Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Tak Perlu Ngebut, Ini Cara Lari Tetap Kuat dan Tidak Cepat Lelah

Redaksi Radar Kudus • Kamis, 18 Desember 2025 | 21:07 WIB
Ilustrasi orang lari
Ilustrasi orang lari

RADAR KUDUS – Hasrat untuk berlari secara teratur sering terhenti pada satu masalah yang sama yaitu cepat lelah.

Baru beberapa menit bergerak, pernapasan mulai pendek, kaki terasa berat, dan langkah pun melambat.

Sebenarnya, berlari tidak harus selalu membuat lelah. Dengan metode yang tepat, kegiatan ini malah bisa terasa mudah dan menyenangkan.

Banyak pelari baru terjebak dalam anggapan bahwa berlari harus cepat dari awal.

Padahal, yang paling utama bukan seberapa cepat, tetapi bagaimana cara tubuh diajak berfungsi dengan baik.

Terdapat beberapa kebiasaan mudah yang sering diabaikan, meskipun pengaruhnya cukup signifikan terhadap kekuatan sistem imun.

Ada tiga poin utama yang dapat membuat lari menjadi lebih nyaman dan tidak cepat menimbulkan kelelahan.

Pemanasan dan Pendinginan Harus Dijalani

Sebelum memulai berlari, tubuh harus “dihidupkan” terlebih dahulu. Pemanasan ringan seperti berjalan cepat, peregangan kaki, dan gerakan sendi mempersiapkan otot untuk bekerja.

Tanpa pemanasan, tubuh sering terkejut dan cepat merasa berat di awal berlari.

Setelah selesai, jangan langsung mengakhiri. Perlambat langkah secara bertahap, kemudian lakukan pendinginan.

Peregangan ringan membantu otot menjadi lebih santai dan mengurangi ketegangan. Kebiasaan mudah ini membuat badan terasa lebih bugar dan tidak cepat lelah di hari berikutnya.

Atur Nafas, Dua Tarik Dua Hembus

Pola napas yang tidak teratur sering kali menjadi faktor utama lari terasa lebih sulit.

Salah satu metode termudah adalah dengan menerapkan pola dua kali menarik napas dan dua kali menghembus, sejalan dengan irama langkah kaki.

Dengan bernapas secara teratur, pasokan oksigen ke dalam tubuh jadi lebih stabil. Dada tidak merasa penuh, dan irama lari pun lebih teratur.

Dengan perlahan, tubuh akan beradaptasi dan napas tidak akan terasa tergesa-gesa.

Lambat namun Pasti, Tidak Perlu Terburu-buru

Mulai berlari dengan kecepatan tinggi sering kali malah berakibat buruk. Tenaga cepat terkuras dan kelelahan muncul lebih awal.

Sebagai permulaan, lebih baik menggunakan kecepatan lambat dan konsisten, kemudian biarkan tubuh beradaptasi.

Berlari dengan irama yang dapat dipertahankan membuat langkah tampak lebih ringan.

Tidak perlu memaksakan kemampuan. Saat tubuh merasa nyaman, jarak dan durasi berlari akan meningkat dengan sendirinya.

Pada akhirnya, berlari bukanlah soal siapa yang tercepat atau terjauh. Hal yang paling utama adalah konsistensi dan kenyamanan.

Dengan memperhatikan tiga hal sederhana ini, berlari dapat menjadi kegiatan yang menyenangkan dan lebih mudah untuk dijadikan rutinitas. (Apriyani)

Editor : Ali Mustofa
#sport #tips lari #hidup sehat