Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Badai di Bernabéu: Mbappé–Vinicius Gerah, Masa Depan Xabi Alonso di Ujung Tanduk!

Mahendra Aditya Restiawan • Rabu, 26 November 2025 | 16:20 WIB

Mbappe- Real Madrid
Mbappe- Real Madrid

RADAR KUDUS - Real Madrid sedang berada pada titik yang tak pernah mereka bayangkan di awal musim.

Tim yang diasuh Xabi Alonso tengah terjebak dalam spiral performa buruk, rangkaian hasil mengecewakan, dan permainan yang jauh dari identitas megah Los Blancos.

Kekuatan teknis para pemain seolah menguap begitu saja, sementara ruang ganti Madrid mulai dipenuhi kabut ketidakpercayaan.

Di klub sebesar Madrid, krisis bukan sekadar tentang kalah menang—melainkan tentang hilangnya aura. Dan itulah yang kini terjadi.

Baca Juga: Transfer Eropa Memanas: Man United Sodorkan €120 Juta, Mbappé Disebut Pimpin “Pemberontakan” di Madrid

Aksi Para Bintang yang Meredup

Isu tak lagi berhenti pada performa di lapangan. Para pemain inti yang dulu menjadi mesin Madrid mulai kehilangan sentuhan emasnya.

Kylian Mbappé, yang biasanya menjelma ancaman setiap menyentuh bola, kini tampil datar dan mudah kehilangan momentum. Vinicius Junior tak lagi melakukan tusukan eksplosif yang membuat bek lawan gemetar. Rodrygo kehilangan sentuhan klinisnya. Camavinga tampak seperti pemain yang tak menemukan ritme, seolah berada di orbit lain.

Hampir semua pilar Madrid tampil di bawah standar. Ini bukan lagi soal satu-dua pemain yang mengalami penurunan form—ini adalah keretakan kolektif.

Dan bila seluruh bintang kehabisan cahaya secara bersamaan, itu pertanda masalah yang lebih dalam daripada sekadar taktik di atas papan instruksi.

Xabi Alonso Tidak Lagi Diyakini

Di klub seperti Real Madrid, strategi bukan satu-satunya modal pelatih. Yang lebih penting adalah kemampuan mempengaruhi psikologi pemain bintang—membangun keyakinan buta pada proyek yang dibawa ke ruang ganti.

Xabi Alonso tampaknya gagal pada titik ini.
Banyak pemain, terutama para pemimpin di tim, disebut sudah tidak merasakan arah jelas dari sang entrenador. Perintah-perintahnya terdengar hampa, dan rencana permainannya tak lagi menyalakan semangat.

Jika di Barcelona para pemain terlihat klop dengan ide pelatih, kondisi sebaliknya terjadi di Madrid. Ruang ganti terasa dingin, komunikasi rapuh, dan kepercayaan pada sang pelatih menguap pelan-pelan.

Baca Juga: Tujuh Pemain Real Madrid Absen Jelang Bentrok Liga Champions, Xabi Alonso Pusing

Hasil Buruk Mulai Membuka Luka Lama

Selama beberapa bulan pertama musim, Madrid masih bisa menyembunyikan retakan ini. Serangkaian kemenangan tipis membuat segalanya terlihat normal. Tetapi begitu badai pertama datang dan hasil tidak lagi memihak, realitas sesungguhnya mulai tampak.

Beberapa pemain merasa sistem yang diterapkan Xabi tidak memaksimalkan kemampuan mereka. Yang lain merasakan minimnya pendekatan personal dari sang pelatih. Banyak yang bertanya-tanya apakah Alonso benar-benar sosok yang tepat mengendalikan ruang ganti berisi superstar.

Krisis bukan datang karena Madrid kalah—tapi karena situasi internal yang membusuk.

Laga vs Elche Jadi Titik Balik yang Buruk

Ketika berhadapan dengan Elche, Madrid tampil seperti tim tanpa identitas. Tidak ada kedisiplinan taktik, tidak ada agresivitas, dan tidak ada respons terhadap strategi lawan. Sarabia, dengan materi pemain yang jauh di bawah kualitas Madrid, justru mampu membuat Los Blancos tampak kecil.

Dua poin hilang, tapi lebih penting lagi, hilang pula sebagian kredibilitas Xabi Alonso di mata para pemainnya.

Ruang ganti Madrid dikabarkan mulai terbelah: sebagian tak lagi percaya, sebagian masih ragu, dan hanya sedikit yang memberi dukungan penuh.

Dan di klub seperti Madrid, begitu dukungan internal menghilang, waktu pelatih biasanya tinggal hitungan pekan.

Baca Juga: Arsenal Jadi Favorit Juara Liga Champions 2026, Superkomputer Opta Beri Prediksi Tajam

Tak Hanya Mbappé dan Vinicius yang Resah

Kabar yang beredar menyebutkan bahwa Mbappé dan Vinicius bukan satu-satunya pemain yang merasakan kebingungan atas pendekatan Xabi Alonso. Banyak anggota skuad merasa tidak lagi terhubung dengan rencana besar sang pelatih.

Kepercayaan adalah pondasi setiap tim juara. Dan saat pondasi itu retak, tak ada strategi yang mampu menyelamatkan proyek jangka panjang.

Dengan atmosfer seperti ini, pertanyaan terbesar pun muncul:
Apakah Xabi Alonso mampu membalikkan keadaan? Atau Madrid harus bersiap mencari nakhoda baru sebelum semuanya hancur lebih dalam?

Madrid dalam Persimpangan

Situasi saat ini menempatkan Madrid pada momen krusial. Jika Xabi tak mampu memulihkan kepercayaan para pemain dalam waktu dekat, bukan tidak mungkin era kepemimpinannya berakhir lebih cepat dari yang diperkirakan.

Los Blancos bukan klub yang sabar terhadap stagnasi. Dan ketika para bintang sudah mulai mempertanyakan figur di pinggir lapangan, perubahan biasanya hanya tinggal menunggu waktu.

Untuk sekarang, Madrid berdiri di persimpangan, menanti apakah Xabi Alonso mampu memperbaiki nasibnya—atau justru menjadi korban besar dari ruang ganti yang kehilangan arah.

Editor : Mahendra Aditya
#real madrid #xabi alonso #Hasil Real Madrid #Vinicius #ruang ganti real madrid #konflik #Vinicius junior #vinicius ancam pergi #mbappe