Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Preview Persijap vs PSIM Yogyakarta: Butuh Tiga Poin untuk Jauhi Zona Merah

Mahendra Aditya Restiawan • Senin, 22 Desember 2025 | 22:07 WIB

 

SIAP MELATIH: Divaldo Da Silva Teixeira Alves ditunjuk sebagai Pelatih Kepala Persijap Jepara.
SIAP MELATIH: Divaldo Da Silva Teixeira Alves ditunjuk sebagai Pelatih Kepala Persijap Jepara.

JEPARA – Persijap Jepara tak lagi punya ruang untuk menunda kebangkitan. Saat PSIM Jogja datang ke Stadion Gelora Bumi Kartini, Selasa (23/12/2025) malam, laga ini menjelma menjadi penanda arah musim Laskar Kalinyamat.

Bukan sekadar pertandingan pekan ke-15 Super League 2025/2026, melainkan ujian keberanian untuk keluar dari jerat zona merah.

Dengan koleksi delapan poin dari 13 pertandingan, Persijap kini tercekat di peringkat ke-16. Jarak dengan dasar klasemen hanya satu poin, situasi yang membuat setiap laga bernilai krusial.

Sementara PSIM tiba dengan percaya diri sebagai penghuni papan atas, bertengger di posisi keenam dengan 22 poin.

Baca Juga: Prediksi Skor Persijap Jepara vs PSIM Yogyakarta, Wajib Menang Biar Aman

Tekanan Klasemen yang Tak Bisa Ditawar

Statistik Persijap musim ini berbicara jujur: dua kemenangan, dua hasil imbang, dan sembilan kekalahan.

Angka itu menempatkan Persijap dalam kondisi genting, di mana kesalahan kecil bisa berujung panjangnya krisis.

Namun justru di situ letak peluang. Satu kemenangan bisa menggeser posisi, mengubah atmosfer ruang ganti, dan menyalakan kembali keyakinan.

Bagi Persijap, laga kontra PSIM adalah kesempatan memutus rantai hasil buruk sebelum paruh musim benar-benar menutup pintu harapan.

Persiapan Singkat, Fokus Dimaksimalkan

Karteker pelatih kepala Persijap, Danang Suryadi, mengakui performa tim di penghujung paruh musim jauh dari ideal.

Namun ia menegaskan dua pekan terakhir dimanfaatkan untuk membenahi kondisi fisik dan mental pemain.

Menurut Danang, fokus utama tim adalah kesiapan menyeluruh. Bukan hanya strategi di papan taktik, tetapi juga ketahanan mental menghadapi lawan yang secara peringkat jauh lebih mapan. Persijap tak ingin larut dalam tekanan klasemen.

Datangnya Pelatih Baru, Datangnya Harapan

Pergantian pelatih menjadi variabel penting jelang laga ini. Persijap resmi menunjuk Divaldo Da Silva Teixeira Alves sebagai pelatih kepala, menggantikan Mario Lemos.

Meski baru dua hari memimpin latihan, kehadiran Divaldo diharapkan memberi efek kejut positif.

Adaptasi singkat memang menjadi tantangan. Namun manajemen dan pemain memilih optimisme sebagai pegangan. Kemampuan Divaldo berkomunikasi lintas bahasa disebut memudahkan penyampaian ide, sekaligus mempercepat pembentukan kekompakan tim.

Baca Juga: Jadwal Persijap vs PSIM: Ujian Mental Mario Lemos dan Divaldo Alves, Laga Digelar Tanpa Penonton

Kandang Sendiri, Tanggung Jawab Lebih Besar

Bermain di Stadion Gelora Bumi Kartini memberi keuntungan psikologis, meski tekanan publik justru lebih besar. Persijap sadar, kandang harus kembali menjadi sumber poin, bukan ladang kehilangan angka.

Para pemain dituntut menunjukkan reaksi. Bukan sekadar bermain aman, tetapi berani mengambil risiko terukur demi hasil maksimal. Dalam situasi seperti ini, satu poin tak lagi cukup.

PSIM Datang Tanpa Beban

Di sisi lain, PSIM Jogja melangkah ke Jepara dengan posisi yang relatif nyaman. Status tim papan atas membuat mereka bisa bermain lebih lepas. Namun justru kondisi itu berpotensi menjadi jebakan.

Menghadapi tim yang sedang terdesak sering kali lebih berbahaya. Persijap dipastikan tampil agresif sejak menit awal, memanfaatkan motivasi bertahan hidup di Super League.

Pertarungan Mental Lebih Dominan

Jika dilihat di atas kertas, PSIM unggul hampir di semua lini. Namun sepak bola jarang hanya soal statistik. Laga ini lebih banyak ditentukan oleh mental, fokus, dan kemampuan membaca momen.

Persijap membutuhkan disiplin, transisi cepat, serta keberanian menekan. Kesalahan elementer harus dihindari, karena tim sekelas PSIM kerap menghukum kelengahan sekecil apa pun.

Titik Awal atau Titik Terendah

Bagi Persijap, hasil laga ini akan membentuk narasi baru. Kemenangan bisa menjadi titik balik, memulihkan kepercayaan diri, dan membuka jalan keluar dari zona degradasi. Sebaliknya, kegagalan hanya akan memperberat langkah di sisa musim.

Tak berlebihan jika laga kontra PSIM disebut sebagai pertandingan penentu arah. Ini bukan hanya tentang tiga poin, melainkan tentang keyakinan bahwa Persijap masih mampu bersaing di level tertinggi.

Di Stadion Gelora Bumi Kartini, Selasa malam nanti, Persijap tak hanya bermain melawan PSIM. Mereka bermain melawan rasa ragu, tekanan klasemen, dan waktu yang kian menipis.

Editor : Mahendra Aditya
#Tanpa penonton #sanksi komdis pssi #Super League 2025/2026 #Klasemen Super League #Klasemen Super League 2025 #klasemen Super League Indonesia #Van Gastel #Super League 2025 #Prediksi Persijap vs PSIM #BRI Super League 2025/2026 #Jadwal Persijap vs PSIM #Mario Lemos #Persijap vs PSIM #stadion gelora bumi kartini #Divaldo Alves #PSIM vs Persijap