RADAR KUDUS - Laga Persijap Jepara vs Semen Padang di Stadion Gelora Bumi Kartini, Kamis (20/11/2025), menghadirkan drama panjang yang mengubah peta perburuan poin di papan bawah Super League 2025/2026.
Dalam pertandingan yang penuh tensi, Kabau Sirah berhasil memetik kemenangan penting dengan skor 1-2.
Hasil ini bukan sekadar kemenangan biasa. Bagi Semen Padang, tiga poin di Jepara terasa seperti udara segar setelah terpeleset di lima laga terakhir.
Sementara bagi Persijap, kekalahan ketujuh beruntun ini menambah luka dalam perjalanan mereka yang semakin terperosok di dasar klasemen.
Persijap Kacau Sejak Awal
Kartu Merah di Menit 24 Mengubah Segalanya
Pertandingan berlangsung ketat di 20 menit pertama. Persijap yang sebelumnya merasakan enam kekalahan beruntun tampil agresif untuk memutus tren negatif. Namun, momentum berubah drastis ketika Najeeb Yakubu diganjar kartu merah langsung pada menit ke-24 setelah melanggar Rui Rampa.
Sejak saat itu, Persijap tak pernah benar-benar pulih. Bermain dengan 10 pemain membuat strategi Mario Lemos porak-poranda. Semen Padang langsung membaca situasi dan menekan melalui serangan bertubi-tubi.
Tiga menit berselang, Pedro Matos mencatatkan namanya di papan skor. Sepakan kerasnya membentur pemain Persijap dan berbelok arah sehingga mengecoh kiper Sendri Johansyah, menjadikan skor 0-1 untuk tim tamu.
Gol Balasan yang Terlalu Cepat Padam
Sudi Abdallah Samakan Kedudukan, Namun Tak Bertahan Lama
Meski tertekan, Persijap sempat bangkit. Pada menit ke-44, Sudi Abdallah melepaskan tembakan mematikan yang menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Suporter tuan rumah bersorak, berharap momentum ini mampu memicu kebangkitan di babak kedua.
Namun harapan itu hanya bertahan sementara. Memasuki babak kedua, dominasi Semen Padang semakin kentara. Keunggulan jumlah pemain membuat mereka leluasa menguasai lini tengah dan mengatur tempo.
Gol Oropa Jadi Penentu
Semen Padang Kunci Kemenangan Lewat Serangan Terencana
Pada menit ke-67, Armando Oropa menjadi aktor penting yang mematahkan semangat Persijap. Menerima bola matang di kotak penalti, Oropa menyelesaikan peluang dengan klinis, membawa Semen Padang kembali unggul 1-2.
Setelah gol ini, Semen Padang memainkan laga dengan sangat disiplin. Mereka terus menekan untuk mengamankan kemenangan sekaligus memutus rentetan hasil buruk. Sementara Persijap hanya bisa mengandalkan serangan balik cepat yang tak lagi efektif karena minimnya pemain.
Hingga peluit akhir, skor tak berubah. Semen Padang meraih kemenangan kedua mereka musim ini, sementara Persijap makin terbenam di dasar klasemen.
Persijap dalam Krisis
Empat Pemain Absen, Kiper Utama Diparkir, dan Rekor Kartu Merah Mengkhawatirkan
Persijap sebenarnya sudah memasuki laga ini dalam kondisi yang tidak ideal. Tidak kurang dari empat pemain kunci harus absen akibat kartu dan sanksi:
-
Zahran Rizki (kartu merah)
-
Wahyu Hamisi (akumulasi kartu kuning)
-
Fikron (sanksi Komdis)
-
Dicky K. (kartu merah)
Selain itu, kiper utama mereka, Rodrigo Moura, juga tidak masuk daftar susunan pemain. Posisi penjaga gawang akhirnya ditempati Sendri Johansyah, yang baru menjalani laga keduanya musim ini.
Krisis pemain ini menunjukkan bahwa Persijap tidak hanya kalah secara taktik, tetapi juga secara kedalaman skuad. Hingga pekan ini, Persijap tercatat sebagai salah satu tim dengan koleksi kartu merah terbanyak bersama Arema FC dan Persebaya—yakni lima kartu merah.
Statistik Tidak Berpihak
Riwayat Pertemuan & Tren Buruk Kedua Tim
Kemenangan Semen Padang di Jepara kali ini juga memperpanjang rekor positif mereka atas Persijap dalam beberapa pertemuan terakhir:
-
2014: Semen Padang 3–0 Persijap
-
2014: Persijap 1–2 Semen Padang
-
Pertemuan terbaru 2025 kembali milik Kabau Sirah
Sementara itu, catatan lima pertandingan terakhir kedua tim memperlihatkan kondisi yang kontras namun sama-sama berat:
Persijap (5 laga terakhir):
L L L L L — tak pernah menang
Semen Padang (5 laga terakhir):
L L L L L — kini memutus tren dengan kemenangan ini
Dengan tambahan tiga poin, Semen Padang naik ke peringkat 17 dengan 7 poin. Persijap tetap terperosok tanpa tanda-tanda kebangkitan.
Susunan Pemain
Persijap Jepara (4-4-2)
Sendri Johansyah; Rahmat Hidayat, Elvis Sakyi, Diogo Brito, Najeeb Yakubu; Rendi Saepul, Indra Arya, Wahyudi Hamisi, Adzikry Fadillah; Sudi Abdallah, Carlos Franca
Pelatih: Mario Lemos
Semen Padang (4-2-3-1)
Arthur Augusto; Ricki Ariansyah, Angelo Meneses, Rui Rampa, Leo Guntara; Alhassan Wakaso, Rosad Setiawan; Pedro Matos, Armando Oropa, Ambrizal Umanailo; Muhammad Ridwan
Pelatih: Dejan Antonic