RADAR KUDUS - Stadion Gelora Kie Raha menjadi saksi laga penuh emosi saat Malut United menjamu Borneo FC Samarinda dalam lanjutan Super League, Minggu sore.
Pertandingan baru berjalan tiga menit, publik tuan rumah langsung terdiam. Serangan kilat Borneo FC berbuah gol cepat lewat Juan Villa yang menuntaskan umpan Peralta dengan tembakan mendatar nan tenang.
Gol tersebut membuat Borneo FC tampil semakin percaya diri. Penguasaan bola rapi dan transisi cepat membuat Malut United harus bekerja ekstra untuk keluar dari tekanan di menit-menit awal.
David da Silva Menghidupkan Asa
Tekanan perlahan dibalas. Malut United mulai menemukan ritme permainan dan meningkatkan intensitas serangan.
Menit ke-23 menjadi titik balik. David da Silva memanfaatkan bola lambung di kotak penalti, melakukan kontrol cerdik sebelum melepaskan tembakan yang gagal dibendung Nadeo Argawinata. Skor kembali imbang, 1-1, dan atmosfer stadion kembali bergemuruh.
Setelah gol tersebut, duel berlangsung lebih terbuka. Kedua tim saling mengancam, namun hingga turun minum tak ada gol tambahan tercipta.
Babak Kedua: Borneo Menyengat Lagi
Memasuki paruh kedua, Borneo FC kembali menunjukkan kualitasnya. Serangan balik cepat di menit ke-55 menjadi petaka bagi tuan rumah.
Douglas Coutinho lolos dari kawalan, menusuk ke kotak penalti, lalu melepaskan sepakan keras yang mengoyak gawang Malut United. Borneo unggul 2-1 dan tampak mengontrol permainan.
Namun keunggulan itu tak bertahan lama.
Kesalahan Fatal dan Momentum Berubah
Menit ke-69, Malut United memanfaatkan kelengahan lini belakang lawan. Kesalahan Agung dalam menguasai bola menjadi peluang emas.
Taufik Rustam dengan sigap menyambar bola dan menceploskannya ke gawang. Skor 2-2, laga kembali terbuka, dan tensi meningkat drastis.
Sejak saat itu, pertandingan berubah menjadi adu nyali. Malut United tampil agresif, memaksa Borneo FC bertahan lebih dalam.
Nadeo tampil heroik dengan beberapa penyelamatan krusial yang menjaga peluang tim tamu tetap hidup.
Detik Terakhir yang Mengubah Segalanya
Ketika laga tampak akan berakhir imbang, drama sesungguhnya terjadi. Di menit ke-90+4, Gustavo Franca muncul sebagai pahlawan.
Memanfaatkan sundulan Del Pino di mulut gawang, Franca melakukan sontekan tipis yang membuat stadion meledak. Gol itu memastikan kemenangan dramatis 3-2 bagi Malut United.
Peluit panjang berbunyi, emosi tumpah ruah. Para pemain Malut United merayakan kemenangan yang terasa seperti final.
Papan Atas Kian Membara
Hasil ini membawa Malut United kokoh di peringkat ketiga klasemen Super League dengan 31 poin.
Sementara itu, Borneo FC harus rela turun ke posisi kedua dengan 34 poin, disalip Persib. Persaingan di papan atas kini semakin panas, dan satu gol di Ternate menjadi pembeda yang bisa menentukan arah perebutan gelar musim ini.
Editor : Mahendra Aditya