RADAR KUDUS - Semarang tengah diramaikan oleh kabar besar yang mengguncang dunia sepak bola tanah air.
Klub kebanggaan Ibu Kota Jawa Tengah, PSIS Semarang, dikabarkan segera memperkenalkan pelatih baru menyusul hasil buruk di kompetisi Liga 2 Championship 2025/2026.
Setelah serangkaian hasil tanpa kemenangan, manajemen dikabarkan mulai mencari sosok baru yang mampu membangkitkan semangat tim — dan nama Ricardo Salampessy, legenda Persipura Jayapura, tiba-tiba mencuat ke permukaan.
Isu ini bermula dari unggahan Ketua Umum Panser Biru, Kepareng (Wareng), di akun Instagram pribadinya, @kepareng_wareng. Dalam postingan itu, ia memberi teka-teki yang membuat warganet langsung heboh.
“Calon pelatih PSIS Semarang, pernah jadi pemain Timnas Indonesia, usianya hampir sama dengan saya, dan pernah membawa klubnya juara,” tulis Wareng, tanpa menyebut nama secara langsung.
Baca Juga: Efek Dirtek Baru? Noor Hadi Sebut Kemenangan 3-0 atas PSIS Sudah Direncanakan
Petunjuk yang Memicu Spekulasi
Unggahan tersebut sontak menyulut antusiasme dan rasa penasaran para pendukung Mahesa Jenar. Kolom komentar pun dipenuhi spekulasi dan tebak-tebakan.
Namun perhatian publik semakin mengerucut setelah akun @smgfootball turut mengunggah poster promosi laga PSIS vs Persipura, yang menampilkan dua sosok penting: Bruno Silva dan Ricardo Salampessy.
Gabungan dua petunjuk ini dianggap cukup jelas oleh banyak fans. Semua tanda mengarah pada satu nama: Ricardo Salampessy, mantan bek tangguh yang kini tengah menapaki karier baru di dunia kepelatihan.
Jika benar, maka PSIS akan menjadi klub kedua yang ia tangani setelah Persipura Jayapura.
Profil Singkat Ricardo Salampessy
Ricardo Salampessy bukan nama asing bagi publik sepak bola Indonesia. Pria kelahiran Ambon berusia 41 tahun ini dikenal sebagai salah satu bek terbaik yang pernah dimiliki Indonesia.
Ia memperkuat Timnas Indonesia di berbagai ajang internasional dan menjadi bagian penting dari kejayaan Persipura Jayapura pada era 2000-an hingga awal 2010-an.
Bersama Mutiara Hitam, Ricardo mempersembahkan sederet gelar bergengsi, termasuk juara Liga Indonesia musim 2008–09, 2010–11, dan 2013.
Selepas gantung sepatu, Ricardo tak benar-benar meninggalkan sepak bola. Ia memutuskan untuk terjun ke dunia kepelatihan dan mulai meniti karier dari bawah.
Jejak Kepelatihan Bersama Persipura
Karier kepelatihan Ricardo dimulai ketika ia dipercaya menangani Persipura Jayapura pada tahun 2023. Selama dua musim, ia mencatat 29 pertandingan dengan 15 kemenangan, 6 hasil imbang, dan 8 kekalahan.
Dengan persentase kemenangan 51,72%, Ricardo menunjukkan potensi besar sebagai pelatih muda yang energik dan visioner.
Di bawah arahannya, Persipura dikenal bermain efisien — mencetak 51 gol dan hanya kebobolan 25 kali.
Meski sempat menunjukkan hasil positif, Ricardo akhirnya memilih mundur pada awal 2025 setelah manajemen menunjuk Rahmad Darmawan sebagai pelatih kepala.
Kondisi PSIS Semarang: Butuh Pembenahan Serius
Langkah PSIS Semarang mencari pelatih baru bukan tanpa alasan. Tim berjuluk Laskar Mahesa Jenar itu saat ini terpuruk di dasar klasemen Liga 2 Championship 2025/2026 tanpa satu pun kemenangan hingga pekan ke-9.
Pelatih sebelumnya, Raka Ega Galih, dinilai gagal mengangkat performa tim, dan tekanan dari suporter semakin meningkat.
Situasi inilah yang mendorong manajemen untuk mengambil langkah cepat. Sosok pelatih yang tegas, berpengalaman di lapangan, dan mampu memotivasi pemain muda dinilai sebagai kebutuhan mendesak.
Dan di sinilah nama Ricardo Salampessy muncul sebagai kandidat ideal.
Mengapa Ricardo Bisa Jadi Pilihan Tepat
Banyak yang menilai bahwa karakter Ricardo — disiplin, religius, dan berwibawa — sangat cocok dengan kultur PSIS Semarang.
Sebagai mantan pemain belakang yang cerdas, ia dikenal piawai membangun organisasi pertahanan yang solid tanpa kehilangan kreativitas menyerang.
Lebih dari itu, pengalamannya membesarkan tim Papua dengan semangat lokal bisa menjadi inspirasi baru bagi skuad muda PSIS yang haus perubahan.
Jika resmi bergabung, Ricardo akan membawa filosofi “kerja keras dan kesederhanaan” yang selama ini menjadi ciri khasnya.
Ia juga diharapkan dapat mengembalikan PSIS ke jalur kemenangan dan kembali menjadi salah satu kekuatan besar sepak bola Jawa Tengah.
Menunggu Kepastian Resmi
Hingga saat ini, manajemen PSIS Semarang masih bungkam dan belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait rumor ini. Namun sejumlah sumber internal menyebutkan bahwa negosiasi tengah berlangsung dan hasil final akan diumumkan dalam waktu dekat.
Sementara itu, para pendukung Panser Biru berharap siapa pun yang datang mampu membawa perubahan nyata. Di media sosial, tagar #RicardoUntukPSIS mulai ramai dibicarakan, menandakan tingginya antusiasme publik terhadap kemungkinan kehadiran sang legenda.
Dari Mutiara Hitam ke Mahesa Jenar: Sebuah Babak Baru
Jika rumor ini benar, perjalanan Ricardo Salampessy menuju PSIS Semarang akan menjadi salah satu cerita menarik di dunia sepak bola Indonesia tahun ini — seorang legenda Persipura yang kini berpotensi menulis babak baru di klub Jawa Tengah.
Apakah kehadiran Ricardo akan menjadi titik balik kebangkitan PSIS? Atau justru menjadi tantangan baru yang membuktikan bahwa legenda pun harus beradaptasi dengan realitas baru?
Semua mata kini tertuju ke Semarang, menantikan pengumuman resmi yang bisa mengubah peta kekuatan Liga 2 Championship 2025.
Editor : Mahendra Aditya