Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Meski Menang 3-1 atas Myanmar, Timnas Indonesia U-22 Tetap Gagal ke Semifinal SEA Games 2025, Begini Penjelasannya

Ali Mustofa • Sabtu, 13 Desember 2025 | 15:43 WIB
Timnas Indonesi U-22 menang 3-1 atas Myanmar namun gagal lolos ke semifinal SEA Games 2025.
Timnas Indonesi U-22 menang 3-1 atas Myanmar namun gagal lolos ke semifinal SEA Games 2025.

RADAR KUDUS – Timnas Indonesia U-22 menutup perjalanan di fase Grup C SEA Games 2025 dengan kemenangan 3-1 atas Myanmar pada laga terakhir yang digelar Jumat (12/12).

Sayangnya, hasil positif tersebut belum cukup untuk mengantarkan Garuda Muda melangkah ke babak semifinal.

Tambahan tiga poin memang membawa Indonesia finis di posisi kedua klasemen Grup C.

Baca Juga: Limbah Penyulingan Minyak di Ngiyono Blora Cemari Air Sungai di Rembang

Namun, nasib Garuda Muda ditentukan oleh klasemen runner-up terbaik. Dalam persaingan tersebut, Indonesia harus mengakui keunggulan Malaysia yang unggul dalam jumlah gol yang dicetak.

Timnas Indonesia U-22 tercatat mengoleksi tiga gol dan kebobolan dua kali.

Sementara Malaysia mampu mencetak empat gol dengan jumlah kebobolan tiga, sehingga berhak menjadi runner-up terbaik SEA Games 2025 dan mengamankan satu tiket tersisa ke semifinal.

Pertandingan yang berlangsung di Stadion 700th Anniversary, Chiang Mai, Thailand, sejatinya diawali dengan optimisme dari kubu Indonesia.

Sejak menit awal, pasukan Indra Sjafri tampil agresif dan berusaha mendominasi permainan demi mencetak gol cepat.

Peluang pertama hadir pada menit keempat melalui Rathan Hannan.

Menerima umpan tarik dari Mauro Zijlstra, gelandang Persija Jakarta itu melepaskan tembakan spekulatif, namun bola masih melenceng tipis di sisi kanan gawang Myanmar.

Baca Juga: Peringati Hari Disabilitas Internasional 2025, Grobogan Salurkan Bantuan untuk Ratusan Penyandang Disabilitas

Myanmar tak tinggal diam. Mengandalkan serangan balik cepat, mereka beberapa kali mencoba merepotkan lini pertahanan Indonesia.

Meski begitu, barisan belakang Garuda Muda masih tampil disiplin dan mampu meredam ancaman.

Kesempatan kembali didapat Indonesia pada menit ke-17. Kali ini Toni Firmansyah memanfaatkan bola liar hasil lemparan ke dalam Robi Darwis.

Sayang, sepakan pemain Persebaya Surabaya tersebut belum mengarah tepat ke sasaran.

Petaka justru datang pada menit ke-29. Myanmar berhasil memanfaatkan kelengahan pertahanan Indonesia melalui serangan balik cepat.

Baca Juga: Barasuara Kembali Viral Berkat “Terbuang dalam Waktu” di Film Sore: Istri dari Masa Depan: Ini Profil Mereka

Min Maw Oo sukses membuka keunggulan Myanmar setelah menerima umpan matang dari Zaw Win Thein, lalu melepaskan tembakan terarah ke pojok kanan gawang Daffa Fasya. Skor berubah 0-1.

Tertinggal lebih dulu membuat Garuda Muda meningkatkan intensitas serangan.

Beberapa peluang berbahaya tercipta, termasuk dua kesempatan emas Mauro Zijlstra di dalam kotak penalti menjelang akhir babak pertama. Namun, kiper Myanmar masih tampil sigap mengamankan gawangnya.

Gol penyama kedudukan yang ditunggu akhirnya hadir di masa injury time babak pertama.

Berawal dari sepak pojok Dony Tri Pamungkas, kiper Myanmar Htet Soe Hein sempat menangkap bola, namun terlepas dari genggamannya.

Toni Firmansyah yang berdiri di depan gawang langsung memanfaatkan situasi tersebut untuk menjebol gawang Myanmar. Skor 1-1 menutup paruh pertama laga.

Memasuki babak kedua, Timnas Indonesia U-22 kembali tampil menekan. Kadek Arel hampir membawa Indonesia unggul pada menit ke-54, tetapi sepakannya di dalam kotak penalti belum berbuah gol.

Myanmar kembali memberikan ancaman lewat Zaw Win Thein semenit berselang, namun tendangannya masih melambung di atas mistar gawang.

Baca Juga: Emas Antam Melonjak Tajam! Harga Sentuh Level Tertinggi Bulan Ini

Indonesia terus menggempur pertahanan lawan. Ivar Jenner bahkan ikut aktif membantu serangan dan menciptakan peluang pada menit ke-63, meski belum menemui hasil.

Peluang emas lainnya hadir melalui Dony Tri Pamungkas pada menit ke-70 lewat sepakan kaki kiri, tetapi kembali digagalkan penjaga gawang Myanmar.

Dua menit kemudian, Mauro Zijlstra hampir mencetak gol setelah memanfaatkan kesalahan lini belakang Myanmar, namun bola hasil tembakannya hanya membentur mistar gawang.

Gol kemenangan Indonesia akhirnya tercipta pada menit ke-89.

Jens Raven sukses mencatatkan namanya di papan skor setelah memanfaatkan sundulan Muhammad Ferarri. Skor berubah menjadi 2-1 untuk keunggulan Garuda Muda.

Baca Juga: Buruan Pesan! KAI Gratiskan Diskon Besar untuk Penumpang Eksekutif, Berlaku Hanya Hari Ini

Tekanan Indonesia tak berhenti di situ. Di masa injury time, Jens Raven kembali mencetak gol dan memastikan kemenangan 3-1 atas Myanmar.

Gol tersebut menjadi penutup pertandingan sekaligus penegas dominasi Indonesia di menit-menit akhir.

Meski meraih kemenangan meyakinkan, Timnas Indonesia U-22 tetap harus menerima kenyataan pahit tersingkir dari SEA Games 2025.

Garuda Muda mengakhiri fase grup sebagai runner-up Grup C dengan tiga poin, tertinggal tiga angka dari Filipina yang keluar sebagai juara grup.

Dalam klasemen runner-up terbaik, Indonesia berada di posisi kedua dengan tiga poin dan selisih gol +1, kalah produktivitas gol dari Malaysia.

Sesuai regulasi SEA Games 2025, penentuan runner-up terbaik didasarkan pada poin, selisih gol, dan jumlah gol yang dicetak.

Dengan demikian, Indonesia gagal melaju ke semifinal dan dipastikan tak mampu mempertahankan medali emas yang diraih pada edisi sebelumnya, sekaligus harus pulang tanpa medali dari cabang sepak bola putra SEA Games 2025.

Editor : Ali Mustofa
#SEA Games 2025 #Garuda Muda #myanmar #Indonesia U-22