Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Kekalahan Keenam! Liverpool Dipermalukan Forest, Anfield Jadi Saksi Kejatuhan Paling Menyakitkan

Mahendra Aditya Restiawan • Minggu, 23 November 2025 | 12:49 WIB

Pelatih Liverpool, Arne Slot
Pelatih Liverpool, Arne Slot

RADAR KUDUS - Anfield pernah menjadi tempat di mana lawan-lawan mengecil nyali. Namun Sabtu malam itu, atmosfir megah tersebut justru menjadi panggung kebangkitan Nottingham Forest.

Liverpool bukan hanya kalah—mereka dibungkam, dipatahkan, dan dibuat tak berdaya dengan skor 0-3 yang sulit dibela.

Di pertandingan pekan ke-12 Premier League 2025/2026, anak asuh Arne Slot tampil tanpa taji, tanpa ritme, dan tanpa karakter.

Tak ada dominasi, tak ada intensitas, tak ada tanda-tanda tim besar yang mengincar papan atas. Hasil ini menjadi luka keenam dalam 12 laga, membuat The Reds jatuh ke peringkat 11 dengan hanya 18 poin.

Di sisi lain, Forest datang dengan mental petarung. Mereka tahu Liverpool sedang limbung—dan mereka mengirisnya tepat di bagian yang paling rapuh.

Baca Juga: Krisis di Anfield! Van Dijk Akui Liverpool Amburadul: ‘Kami Kebobolan Gol yang Konyol’

Gol Pertama: Awal Bencana dari Sepak Pojok

Liverpool tampak menguasai bola di fase awal, tetapi semuanya berubah di menit 33. Dari sepak pojok yang tampak sederhana, Elliot Anderson mengayunkan bola yang memicu kemelut di depan gawang.

Si bola liar jatuh tepat di kaki Murillo. Tanpa pikir panjang, sang bek mengirim tembakan keras ke sisi kiri Alisson.

VAR sempat memeriksa kemungkinan offside, tetapi gol tetap disahkan. Anfield terdiam.

Kekacauan struktur bertahan Liverpool mulai terlihat, dan Forest membaca itu sebagai sinyal bahwa malam bisa jadi milik mereka.

Baca Juga: Kekacauan Total! Rating Pemain Liverpool Jeblok saat Lawan Nottingham Forest, Slot di Ujung Tanduk!

Gol Dianulir: Ancaman yang Mempermalukan

Tak sampai satu menit setelah gol pertama, Forest kembali menembus kelemahan Liverpool.

Igor Jesus memanfaatkan situasi jarak dekat untuk menambah keunggulan. Namun VAR menemukan handball dalam prosesnya.

Gol dibatalkan, skor tetap 0-1, tetapi momen itu memperlihatkan betapa mudahnya pertahanan Liverpool dikoyak.

Sinyal bahaya sudah berkali-kali berbunyi, tapi reaksinya nihil.

Liverpool Mencoba Bangkit, Namun Tanpa Tenaga

Mo Salah dan kawan-kawan mencoba membangun momentum. Serangan cepat, cut in, kombinasi antar lini—semuanya dicoba. Tetapi hingga memasuki sepertiga akhir lapangan, dinding Forest terlalu kokoh. Tekanan Liverpool seperti membentur batu.

Setiap peluang seolah mati sebelum sempat tumbuh. Kreativitas minim, penyelesaian tak tajam, dan kepercayaan diri tampak menguap.

Forest justru semakin percaya diri. Mereka tidak hanya bertahan; mereka juga berani menusuk balik di momen-momen krusial.

Babak Kedua: Awal dari Kekacauan yang Sebenarnya

Baru 60 detik babak kedua berjalan, Forest menggandakan keunggulan. Nico Williams menusuk dari sisi kanan sebelum mengirim bola matang kepada Nicolo Savona. Savona menuntaskan peluang itu tanpa halangan berarti.

Liverpool tampak terpukul telak. Ritme tim hancur. Anfield terperangah.

Gol Ketiga: Titik Paling Rendah Malam Itu

Ketika Forest mencetak gol ketiga di menit ke-78, malam benar-benar menjadi mimpi buruk.

Morgan Gibbs-White, yang dibiarkan bebas tanpa kawalan ketat, memanfaatkan bola muntah dari sebuah duel di kotak penalti. Dengan ketenangan luar biasa, ia melepaskan tembakan ke pojok kanan gawang Alisson.

Gol itu seperti menancapkan paku terakhir ke peti Liverpool di malam yang gelap.

Sudah tidak ada perlawanan, tidak ada energi, tidak ada tanda-tanda kebangkitan. Para pemain hanya saling menatap tanpa jawaban.

Krisis Liverpool Semakin Nyata

Kekalahan keenam dari 12 pertandingan bukan angka biasa. Ini menunjukkan krisis yang merayap dalam struktur tim.

Sistem permainan Arne Slot terlihat tidak berjalan, serangan stagnan, pertahanan bocor, dan mentalitas tim menurun drastis.

Forest bahkan terlihat jauh lebih matang secara taktik. Mereka menyerang dengan efisien dan bertahan dengan disiplin tinggi, sesuatu yang justru hilang dari Liverpool.

The Reds kini berada di posisi 11—titik yang sangat jauh dari ambisi besar yang digaungkan ketika Slot datang.

Pemain Kunci Melempem, Taktik Tidak Efektif

Alexander Isak kembali tampil tumpul. Liverpool menguasai bola, tetapi hanya sedikit menciptakan peluang berbahaya.

Salah berusaha mengancam, namun selalu terhalang tembok Forest. Gakpo dan Szoboszlai juga tidak mampu mengalirkan kreatifitas seperti biasanya.

Di lini tengah, Gravenberch dan Mac Allister kalah duel dan kalah dalam peredaran bola. Sementara pertahanan—yang dipimpin Van Dijk—lagi-lagi menunjukkan celah besar.

Slot di Bawah Sorotan Tajam

Krisis Liverpool semakin sulit diabaikan. Fans mulai mempertanyakan apakah proyek Slot benar-benar bergerak ke arah yang benar. Tekanan kini mengalir dari tribun, media, hingga legenda klub.

Kalah di Anfield dengan skor sebesar itu bukan sekadar hasil buruk; itu tanda bahwa sesuatu benar-benar tidak beres.

Forest bukan tim papan atas, tetapi malam itu, mereka terlihat seperti tim yang lebih siap, lebih lapar, dan lebih percaya diri.

Liverpool? Mereka terlihat seperti bayangan kelam dari masa jayanya.

Editor : Mahendra Aditya
#Liverpool vs Nottingham Forest #Hasil Liga Inggris #arne slot #Nottingham Forest #liverpool