RADAR KUDUS - Persaingan di puncak klasemen Grup Timur Pegadaian Championship 2025/26 semakin panas. Malam ini, PSS Sleman akan menghadapi Persiba Balikpapan di Stadion Batakan, Rabu (12/11/2025).
Pertandingan ini bukan sekadar laga tandang biasa, melainkan duel penentu posisi puncak yang akan menentukan arah langkah Laskar Sembada menuju fase berikutnya.
Sebelum laga digelar, posisi PSS sempat tergusur oleh Persela Lamongan yang sukses menumbangkan Deltras FC 2-1 sehari sebelumnya.
Persela kini mengoleksi 20 poin dari 10 pertandingan, unggul tipis dari PSS yang baru bermain sembilan kali.
Artinya, hasil imbang saja sudah cukup membuat PSS kembali memuncaki klasemen, namun kemenangan akan mengokohkan posisi mereka sebagai penguasa Grup Timur.
Baca Juga: Ramai Isu Legenda Persipura Ricardo Salampessy Disebut Jadi Pelatih Baru PSIS Semarang, Benarkah?
Pertaruhan Tahta dan Mentalitas
Situasi papan atas saat ini sangat ketat. Selain Persela, Barito Putera juga mengintai di peringkat ketiga dengan 19 poin.
Pelatih PSS, Ansyari Lubis, menilai laga melawan Persiba akan menjadi momen penting untuk mengukur mental dan konsistensi para pemainnya.
“Pertandingan ini bukan hanya soal tiga poin, tapi soal pembuktian karakter. Persaingan di papan atas sangat ketat, jadi kami tak boleh lengah sedikit pun,” ujar Ansyari dalam konferensi pers jelang laga.
Ia menegaskan, timnya sudah menjalani persiapan maksimal demi menghadapi laga berat ini. Menariknya, PSS memilih untuk tidak kembali ke Sleman usai pertandingan sebelumnya melawan Barito Putera di Banjarmasin.
“Usai laga lawan Barito, kami langsung terbang ke Balikpapan. Ini agar pemain bisa lebih fokus, tidak kelelahan, dan tetap dalam ritme pertandingan,” jelas Ansyari.
Baca Juga: Jadwal Lengkap Pekan ke-10 Liga 2 Championship 2025/2026
Kesiapan Fisik dan Mental Pemain
Keputusan untuk tetap berada di Kalimantan menunjukkan keseriusan PSS dalam menjaga kondisi pemain. Menurut Ansyari, laga tandang beruntun memang menguras energi, namun fokus dan motivasi tetap jadi faktor penentu.
“Kami ingin semua energi tercurah di lapangan. Fokus harus penuh, apalagi lawan seperti Persiba tidak bisa dianggap remeh,” tambahnya.
Persiba Balikpapan sendiri dikenal tangguh saat bermain di kandang. Dukungan Borneo Mania, suporter fanatik mereka, selalu memberi tekanan ekstra bagi tim tamu. Namun hal itu justru menjadi tantangan tersendiri bagi para pemain PSS.
“Semua pemain siap tempur. Kami tahu atmosfer di Batakan akan luar biasa, tapi justru itu yang memotivasi kami,” kata Ansyari penuh semangat.
Misi Balas Dendam dan Pembuktian
Pertandingan ini juga memiliki aroma balas dendam. Pada pertemuan terakhir di Lamongan, PSS harus mengakui keunggulan Persela dengan skor 1-2.
Kini, Laskar Sembada datang dengan tekad penuh untuk menebus kekalahan tersebut dan memastikan posisi mereka kembali aman di puncak klasemen.
Gelandang PSS Sleman, Arda Alfareza, bahkan punya motivasi pribadi dalam laga ini. Pemain muda tersebut musim lalu memperkuat Persiba Balikpapan, dan kini akan kembali ke Stadion Batakan sebagai lawan.
“Tentu ada rasa haru bisa kembali ke sini. Tapi kali ini saya datang sebagai bagian dari PSS dengan misi yang jelas — membantu tim ini naik ke kasta tertinggi,” kata Arda.
Arda menyebut, dirinya sudah mengenal karakter beberapa pemain Persiba, yang menurutnya bisa jadi keuntungan tersendiri.
“Saya tahu gaya permainan mereka dan bagaimana atmosfer stadionnya. Itu jadi bekal tambahan untuk membantu tim tampil lebih siap,” ujarnya dengan percaya diri.
Peluang dan Strategi di Lini Tengah
Dalam beberapa laga terakhir, performa lini tengah PSS menjadi kunci permainan mereka. Kehadiran pemain seperti Ricky Kambuaya dan Wahyu Sukarta mampu menjaga aliran bola tetap dinamis dan mendikte tempo permainan.
Pelatih Ansyari pun diyakini akan tetap mengandalkan formasi andalannya 4-3-3 dengan fokus pada penguasaan bola dan serangan cepat dari sayap.
PSS juga punya catatan impresif dalam laga tandang musim ini, dengan hanya satu kali kalah dari sembilan pertandingan. Namun, mereka harus tetap waspada terhadap serangan balik cepat Persiba yang mengandalkan ketajaman striker muda, Faisal Rahman.
“Persiba punya lini depan yang cepat dan agresif. Kami harus bisa menutup ruang dan tidak memberi mereka kesempatan mengembangkan permainan,” ujar Ansyari tegas.
Ketegangan Menuju Akhir Paruh Musim
Dengan kompetisi yang semakin mendekati paruh musim, setiap poin kini terasa sangat berharga. Bagi PSS Sleman, kemenangan di Balikpapan akan menjadi bukti konsistensi sekaligus sinyal kuat kepada pesaing bahwa mereka bukan sekadar tim pelengkap di Grup Timur.
Selain itu, hasil positif juga akan meningkatkan moral tim menjelang laga-laga berat berikutnya, termasuk menghadapi Persiraja dan Deltras di putaran kedua.
“Kami ingin mengakhiri paruh musim dengan posisi terbaik. Untuk itu, tidak ada jalan lain selain menang di Balikpapan,” tutup Ansyari dengan optimistis.
Laga antara Persiba Balikpapan vs PSS Sleman malam ini bukan sekadar pertarungan dua tim besar, melainkan duel penuh gengsi yang akan menentukan siapa raja sejati di Grup Timur Pegadaian Championship 2025/26.
Dengan kondisi fisik yang prima, motivasi tinggi, dan strategi matang, PSS bertekad membawa pulang tiga poin berharga.
Apakah Laskar Sembada mampu merebut kembali tahta klasemen dari Persela Lamongan?
Semua akan terjawab malam ini, di bawah gemerlap lampu Stadion Batakan — saat sepak bola bukan sekadar pertandingan, tapi pertaruhan harga diri dan ambisi menuju kasta tertinggi Indonesia.
Editor : Mahendra Aditya