RADAR KUDUS - Real Madrid melakoni malam yang menguras emosi di Estadio Martínez Valero.
Hasil akhir 2-2 melawan Elche bukan hanya sekadar kehilangan dua poin—lebih dari itu, laga ini membuka kelemahan yang selama ini tertutup kemenangan demi kemenangan.
Jude Bellingham tampil sebagai penyelamat, tetapi performa tim secara keseluruhan mengundang tanda tanya besar.
Pasukan Xabi Alonso datang sebagai favorit absolut, namun justru tersengat permainan cepat Elche yang agresif, penuh energi, dan tanpa rasa gentar menghadapi para bintang kelas dunia.
Baca Juga: Courtois Bongkar Dua Wajah Real Madrid: Era Ancelotti vs Masa Xabi Alonso
Elche Mengejutkan, Madrid Terombang-Ambing
Elche tampil seperti tim yang tidak mau dibungkam. Serangan balik mereka di babak pertama membuat lini belakang Madrid kewalahan.
Hanya refleks Thibaut Courtois—yang mencetak tiga penyelamatan penting—yang menahan Madrid dari bencana lebih awal.
Madrid sebenarnya punya peluang emas. Trent Alexander-Arnold menyodorkan umpan cerdas ke Kylian Mbappé, namun tendangan sang superstar Prancis malah tepat mengarah ke Inaki Peña.
Kebuntuan baru pecah di babak kedua. Kombinasi cepat Elche—dua operan, satu tusukan—mengoyak struktur pertahanan Madrid sebelum Aleix Febas mencontek bola melewati Courtois.
Madrid tertinggal dan Alonso terpaksa menggunakan kartu pentingnya: memasukkan Vinicius Jr untuk menambah daya dobrak.
Perubahan itu membawa hasil. Dari skema bola mati, sontekan Bellingham disambut Dean Huijsen untuk menyamakan kedudukan. Momentum seakan kembali berpihak pada Los Blancos.
Namun Elche belum habis.
Alvaro Rodriguez—lulusan akademi Madrid—menggetarkan stadion dengan sepakan jarak jauh yang indah, memberi kejutan kedua dan membuat Alonso menggeleng tak percaya.
Madrid bangkit lagi. Mbappé memberi umpan tarik brilian, dan Bellingham menyontek bola ke gawang kosong untuk mengamankan satu poin.
Pertandingan berubah menjadi duel saling serang, tetapi gol ketiga yang dinantikan tak pernah datang.
Rating Pemain Real Madrid: Siapa Paling Bersinar, Siapa Paling Mengecewakan?
Kiper & Bek
Thibaut Courtois — 6/10
Melakukan tiga penyelamatan vital, namun dua gol yang bersarang ke gawangnya membuatnya terlihat ragu apakah ia seharusnya bisa berbuat lebih.
Raul Asencio — 6/10
Sering kehilangan posisi ketika harus mengawal sektor Trent. Tidak cukup tenang dalam duel satu lawan satu.
Dean Huijsen — 7/10
Konsisten, solid, dan mencetak gol penting. Salah satu yang paling stabil di malam sulit ini.
Alvaro Carreras — 6/10
Sering kali bimbang dalam formasi tiga bek. Terlambat menutup ruang pada beberapa momen penting.
Gelandang
Trent Alexander-Arnold — 6/10
Jika ada metafora untuk laga Trent, jawabannya “roller coaster”. Brilliant satu menit, lengah di menit berikutnya.
Dani Ceballos — 5/10
Tampil kusam. Mudah dilewati dan beberapa tekel ceroboh memperburuk ritme permainan Madrid.
Arda Guler — 6/10
Cukup kreatif, tetapi kalah fisik hampir sepanjang pertandingan. Posisi lebih dalam membuatnya kurang efektif.
Fran Garcia — 6/10
Enerjik, namun sering membuat keputusan individual yang tak selaras dengan alur tim.
Jude Bellingham — 9/10
Magnet permainan Madrid. Gol, asis, duel bertahan, kreativitas—semuanya lengkap. Pilar absolut.
Penyerang
Rodrygo — 6/10
Punya momen, tetapi tidak pernah benar-benar mengancam. Butuh ketajaman yang lebih konsisten.
Kylian Mbappé — 7/10
Membuat ancaman terus-menerus dan mencetak asis penting. Namun finishing masih kurang klinis.
Pemain Pengganti
Federico Valverde — 6/10
Energi luar biasa, tetapi minim kontribusi konkret.
Vinicius Jr — 6/10
Lincah, melewati lawan, tetapi gagal memberi momen penentu.
Eduardo Camavinga — 6/10
Tekel cerdas dan kontrol tempo yang lumayan, namun tidak mengubah arah pertandingan.
Gonzalo Garcia — N/A
Harusnya jadi pahlawan. Gagal memanfaatkan peluang emas di penghujung laga.
Brahim Diaz — N/A
Waktu terlalu sedikit untuk menilai.
Pelatih
Xabi Alonso — 5/10
Eksperimen formasi 3-4-2-1 tidak berjalan. Madrid terlalu mudah ditembus dan kehilangan kontrol terlalu lama. Malam kurang beruntung bagi pelatih yang biasanya tampil gemilang.
Baca Juga: Klasemen La Liga Makin Panas, Elche Bikin Kejutan! Real Madrid Dipaksa Imbang, Alonso Pusing Berat
Poin Hilang, Peringatan untuk Madrid
Madrid sebetulnya punya kualitas untuk menyelesaikan laga ini lebih mudah, tetapi kelalaian, kehilangan ritme, dan tekanan Elche membuat mereka harus puas dengan satu poin.
Bellingham menyelamatkan muka, tetapi alarm sudah berbunyi: Madrid tak bisa lagi membiarkan lawan sekelas Elche menguasai pertandingan begitu dalam.
Ini bukan sekadar kehilangan poin—ini sinyal bahwa ada yang harus dibenahi segera.
Editor : Mahendra Aditya