Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Kritik Pedas Bos Bayern: Arne Slot Bohong ke Wirtz, Liverpool Cuma Punya Bintang Egois

Mahendra Aditya Restiawan • Selasa, 2 Desember 2025 | 22:20 WIB
Arne Slot pelatih Liverpool
Arne Slot pelatih Liverpool

RADAR KUDUS - Tidak ada kata teduh dari Uli Hoeneß. Presiden Kehormatan Bayern Munich itu sekali lagi melancarkan serangan verbal yang menghujam langsung ke jantung rivalnya, Liverpool.

Dalam sebuah acara bisnis di Munich, pria 73 tahun itu tidak hanya menyebut musim The Reds sebagai "bencana", tapi juga menuduh manajer Arne Slot berbohong untuk membujuk Florian Wirtz pindah ke Anfield.

Kritik Tajam: "Mereka Cuma Punya Superstar, Kepala Suku Tanpa Indian"

Hoeneß, yang terkenal blak-blakan, menyoroti pengeluaran besar Liverpool di bursa transfer musim panas—hampir £450 juta (sekitar Rp 9 triliun).

Bagi bos Bayern yang membanggakan model klub milik fans, angka ini adalah simbol keserakahan Premier League.

"Mereka habiskan €500 juta dan mengalami musim yang buruk," sindir Hoeneß di hadapan 10.000 hadirin, seperti dilaporkan BILD. "Menurut saya, itu karena mereka cuma punya superstar.

Mereka cuma punya kepala suku dan tidak ada 'Indian'—aku bahkan seharusnya tidak bilang begitu, mereka masyarakat adat."

Metaforanya jelas: Liverpool penuh dengan pemain bintang yang ingin jadi pusat perhatian, namun kekurangan pekerja keras yang mau mengorbankan diri untuk tim.

Sebuah kritik yang pedas di tengah performa Liverpool yang memang sedang terpuruk, dengan sembilan kekalahan dalam 12 laga terakhir sebelum akhirnya menang 2-0 atas West Ham.

Baca Juga: Akhirnya Terungkap! Moisés Caicedo Bongkar Alasan Gagal Gabung Arsenal dan Liverpool

Target Utama: "Florian Wirtz yang Malang" dan Janji Palsu Arne Slot

Kemarahan Hoeneß tampaknya semakin memuncak karena Liverpool berhasil mengalahkan Bayern dalam perburuan tanda tangan Florian Wirtz.

Pemain muda yang disebutnya sebagai "bakat terbaik Jerman" itu direbut The Reds dengan rekor transfer klub sekitar £116 juta—angka yang diakui terlalu mahal untuk Bayern.

"Aku selalu bilang: Di Liverpool, mereka sebentar lagi harus main dengan lima bola karena para bintang tidak akan mau memberikan bolanya.

Florian Wirtz yang malang, dia bahkan tidak kebagian bola karena [Mohamed] Salah dan [Dominik] Szoboszlai dan yang lainnya mau main dengan bola mereka sendiri," ucap Hoeneß dengan nada sarkastik.

Tapi tuduhan terberatnya adalah terhadap Arne Slot. Hoeneß secara terang-terangan menuduh sang manajer tidak menepati janji kepada Wirtz.

"Jelas, manajer Slot menjanjikannya sesuatu yang tidak dia tepati," gerutu Hoeneß. "Dia jelas menjanjikannya akan mendapat kaos nomor 10. Dia sangat spesifik soal itu. Dan dia juga berjanji akan membangun tim baru di sekelilingnya. Omong kosong! Faktanya, dia sekarang pakai nomor 7, dan tim barunya memainkan segalanya kecuali di sekitar Florian Wirtz."

Kenyataan di Lapangan: Wirtz Mulai Menemukan Forma

Ironisnya, kritik Hoeneß datang justru ketika Wirtz baru saja menampilkan permainan terbaiknya sepanjang karier di Liverpool.

Melawan West Ham, gelandang berusia 22 tahun itu beroperasi di posisi nomor 10 favoritnya (meski masih mengenakan nomor punggung 7).

Gerakan-gerakannya yang lincah berhasil membuka ruang dan menjadi perekat serangan Liverpool, termasuk dalam aksi yang berujung pada gol pembuka Alexander Isak.

Arne Slot sendiri memuji kontribusi Wirtz. "Dia bagus saat melakukan dribel, sangat bagus dalam operan satu sentuhan... Dia terlibat dalam banyak momen penting," kata Slot pasca-pertandingan, membantah narasi bahwa Wirtz terabaikan.

Baca Juga: Kok Liverpool Main Jam 21.05? Jadwal Premier League Ini Ternyata Punya Alasan!

Perang Psikologi atau Kritik yang Valid?

Serangan Hoeneß bisa dilihat sebagai perang psikologi klasik dari seorang eksekutif legendaris yang kesal kehilangan target transfer utama.

Namun, kritiknya tentang ketidakseimbangan skuad Liverpool dan ego individu pemain juga menyentuh titik kelemahan yang nyata yang selama ini dikeluhkan fans The Reds.

Apakah ini hanya cibiran pahit dari rival yang sedang tersinggung? Atau ini adalah cermin yang ditunjukkan kepada Liverpool tentang masalah struktural di balik gelontoran dana yang besar? Yang pasti, komentar Hoeneß telah menambah tekanan dan sorotan pada Florian Wirtz dan proyek Arne Slot di Anfield.

Pertarungan di lapangan mungkin sedang berlangsung, tapi pertarungan di media dan perang kata-kata juga sama sengitnya.

Editor : Mahendra Aditya
#uli hoeness #Florian Wirtz Liverpool #Bayern Munich vs Liverpool #Florian Wirtz #liverpool #Florian Wirtz ke Liverpool