyan memilih periode Mei sebagai waktu keberangkatan.

Di balik kabar membanggakan itu, perjuangan lain masih berlangsung.

Akhmad Akbar Zuliyanto, ayah Fabyan, bersama keluarga kini berupaya menggaet donatur dan sponsor untuk menunjang kebutuhan di luar beasiswa selama mengikuti program di Spanyol.

Bagi Fabyan, setiap kali sarung tangan kiper dikenakan, ia tak sekadar bersiap menjaga gawang.

Dari Mindahan, Batealit, ia sedang menjaga asa—agar suatu hari nanti, langkah kecilnya benar-benar berujung pada karier sepak bola di Eropa.

 

Editor : Ali Mustofa
#talenta #sepak bola #jepara #muda #Spanyol #levante #SMPN 2 #eropa #Kiper