JEPARA — Pelatih Kepala Persijap Jepara, Divaldo da Silva Teixeira Alves, memilih menahan diri untuk tidak memberikan komentar.
Utamanya terkait kemungkinan mendatangkan pemain baru dalam bursa transfer paruh musim Super League 2025-2026.
Sikap itu muncul di tengah spekulasi publik dan para supporter, mengenai kebutuhan tim untuk memperkuat skuad menghadapi paruh kedua kompetisi.
Hal itu disampaikan Pelatih asal Portugal tersebut, seusai skuad asuhannya di gulung Persebaya 4-0, pada laga tandangnya Minggu (28/12) di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya.
Periode pendaftaran kedua Super League sendiri, dijadwalkan berlangsung mulai 10 Januari hingga 6 Februari 2026.
Dalam periode tersebut, seluruh klub peserta, termasuk Persijap, diperbolehkan melakukan bongkar-pasang skuad, baik mendatangkan pemain baru maupun melepas pemain lama.
Bursa transfer paruh musim ini menjadi momen krusial bagi klub, yang ingin meningkatkan kualitas tim di tengah kompetisi yang ketat.
Pelatih Kepala Divaldo Alves menegaskan, saat ini fokus utama tim bukan pada spekulasi pemain baru. Melainkan pada evaluasi performa dan pengembangan kemampuan skuad yang ada.
“Evaluasi seperti pergantian pemain, saya tidak mau berbicara soal itu dulu. Saya percaya dengan pemain yang ada saat ini,” tanggapnya saat after match.
Pernyataan ini sekaligus menegaskan komitmen pelatih untuk mempercayai kemampuan tim, sambil mempersiapkan strategi yang matang sebelum periode resmi bursa transfer dimulai.
Menurut Divaldo, fokus tim saat ini adalah memperkuat mental, konsistensi, dan efektivitas permainan para pemain.
Ia menekankan pentingnya disiplin, kerja keras, dan fokus setiap individu agar Persijap bisa bersaing lebih baik di Super League.
“Saya percaya dengan pemain yang ada, tapi kalau lihat pertandingan ini (lawan Persebaya, red) Persijap Jepara banyak peluang gol dan tidak dimanfaatkan dengan cukup baik. Mungkin dari situ kami bisa berpikir dan introspeksi," ujarnya.
Ia menegaskan, berada di zona degradasi membuat tekanan tersendiri. "Kalau kebobolan apalagi di papan bawah, sulit untuk bangkit," tegasnya.
Meski menutup pintu komentar soal pemain baru untuk saat ini, Divaldo memastikan Persijap akan memanfaatkan bursa transfer dengan bijak.
Keputusan terkait pergerakan pemain, baik mendatangkan maupun melepas, tampak akan dilakukan secara terukur sesuai kebutuhan tim dan dinamika kompetisi.
Hal ini menunjukkan pendekatan tim pelatih maupun manajemen Persijap yang berhati-hati. Fokus pada pembangunan tim jangka panjang.
Sang Pelatih berharap seluruh pemain siap menghadapi tantangan kompetisi paruh musim dan mampu memberikan performa maksimal.
“Harus lebih rapi, pintar, dan tidak kebobolan. (Pertandingan dengan Persebaya 4-0, red) Ini kami belajar. Supaya bisa mencetak gol dengan beberapa peluang yang ada. Pemain harus mau fight dan spartan," jelasnya.
Sementara itu, Pemain Persijap Dicky Kurniawan menyampaikan bahwa ia dan pemain lain menyadari punya tak sedikit peluang saat melawan Persebaya Surabaya.
"Kami akan evaluasi bersama dengan tim dan pelatih," hematnya.(fik)
Editor : Ali Mustofa