Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Isak, Ke Mana Tajimu? Rekor Kelam 119 Tahun Liverpool Terulang di Anfield

Mahendra Aditya Restiawan • Minggu, 23 November 2025 | 12:56 WIB

Alexander Isak, pemain termahal Liverpool
Alexander Isak, pemain termahal Liverpool

RADAR KUDUS - Anfield pernah menjadi panggung yang membuat lawan mengecil, namun Sabtu malam itu justru terasa seperti kuburan besar bagi Liverpool.

Di hadapan publik sendiri, The Reds digunakan menjadi alas pijakan Nottingham Forest untuk berpesta—skor telak 0-3 menjadi tamparan keras yang seolah menggetarkan fondasi klub.

Di tengah kekacauan itu, satu nama kembali jadi sorotan: Alexander Isak, pemain termahal Liverpool yang nilai banderolnya saja sudah cukup membuat ekspektasi membumbung. Namun lagi-lagi, yang tersaji justru kebalikan dari harapan.

Baca Juga: Kekalahan Keenam! Liverpool Dipermalukan Forest, Anfield Jadi Saksi Kejatuhan Paling Menyakitkan

Starter Lagi, Kalah Lagi — Kutukan Makin Nyata

Isak turun sebagai starter dalam laga melawan Nottingham Forest. Secara teori, melawan tim papan bawah adalah kesempatan emas untuk membalikkan keadaan, meretas mandul, dan menunjukkan bahwa harga 130 juta pound bukan kesalahan fatal.

Kenyataannya? Nada pahit kembali terdengar.

Selama 68 menit di lapangan, Isak tak menghasilkan satu pun tembakan. Ia tak memenangkan satu pun duel.

Tak ada jejak ancaman. Tak ada tanda dominasi. Bahkan sentuhan-sentuhannya tampak seperti orang yang berusaha menghindari kontak dengan bola.

Ketika akhirnya ditarik keluar dan digantikan Federico Chiesa, banyak yang sadar bahwa yang hilang bukan hanya kontribusi Isak, tetapi juga kepercayaan diri kolektif Liverpool.

Lebih dari sekadar performa buruk, ada detail sejarah yang kini mencengangkan:
Isak menyamai rekor kelam Liverpool tahun 1906, 119 tahun lalu.

Baca Juga: Krisis di Anfield! Van Dijk Akui Liverpool Amburadul: ‘Kami Kebobolan Gol yang Konyol’

Rekor Kelam yang Seharusnya Tak Terulang

Sebelum Isak, ada Percy Saul, pemain yang selalu kalah dalam empat laga awalnya sebagai starter di kasta tertinggi.

Rekor itu seharusnya terkubur oleh evolusi sepak bola modern, analisis taktis, nutrisi pemain, staf pelatih komplet, dan teknologi pelatihan.

Tapi anehnya, justru di era termodern inilah rekor paling purba itu hidup kembali—dan korbannya adalah pemain dengan harga selangit.

Isak sudah tampil starter saat melawan Crystal Palace, Chelsea, Manchester United, dan kini Nottingham Forest. Hasilnya?

Empat kekalahan. Empat titik luka. Empat bukti bahwa sesuatu sedang tidak bekerja di Anfield.

Dengan hanya 1 gol dari 15 laga terakhir, baik di level klub maupun tim nasional, rapor Isak tampak seperti grafik saham yang terus turun tanpa tanda rebound.

Liverpool Kian Terpuruk, Anfield Bisu

Bukan hanya Isak yang berjatuhan. Seluruh skuad Liverpool tampak seperti kehilangan kompas permainan.

Melawan Nottingham, mereka mendominasi bola tetapi tidak dominan secara ancaman. Penguasaan bola tak menjamin momentum.

Forest, di bawah arahan Sean Dyche, datang bukan untuk bertahan mati-matian, melainkan merampas rasa percaya diri tuan rumah.

Gol Murillo di babak pertama menjadi awal badai. Babak kedua dibuka dengan tusukan Nicolo Savona, dan ditutup dengan penyelesaian Morgan Gibbs-White yang membuat Alisson tak berdaya.

Tidak hanya kalah. Liverpool dibuat tak berkutik, tak bertaji, tak menemukan arah.

Ini menjadi kekalahan keenam dari tujuh laga terakhir, memaksa The Reds terjun bebas ke posisi ke-11 klasemen dengan hanya 18 poin. Untuk tim sebesar Liverpool, angka itu bukan hanya buruk—itu alarm krisis.

Baca Juga: Kekacauan Total! Rating Pemain Liverpool Jeblok saat Lawan Nottingham Forest, Slot di Ujung Tanduk!

Pertanyaan Besar: Salah Siapa?

Saat sorotan diarahkan ke Isak, wajar jika publik juga mulai mempertanyakan peran pelatih Arne Slot.

Taktik yang tak greget, rotasi yang terasa acak, dan kegagalan memaksimalkan pemain mahal membuat situasi semakin rumit.

Namun satu hal yang tak terbantahkan:
Isak hadir untuk mencetak gol, tapi gol itu tak pernah hadir.

Harga 130 juta pound kini terasa lebih seperti beban psikologis daripada label kebanggaan.

Forest Tampil Seperti Pemenang, Liverpool Seperti Bayangannya

Sementara Liverpool berjalan tertatih, Nottingham Forest justru bermain dengan mentalitas yang lebih kokoh.

Murillo dan kawan-kawan terlihat percaya diri, agresif, dan tenang dalam mengeksekusi peluang.

Mereka tidak bermain mewah, tetapi efisien.

Tidak dominan, tetapi mematikan.
Tidak panik, tetapi mengiris satu demi satu ruang kosong yang dibiarkan Liverpool.

Dalam laga ini, Forest tampak seperti tim besar, Liverpool seperti tim yang berusaha keluar dari tekanan degradasi.

Isak Butuh Gol, Liverpool Butuh Jawaban

Liverpool kini berada pada persimpangan penting. Isak butuh pembuktian sebelum publik sepenuhnya kehilangan kepercayaan.

Namun sang pemain juga tak bisa bekerja sendirian. Lini tengah perlu lebih hidup, kreativitas harus muncul, dan tekanan mental harus dilepas.

Satu gol bisa menjadi titik balik perjalanan kariernya di Anfield. Tapi tanpa perubahan pendekatan, gol itu mungkin tak akan pernah datang.

Dan jika musim terus bergulir seperti ini, kisah mahal namun hampa ini bisa menjadi salah satu transfer paling disesalkan di Premier League era modern.

Editor : Mahendra Aditya
#Premier League 2025 #Liverpool vs Nottingham Forest #Hasil Liga Inggris #alexander isak #Rekor buruk Liverpool