RADAR KUDUS - Gelora Bung Tomo tak hanya menjadi stadion, tetapi panggung pembuktian. Persebaya Surabaya akhirnya keluar dari bayang-bayang hasil minor yang membelenggu mereka dalam beberapa pekan terakhir.
Menjamu Persijap Jepara pada lanjutan BRI Super League 2025–2026, Bajul Ijo tampil beringas dan menutup laga dengan kemenangan meyakinkan 4-0, Minggu sore.
Sejak peluit awal dibunyikan, Persebaya menunjukkan intensitas tinggi. Umpan cepat, tekanan agresif, dan keberanian menusuk pertahanan lawan menjadi ciri permainan tuan rumah. Persijap yang datang dengan beban kekalahan beruntun tampak kesulitan keluar dari tekanan.
Baca Juga: Lima Gol, Dua Kali Tertinggal: Malut United Ciptakan Drama Terliar Super League
Gol Penalti Membuka Keran Kepercayaan Diri
Kebuntuan pecah pada menit ke-26. Pelanggaran di kotak terlarang membuat wasit menunjuk titik putih. Bruno Moreira, yang sepanjang laga menjadi motor serangan, menjalankan tugasnya dengan tenang.
Tendangan penalti yang terukur membawa Persebaya unggul dan mengubah atmosfer stadion menjadi lautan sorak.
Gol tersebut menjadi pemantik. Aliran bola Persebaya kian hidup, sementara Persijap mulai kehilangan organisasi permainan.
Leo Lelis Menyempurnakan Babak Pertama
Menjelang turun minum, tekanan Persebaya kembali berbuah hasil. Menit ke-38, Leo Lelis mencatatkan namanya di papan skor.
Bek asal Brasil itu memanfaatkan situasi bola mati dan menyelesaikannya dengan sundulan akurat. Skor 2-0 menutup babak pertama, mencerminkan dominasi tuan rumah.
Di sisi lain, Persijap tampak frustrasi. Upaya membangun serangan kerap patah sebelum memasuki area berbahaya.
Babak Kedua Jadi Panggung Kedalaman Skuad
Memasuki paruh kedua, Persebaya tidak menurunkan tempo. Mereka bermain lebih sabar, mengontrol ritme, dan menunggu celah.
Kesabaran itu terbayar di menit ke-80. Franco Rivera, yang tampil solid di lini tengah, melepaskan tembakan keras yang gagal dibendung kiper Persijap.
Gol ketiga membuat mental tim tamu runtuh. Lima menit berselang, Persebaya kembali menambah keunggulan. Kali ini giliran Perovic yang menuntaskan peluang dengan penyelesaian klinis, memastikan kemenangan telak 4-0.
Lebih dari Sekadar Tiga Poin
Hasil ini bukan hanya tentang skor besar. Bagi Persebaya, kemenangan ini adalah titik balik. Setelah lima laga tanpa kemenangan, Bajul Ijo akhirnya kembali menunjukkan identitasnya sebagai tim dengan karakter menyerang dan mental kuat.
Bagi Persijap Jepara, kekalahan ini memperpanjang periode sulit mereka di papan bawah. Pekerjaan rumah menanti, terutama dalam memperbaiki transisi bertahan dan ketahanan mental saat ditekan.
Sore itu di Surabaya, Persebaya tidak sekadar menang. Mereka mengirim pesan tegas ke kompetisi: Bajul Ijo belum habis, dan Gelora Bung Tomo kembali menjadi tempat yang menakutkan bagi tim tamu.
Editor : Mahendra Aditya