Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Takluk 1-2 Dikandang, Persijap Jepara Rindu Aroma Kemenangan

Fikri Thoharudin • Jumat, 21 November 2025 | 01:39 WIB
PERLU BERBENAH: Charlos Franca berebut bola dngan pemain Semen Padang pada Kamis (20/11) sore.
PERLU BERBENAH: Charlos Franca berebut bola dngan pemain Semen Padang pada Kamis (20/11) sore.

JEPARA - Persijap Jepara kembali gagal memetik poin penuh setelah tersungkur di kandang sendiri usai dikalahkan Semen Padang dalam laga Liga 1 di Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK), Kamis (20/11) sore.

Kekalahan ini kian memperpanjang tren negatif Laskar Kalinyamat yang kini mencatat tujuh kekalahan beruntun. Sebuah alarm bahaya yang kian nyaring terdengar.

Petaka bagi Persijap bermula pada menit ke-24 ketika bek Najeeb Yakubu diganjar kartu merah karena melakukan tekel keras. 

Bermain dengan sepuluh pemain sejak awal membuat tekanan pertandingan meningkat. Hanya tiga menit kemudian, gawang Persijap yang dikawal Sendri Johansyah akhirnya jebol setelah P Matos memanfaatkan kelengahan lini belakang tuan rumah pada menit ke-27.

Persijap sebenarnya memiliki peluang emas untuk menyamakan kedudukan pada menit ke-38 melalui Sudi Abdallah. Namun, peluang tersebut masih mampu ditepis kiper Semen Padang. 

Upaya Persijap baru membuahkan hasil menjelang akhir babak pertama, tepatnya pada menit ke-44. Sudi akhirnya berhasil mengecoh penjaga gawang Semen Padang dan menyamakan skor menjadi 1-1 hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, tensi pertandingan meningkat. Kedua tim saling jual beli serangan. Namun, Persijap kembali kecolongan pada menit ke-66 ketika Armando Oropa mencetak gol kedua untuk Semen Padang.

Sudi sebenarnya kembali memiliki kesempatan pada menit ke-70 melalui dua percobaan. Akan tetapi, tendangan pertamanya melambung tipis di atas mistar, sementara upaya keduanya gagal setelah kembali digagalkan kiper lawan.

Kondisi bermain dengan sepuluh pemain membuat Persijap semakin kesulitan mengembangkan permainan hingga akhirnya laga berakhir dengan kekalahan.

Head Coach Persijap Jepara, Mário Licinio Guerreiro Lemos, mengakui bahwa kartu merah Yakubu sangat memengaruhi jalannya pertandingan.

“Red card di menit ke-24 membuat semuanya berubah. Bermain dengan sepuluh pemain dalam waktu selama itu sangat sulit,” ujarnya.

Menurut Lemos, selain bermain pincang, kesalahan-kesalahan mendasar yang berulang juga menjadi penyebab kegagalan tim meraih hasil positif.

“Masalahnya bukan satu. Ada kualitas pemain yang berbeda level, dan itu membuat kami kesulitan memaksakan permainan. Kesalahan mendasar terus terjadi,” tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa meskipun Persijap menciptakan beberapa peluang khususnya lewat Sudi maupun Charlos Franca, belum dapat dieksekusi secara maksimal.

Menurutnya, Sudi memang punya banyak peluang, tapi kualitas penyelesaian pemain berbanding terbalik dengan jumlah kesempatan yang didapat

Pemain ujung tombak Persijap, Carlos Henrique França Freires, turut menyoroti banyaknya kesalahan individual.

“Terlalu banyak kesalahan individu, ditambah kartu merah, membuat pertandingan jadi semakin sulit,” ucapnya.

Sementara itu, Pelatih Semen Padang, Dejan Antonic, menyampaikan bahwa kemenangan ini hanyalah satu bagian dari perjalanan panjang timnya musim ini.

“Semua sukses, tapi ini cuma game. Masih banyak pertandingan ke depan. Pertandingan hari ini panas dan cukup berat,” katanya singkat.

Dengan hasil ini, Persijap Jepara harus segera berbenah demi mengakhiri tren negatif dan kembali menemukan aroma kemenangan yang dirindukan para pendukungnya.(fik)

Editor : Mahendra Aditya
#persijap #semen padang #jepara #Super League #liga 1